Senin, 23 Maret 2026

Petugas Sampah Kecelakaan

Kondisi Terkini Petugas DLH Korban Kecelakaan di Gorontalo, Ois Nusi Alami Penurunan HB

Ois Nusi sudah menjalani operasi akibat benturan keras di kepala, namun kondisinya masih belum stabil.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kondisi Terkini Petugas DLH Korban Kecelakaan di Gorontalo, Ois Nusi Alami Penurunan HB
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KORBAN KECELAKAAN -- Kolase foto Ois Nusi (kiri) dan Misi Nusi (kanan). Ois Nusi merupakan petugas kebersihan DLH Kota Gorontalo yang mengalami kecelakaan kerja pada Minggu (14/9/2025). Ia kini merespons pascaoperasi namun belum membuka mata. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ois Nusi (24), petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo yang menjadi korban kecelakaan kerja, kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Aloe Saboe.

Ois sudah menjalani operasi akibat benturan keras di kepala, namun kondisinya masih belum stabil.

Hal ini disampaikan oleh kakak korban, Indah Nusi.

"Dia merespons tapi belum bisa buka mata. Sudah dioperasi, namun HB-nya turun," ungkap Indah kepada TribunGorontalo.com, Senin (15/9/2025).

Menurut Indah, Ois mengalami benturan parah di kepala bagian depan samping, yang membuatnya harus segera dioperasi.

Sementara itu, pihak keluarga mengaku kecewa karena hingga Senin siang, belum ada pejabat DLH yang menjenguk korban di rumah sakit.

Indah menambahkan, hanya rekan-rekan kerja, sopir, dan pengawas Ois yang datang pada Minggu (14/9/2025).

"Belum ada dari dinas datang kemari," ujar Indah dengan nada kecewa.

Meskipun demikian, pihak keluarga mendapat jaminan dari DLH bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung.

"Mereka saat ini katanya masih mengurus berkas. Namun, kalau ada pembayaran diminta untuk ditalangi dulu, nanti akan mereka ganti," jelas Indah.

Kronologi Kecelakaan

KORBAN KECELAKAAN -- Kondisi Ois Nusi, petugas angkut sampah di Kota Gorontalo, yang mengalami kecelakaan saat mengangkut sampah, kini kritis di RSUD Aloe Saboe, Minggu (14/9/2025).
KORBAN KECELAKAAN -- Kondisi Ois Nusi, petugas angkut sampah di Kota Gorontalo, yang mengalami kecelakaan saat mengangkut sampah, kini dirawat di RSUD Aloe Saboe, Minggu (14/9/2025). (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Rekan kerja Ois, Karim Usman alias Nata, menceritakan kronologi kecelakaan tersebut. 

Setelah mengangkut sampah di kawasan Kalimadu, mobil melaju menuju Jalan Kalimantan. 

Saat Ois berdiri di bagian belakang mobil, ia tidak menyadari ada kabel listrik yang melintang rendah.

"Saya sempat peringatkan Ois saat melihat kabel, saya sendiri hampir kena. Saya pikir dia menghindar, tapi ternyata Ois yang terkena," jelas Nata.

Benturan dengan kabel itu membuat Ois terhempas dan mengakibatkan luka serius di bagian belakang kepala dan lehernya. 

Ois segera dilarikan ke RSUD Aloei Saboe dan hingga pukul 14.51 Wita dan hingga kini masih dalam penanganan intensif di ruang IGD. 

Kondisinya kritis dengan selang terpasang di hidung dan denyut nadinya terus dipantau. 

Pihak rumah sakit bahkan meminta keluarga untuk keluar sejenak sebelum Ois dipindahkan ke ruang ICU.

Sosok Ois Nusi

BELUM SIUMAN -- Potret keluarga Ois Nusi menunggu di depan ruang ICU RSUD Aloe Saboe, Kota Gorontalo, Senin (15/9/2025). Ois mulai merespons pascaosperasi. (Sumber foto: TribunGorontalo. com/Jefri Potabuga)
BELUM SIUMAN -- Potret keluarga Ois Nusi menunggu di depan ruang ICU RSUD Aloe Saboe, Kota Gorontalo, Senin (15/9/2025). Ois mulai merespons pascaosperasi. (Sumber foto: TribunGorontalo. com/Jefri Potabuga) (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Ois merupakan warga Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. 

Ia adalah anak kelima dari tujuh bersaudara dan diketahui belum menikah.

Saat ini, Ois tinggal bersama ayahnya, Misi Nusi, dan salah satu saudaranya.

Ayah Ois, Misi Nusi, mengaku sangat terkejut saat mendengar kabar buruk itu. 

Misi yang saat itu sedang mengambil air nira pun langsung bergegas ke RSUD Aloei Saboe

"Air nira hanya saya taruh begitu di ember, saya biarkan saja. Anak saya lebih penting," kata Misi sambil menatap putranya dengan mata berkaca-kaca.

Misi mengungkapkan, ia dan Ois berencana menghadiri tahlilan saudaranya di Dulamayo usai salat magrib. 

Sambil menahan tangis, Misi mengungkapkan perasaannya kepada sang anak. 

"Saya sayang sekali dia, Pak. Dia tinggal dengan saya, penurut, dan tidak pernah membantah. Saya kaget kenapa ini harus terjadi sama anak saya," tuturnya.

 

(tribungorontalo.com/jp)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved