Program Gentengisasi
Warga Gorontalo Skeptis Gentengisasi Prabowo, Idun Sahi Ungkap Testimoni 24 Tahun
Di tengah wacana Presiden Prabowo Subianto mendorong gerakan nasional "Gentengisasi", fakta di lapangan menunjukkan tantangan besar bagi warga
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo tetap mendorong gerakan nasional gentengisasi demi estetika dan kenyamanan, dengan dukungan dana Rp1 triliun serta produksi massal melalui Koperasi Merah Putih.
- Penggunaan genteng di Gorontalo – hanya 0,90 persen menurut Susenas 2025, dengan warga seperti Idun Sahi mengalami masalah kebocoran sejak 2002 meski sudah berkali-kali mengganti tukang.
- Idun menilai iklim dan kondisi teknis di Gorontalo tidak cocok untuk genteng, sehingga ia mempertimbangkan kembali penggunaan seng
TRIBUNGORONTALO.COM – Di tengah wacana Presiden Prabowo Subianto mendorong gerakan nasional "Gentengisasi", fakta di lapangan menunjukkan tantangan besar bagi warga di Gorontalo.
Di Provinsi Gorontalo, yang tercatat memiliki penggunaan genteng terendah di Sulawesi (hanya 0,90 persen menurut Susenas 2025), pengalaman pahit warga justru berbanding terbalik dengan harapan estetika pemerintah.
Idun Sahi (70), warga Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, merupakan telah menggunakan genteng di rumahnya sejak tahun 2002.
Awalnya, Idun memilih genteng demi kenyamanan dan menghindari karat seng karena rumah lamanya berada di pesisir Pohe.
“Katanya kalau mau pilih genteng itu adem dan tahan lama,” ujar Idun saat ditemui TribunGorontalo.com, Jumat (6/2/2026).
Namun, impian hunian sejuk itu justru berujung pada masalah teknis yang tak kunjung usai.
Selama 24 tahun menempati rumah tersebut, kebocoran menjadi "teman" setia setiap kali hujan turun.
“Secara umum masih bisa, hanya saja dari awal sudah bocor juga. Ini hari dia (tukang) ganti, malamnya ada hujan, besoknya saya tanya bagaimana kondisinya? Saya jawab masih tetap biasa, malah lebih parah,” keluhnya sembari menunjukkan lantai rumah yang masih basah.
Skeptis Terhadap Iklim dan Teknis
Menanggapi wacana nasional gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo, Idun cukup skeptis (ragu-ragu). Ia menilai kebijakan tersebut belum tentu relevan bagi semua daerah.
Berdasarkan pengalamannya yang sudah puluhan kali berganti tukang namun tetap gagal mengatasi kebocoran, ia merasa iklim Gorontalo punya tantangan tersendiri.
“Kalau di Gorontalo, saya rasa tidak cocok iklimnya,” tegas Idun.
Meski Gorontalo rawan gempa, ia mengaku masalah utamanya murni soal konstruksi dan kebocoran, bukan keretakan akibat guncangan.
Kini, ia bahkan mulai mempertimbangkan untuk kembali menggunakan seng. Kendala utamanya tinggal satu: ia bingung harus membuang ribuan keping genteng berat itu ke mana jika nanti dibongkar.
Baca juga: Nama-nama 5 Penjabat Kepala Desa Dilantik Bupati Gorontalo per 5 Februari 2026
Ambisi Gentengisasi Presiden Prabowo
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto tetap pada visinya untuk mempercantik citra Indonesia.