Minggu, 15 Maret 2026

Tribun Podcast

APBD Kota Gorontalo Tertekan, Dana Transfer Pusat Diprediksi Berkurang Rp127 Miliar Tahun 2026

Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto, mengungkapkan bahwa dana transfer dari pemerintah pusat semakin berkurang sejak masa pandemi Covid-19.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto APBD Kota Gorontalo Tertekan, Dana Transfer Pusat Diprediksi Berkurang Rp127 Miliar Tahun 2026
YouTube Tribun Gorontalo
APBD KOTA GORONTALO -- Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto, saat berbincang dalam Tribun Podcast, Sabtu (27/9/2025). Nuryanto mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang tertekan akibat pengurangan dana transfer dari pusat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kondisi keuangan Kota Gorontalo saat ini menghadapi tantangan serius.

Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto, mengungkapkan bahwa dana transfer dari pemerintah pusat semakin berkurang sejak masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, alokasi anggaran pusat lebih banyak diarahkan ke kementerian dan lembaga dibandingkan didistribusikan ke daerah. 

Dampaknya, APBD Kota Gorontalo ikut terpangkas cukup signifikan.

“Dengan kondisi itu, maka APBD kita juga tergerus. Apa yang ingin kita alokasikan sebelumnya tidak terlaksana,” ujar Nuryanto dalam podcast TribunGorontalo.com yang dipandu oleh Wawan Akuba, Sabtu (27/9/2025).

Ia menambahkan, pada tahun 2026 mendatang, Kota Gorontalo akan mengalami pengurangan dana transfer dari pusat sebesar Rp127 miliar. 

Situasi ini, kata dia, akan membuat ruang fiskal daerah semakin sempit. Alokasi anggaran yang ada diprediksi hanya mampu menutupi belanja pegawai, biaya operasional rutin, hingga kebutuhan dasar seperti listrik dan air. 

Sementara untuk pembangunan infrastruktur, porsi anggarannya justru terancam berkurang drastis.

Padahal, jelas Nuryanto, dukungan dana pusat sangat dibutuhkan untuk menopang pembangunan infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan di daerah.

Menghadapi kondisi ini, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, terus mendorong agar pendapatan asli daerah (PAD) dioptimalkan. Upaya ini dinilai menjadi salah satu alternatif penting dalam menutupi kebutuhan pembiayaan pembangunan.

“Bagaimana PAD bisa sebagai alternatif untuk pembiayaan pembangunan di daerah,” ungkap Nuryanto.

Meski begitu, ia tidak menutup mata bahwa tantangan ini akan berat, terutama bagi daerah-daerah yang PAD-nya kecil, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Memang agak berat untuk daerah-daerah yang PAD-nya kecil, khususnya di Indonesia Timur,” tambahnya.


Nuryanto juga mengaku belum mengetahui secara pasti alasan pemerintah pusat mengurangi dana transfer. Ia menduga kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi atau skema baru yang disusun oleh kementerian terkait.

“Pengurangan dana transfer ini tidak diketahui penyebabnya, mungkin ada skema atau strategi lain dari Kementerian,” tutur Nuryanto.

Tonton Podcast TribunGorontalo.com selengkapnya:

 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved