Gorontalo Hari Ini
Pengendara Motor Terjerat Kabel di Jalan Brigjen Piola Isa Gorontalo, Yanser Achir Jadi Korban
Kabel jaringan dan listrik yang melintang rendah di Jalan Brigjen Piola Isa, Kota Gorontalo, kembali memakan korban.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yanser-Achir-terlilit-kabel-di-depan-Kantor-Dinas-Kelautan.jpg)
Menurut Kidu, masalah bermula sejak adanya pekerjaan perbaikan jalan beberapa waktu lalu. Saat itu, sejumlah tiang lama dicabut untuk keperluan pelebaran dan penataan jalan. Namun setelah proyek selesai, tidak semua tiang dipasang kembali.
“Ada yang dipasang, ada yang tidak. Akhirnya kabel-kabel lain jadi kendur, turun semua,” katanya.
Warga bahkan terpaksa mengambil langkah darurat.
“Kadang kami tahan pakai bambu supaya kabelnya naik sedikit, biar tidak kena kepala orang,” ucap Kidu.
Baca juga: Zainudin Hadjarati sang Konten Kreator Gorontalo Jadi Tersangka, Warganet: Monitor Potong Jari
Keluhan serupa disampaikan warga lain, Rahmat. Ia mengaku kondisi kabel rendah sudah lama dikeluhkan, namun belum ada penanganan menyeluruh.
“Hampir tiap hari kami lihat mobil besar lewat, kabel goyang-goyang. Kalau kena truk, pasti yang di belakang berbahaya,” katanya.
Rahmat menambahkan, warga kerap mengingatkan pengendara untuk menurunkan kecepatan saat melintas, terutama siang hari ketika lalu lintas padat.
“Tapi tidak semua bisa lihat kabelnya, apalagi kalau silau matahari. Posisi kabel itu memang pas di leher pengendara,” ujarnya.
Hingga Selasa (13/1/2026) sore, belum terlihat adanya petugas yang melakukan penataan ulang kabel di lokasi kejadian. Kabel yang putus masih tampak menggantung dan sebagian tergeletak di bahu jalan.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait, termasuk PLN dan penyedia jaringan internet, segera menertibkan instalasi kabel di sepanjang Jalan Brigjen Piola Isa.
Mereka menilai, tanpa penanganan cepat, potensi kecelakaan serupa akan terus berulang, terutama mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur padat kendaraan besar setiap harinya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)