Lipsus Damkar
Damkar Kota Gorontalo Kekurangan Armada, Hanya Andalkan 3 Mobil Tua
Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo saat ini menghadapi tantangan keterbatasan armada.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-armada-Damkar-Kota-Gorontalo-Senin-13102025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Gorontalo saat ini menghadapi tantangan keterbatasan armada.
Kasi Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran Kota Gorontalo, Muh Luthfie, hanya tiga unit mobil pemadam kebakaran yang berstatus layak operasi. Satu unit lainnya telah mengalami kerusakan berat dan tidak dapat difungsikan.
“Kami punya empat unit, satu sudah rusak berat, jadi yang beroperasi tinggal tiga. Ketiganya masing-masing berkapasitas 6 ton, 4 ton, dan 3,5 ton,” ujar Luthfie kepada TribunGorontalo.com pada Senin (13/10/2025).
Meskipun armadanya terbatas, Luthfie memastikan pihaknya tetap berupaya maksimal melayani seluruh kejadian di wilayah Kota Gorontalo.
Sebagai langkah peningkatan, Damkar tengah mengusulkan penambahan kendaraan.
“Sudah kami usulkan untuk tahun depan (2026), rencananya ada tambahan satu unit mobil suplai. Selain dari anggaran daerah, kami juga berupaya memperoleh bantuan dari Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.
Selain kendaraan, jumlah personel juga menjadi perhatian. Saat ini Damkar memiliki 32 petugas, yang terdiri dari 8 ASN dan 24 tenaga P3K paruh waktu.
Luthfie menyebut, tenaga honorer sudah tidak ada lagi sejak 1 Oktober karena semua telah diakomodasi ke P3K sesuai aturan Kementerian PAN-RB.
Terkait peralatan pemadaman, armada Damkar masih menggunakan pompa berkapasitas 500 GPM dengan sistem Power Take Off (PTO). Pompa ini dinilai masih cukup standar dan memiliki daya dorong air yang kuat.
“Pompa kita masih bagus dan daya dorong airnya kuat. Jadi meski bukan peralatan canggih, tapi masih sangat bisa diandalkan,” katanya.
Namun, untuk layanan non-kebakaran atau rescue, Damkar Kota Gorontalo masih kekurangan sarana penunjang yang vital.
Baca juga: BREAKING NEWS: Danau Limboto Gorontalo Jadi Lokasi Destructive Fishing, 5 Pelaku Diamankan Polisi
“Kita belum punya unit rescue, begitu juga APD untuk evakuasi hewan berbahaya seperti ular atau tawon masih minim. Personel kita 30-an orang, tapi APD lengkap baru separuhnya,” terang Luthfie.
Ia menjelaskan, petugas sering diminta membantu penyelamatan di air atau di ketinggian, namun terkendala keterbatasan alat.
“Kadang kita diminta turun ke air untuk pencarian korban, tapi karena APD tidak ada, anggota tidak bisa turun. Untuk penyelamatan manusia non-kebakaran, alatnya hampir tidak ada, itu yang paling kita butuhkan sekarang,” imbuhnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Damkar terus melakukan pembenahan, termasuk memperkuat sistem sumber air melalui hidran kota.
“Sekarang sudah ada lima titik hidran yang diperbaiki oleh PDAM atas arahan Wali Kota. Lokasinya di depan Kantor Pos, kawasan pertokohan, depan PTPN, dekat Palang Merah, dan di Perumahan Pulubala,” ungkap Luthfie.
Hingga 20 September 2025, Damkar Kota Gorontalo telah menangani total 42 layanan baik kebakaran maupun non-kebakaran.
Luthfie mengakui bahwa sebagian besar armada Damkar sudah tergolong tua. Unit terbaru merupakan hasil pengadaan tahun 2014, saat Kota Gorontalo masih berstatus kota madya yang tergabung dengan Sulawesi Utara.
Sebagai langkah ke depan, Damkar telah menyiapkan rencana pengembangan jangka menengah 2025–2029, yang mencakup penambahan armada, penyediaan alat penyelamatan, dan peningkatan kapasitas personel.
“Untuk 2026 sudah kami masukkan dalam rencana. Harapannya kebutuhan alat dan sarpras bisa terpenuhi bertahap,” tutupnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.