Gorontalo Hari Ini
Pedagang Pasar Sentral Kota Gorontalo Keluhkan Sampah dan Bekas Kopi Berserakan Setiap Pagi
Aktivitas penjualan kopi yang semakin ramai di kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo ternyata menyisakan persoalan kebersihan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Salah-satu-sudut-di-Pasar-Pentral-Gorontalo-Minggu-30112025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pedagang Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluhkan sampah sisa penjualan kopi yang berserakan setiap pagi
- Aktivitas penjualan kopi di malam hari membuat pasar ramai, tetapi meninggalkan kondisi kotor yang mengganggu kenyamanan pedagang
- Pedagang berharap penjual kopi lebih sadar untuk membersihkan area jualan sebelum meninggalkan lokasi
TRIBUNGORONTALO.COM – Aktivitas penjualan kopi yang semakin ramai di kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo ternyata menyisakan persoalan kebersihan yang mulai meresahkan pedagang lama.
Meski kehadiran penjual kopi mampu menghidupkan suasana pasar di malam hari, sebagian pedagang mengeluhkan dampak yang ditinggalkan.
Annisa, seorang pedagang Pasar Sentral, mengaku senang ketika pasar mulai ramai dengan aktivitas penjualan kopi.
“Semenjak ada dorang (mereka) jual kopi, torang (kami) senang dengan dorang ada ini,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Namun, keadaan itu tidak bertahan lama. Annisa mengungkapkan, beberapa bulan terakhir setiap pagi saat pedagang membuka usaha, banyak sisa jualan kopi berserakan di lantai pasar. Mulai dari gelas plastik, sedotan, tisu bekas, sampah makanan, hingga tumpahan kopi yang mengotori lantai.
“Sudah dari awal kami tegur, tapi tetap saja sangat meresahkan,” sesalnya.
Ia menjelaskan, aktivitas penjualan kopi biasanya berlangsung pada malam hari, sementara pedagang lama beraktivitas sejak pagi hingga sore.
Kondisi pasar yang kotor di pagi hari kerap mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Bahkan, ditemukan sebuah tulisan di kardus yang diletakkan di sudut pasar berisi pesan: “Jangan asal buang kopi di lantai sini. Mohon pengertian penjual di luar, terutama penjual kopi. Apalagi kencing, kami tiap pagi harus berurusan dengan kotoran.”
Baca juga: Pakai Kaus Polisi, Pengendara Berknalpot Brong Terobos Operasi Zebra Gorontalo Berujung Ditahan
Menurut Annisa, keadaan ini terjadi hampir setiap hari dan terkesan diabaikan oleh sebagian penjual kopi.
Yang lebih memprihatinkan, kata dia, ada pedagang yang datang bukan untuk berjualan, melainkan hanya membersihkan sisa sampah akibat aktivitas malam sebelumnya.
“Yang paling parah, ada penjual yang dalam sehari tidak mendapat untung, tapi datang hanya untuk membersihkan sampah sisa jualan kopi,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebut pernah ada pedagang yang menemukan bekas kencing di sudut pasar, membuat lingkungan semakin tidak nyaman.
Meski demikian, Annisa memahami bahwa Pasar Sentral adalah fasilitas milik pemerintah yang bisa digunakan oleh semua kalangan.
Ia hanya berharap ada kesadaran dari penjual kopi untuk membersihkan area jualan sebelum meninggalkan lokasi.
“Insyaallah dengan adanya dorang ini, pasar akan ramai. Tapi torang tidak suka juga tiap pagi datang kondisi kotor sekali,” harapnya.
Menurutnya, masalah sampah tidak seharusnya sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan.
Polemik ini sudah beberapa kali disampaikan kepada pengelola pasar, dan pihak pengelola disebut telah mengingatkan masing-masing booth. Namun, kebiasaan buruk tersebut tetap terulang.
Pasar Sentral bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga cermin budaya dan kesadaran sosial masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan bersama.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.