Kecelakaan di Gorontalo
Kecelakaan Motor Vs Bentor di Gorontalo, 2 Pengemudi Sepakat Damai
Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Jalan Raja Eyato, Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-pengendara-sepeda-motor-menjabat-tangan-pengemudi-lain.jpg)
Ringkasan Berita:
- Insiden Kecelakaan Ringan Kecelakaan terjadi melibatkan sepeda motor Mio dan bentor
- Kedua pengemudi sempat terjatuh dan mengalami luka ringan
- Meski sempat bersitegang, kedua pihak akhirnya memilih berdamai. Mereka berjabat tangan dan saling memaafkan di lokasi kejadian
TRIBUNGORONTALO.COM – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Jalan Raja Eyato, Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Minggu (14/12/2025)
Insiden ini terjadi sekitar pukul 10.45 Wita. Suara benturan keras terdengar dari badan jalan, mengundang perhatian para pengguna jalan yang melintas.
Sesaat kemudian diketahui, insiden melibatkan dua kendaraan: sepeda motor Mio putih bernomor polisi DM 3494 DC dan satu unit bentor.
Kedua kendaraan berhenti di badan jalan, sementara pengemudinya tergeletak tak jauh dari posisi masing-masing.
Pengendara motor maupun becak motor (bentor) sama-sama terlihat kesakitan. Kondisi tersebut membuat pengendara lain spontan menghentikan laju kendaraan mereka untuk memberikan pertolongan.
Pengemudi bentor menyebut insiden bermula saat bentor yang dikemudikannya dilambung oleh sepeda motor, sementara ia berniat berbalik arah.
“Dia lambung, sementara saya mau balik arah,” ungkap pengemudi bentor kepada TribunGorontalo.com, Minggu (14/12/2025).
Ia juga menanggapi kondisi pengendara motor yang menurutnya melaju cukup kencang.
“Laju juga ngana (kamu),” tukasnya.
Meski demikian, pengemudi bentor bersyukur karena saat kejadian dirinya tidak sedang membawa penumpang.
Sementara itu, pengendara motor diketahui membawa satu tabung gas elpiji 3 kilogram.
Walaupun keduanya merasakan sakit, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan cedera serius.
Setelah beberapa saat, kedua pengemudi memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Mereka tampak berjabat tangan dan saling memaafkan di lokasi kejadian.
Tidak terlihat kerusakan parah pada kedua kendaraan.
Pengemudi bentor kemudian lebih dulu meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).
Pengendara motor baru meninggalkan lokasi beberapa saat kemudian.
Saat hendak pergi, pengemudi motor masih terlihat kesakitan. Kakinya mengalami lecet dengan sedikit pendarahan akibat benturan.
Sejumlah pengendara yang melintas sempat menaruh perhatian dengan melihat kondisi kakinya sebelum akhirnya ia melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Long Weekend Desember 2025, Ada Libur Nasional dan Cuti Bersama
Kecelakaan di Pohuwato
Peristiwa kecelakaan lalu lintas sebelumnya terjadi di jalan yang menghubungkan pusat Marisa dengan wilayah lain di Pohuwato.
Sekitar pukul 13.40 Wita, dua mahasiswi Universitas Pohuwato (Unipo) tampak melaju dengan motor DB 2375 LD.
Keduanya adalah Marsanda Kasim Totoyi (21) dan temannya, Hawa (19). Mereka meluncur dari arah simpang empat Polsek Marisa menuju ke area Blok Plan.
Baca juga: Identitas Mahasiswi Pohuwato Gorontalo Tewas di Tempat Terlindas Mobil Truk
Pada saat itu, informasinya jalur tengah sedang ditutup karena ada kegiatan di sekitar lokasi, sehingga Marsanda memilih tetap berada di lajur kanan.
Motor yang dikendarainya bergerak stabil, sesekali terlihat menjaga jarak dengan kendaraan besar di depannya, sebuah dump truck berwarna putih yang berjalan pelan.
Memasuki jalan lurus yang cukup panjang, Marsanda tampaknya melihat celah untuk mendahului.
Ia sedikit menambah gas, mencoba keluar dari bayang-bayang truk besar di depannya.
Dari rekaman CCTV di lokasi, motor mereka terlihat bergeser ke sisi kanan jalan, mencari posisi untuk menyalip.
Namun kondisi itu berubah sangat cepat. Saat Marsanda mulai menyusul, sebuah truk lain muncul dari arah berlawanan.
Kendaraan itu, dengan nomor polisi DN 8893 KB dan dikemudikan Daniel Lumenta (49), terlihat sudah cukup dekat ketika masuk ke bingkai pandang pengendara di belakang.
Diduga karena jarak yang tiba-tiba terasa sempit itu, Marsanda tampak panik, gerakan motornya berubah tidak stabil.
Dalam hitungan detik, motor itu oleng ke kanan. Ban depan kehilangan grip dan terpeleset ke arah aspal, membuat mereka berdua terjatuh ke jalur truk yang datang dari arah berlawanan.
Situasi di lokasi langsung berubah hening, banyak pengendara yang terlihat kaget, bahkan tidak sempat bereaksi ketika tubuh Marsanda berada tepat di jalur roda truk besar tersebut.
Benturan pun tak bisa dihindari. Marsanda meninggal di tempat akibat luka berat yang ia alami.
Sementara itu, Hawa yang berada di belakangnya terlempar beberapa meter dari titik jatuh.
Ia masih dalam keadaan sadar, namun mengalami luka-luka dan segera dibawa warga ke RSUD Bumi Panua Pohuwato untuk mendapatkan perawatan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.