Sabtu, 21 Maret 2026

Human Interest Story

Andalkan Jasa Pijat dan Bekam, 2 Pemuda Gorontalo Akhirnya Tiba di Arab Saudi

Berbekal jasa pijat dan bekam sebagai sumber penghasilan, dua pemuda asal Gorontalo akhirnya berhasil menapakkan kaki di Tanah Suci.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Andalkan Jasa Pijat dan Bekam, 2 Pemuda Gorontalo Akhirnya Tiba di Arab Saudi
TribunGorontalo.com
TANAH SUCI -- Fani Rahmat Putra Hasyim bersama rekannya, Jufri Yusri Ali Monoarfa di Makkah, Arab Saudi. Dua pemuda Gorontalo berhasil tiba di Tanah Suci. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Berbekal jasa pijat dan bekam sebagai sumber penghasilan, dua pemuda asal Gorontalo akhirnya berhasil menapakkan kaki di Tanah Suci.

Fani Rahmat Putra Hasyim bersama rekannya, Jufri Yusri Ali Monoarfa, tiba di Arab Saudi pada 11 Desember 2025 setelah menempuh perjalanan panjang lintas negara penuh tantangan.

Setibanya di Arab Saudi, rasa haru tak terbendung. Fani menggambarkan momen itu sebagai pengalaman emosional yang sulit diungkapkan.

“Tidak bisa berkata-kata, hanya mata yang berkaca-kaca terharu,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Meski tujuan utama tercapai, mereka masih menghadapi kendala, terutama masalah komunikasi saat mencari tempat menginap. Situasi itu menjadi ujian awal sebelum benar-benar menunaikan ibadah.

Puncak keharuan dirasakan ketika pertama kali melihat Kakbah. Fani mengaku langsung teringat orang tua dan keluarga di Gorontalo.

“Momentum paling mengharukan bagi saya ketika melihat Kakbah adalah teringat orang tua, apalagi mendoakan mereka di depan Kakbah itu paling emosional,” tuturnya.

Doa-doa yang dipanjatkan saat sujud pertama di hadapan Baitullah sepenuhnya ditujukan untuk keluarga dan orang-orang terdekat.

Baca juga: Nama-nama Pejabat Baru RSUD MM Dunda Limboto Gorontalo, 2 Perawat Naik Kelas

Bertahan Hidup dengan Jasa Pijat dan Bekam

Selama perjalanan menuju Arab Saudi, Fani dan Jufri terus menawarkan jasa pijat sebagai sumber penghasilan utama. Meski tak selalu diterima, penolakan sering berbalas dengan bantuan tak terduga dari orang-orang yang mereka temui.

“Bantuan tak terduga itu banyak, bahkan dari negara-negara sebelumnya yang kami lewati, Malaysia dan Thailand itu banyak bantuan bahkan sampai di Arab pun masih banyak bantuan,” kata Fani.

Perjalanan berat tersebut justru semakin menambah kekhusyukan ibadah mereka.

“Tidak sama sekali, bahkan bertambah,” ucap Fani.

Respons masyarakat internasional terhadap kisah mereka pun luar biasa. Di berbagai negara yang dilintasi, perjalanan dua pemuda Indonesia ini menuai kekaguman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved