Gorontalo Hari Ini
Kepala Agen Bus Gorontalo Ditemukan Meninggal, Polisi Ungkap Kondisi Korban
Kepala agen bus jurusan Gorontalo–Manado ditemukan meninggal dunia di kawasan Perempatan Patung Berdoa, Kelurahan Hunggaluwa
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-seorang-pria-meninggal-dunia-dan-kawasan-patung-berdoa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kepala agen bus jurusan Gorontalo–Manado ditemukan meninggal dunia di kawasan Perempatan Patung Berdoa, Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Selasa (25/11/2025) pagi.
Korban diketahui berinisial RDH (52), warga Desa Hulawa, Kecamatan Telaga. Ia sehari-hari bekerja sebagai kepala agen bus di Terminal Dungingi.
Peristiwa penemuan jasad korban terjadi sekitar pukul 05.30 Wita dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.
Informasi awal menyebutkan korban diduga mengalami serangan jantung sebelum ditemukan tak bernyawa.
Saksi pertama, RP, mengaku sempat bertemu korban sekitar pukul 05.00 Wita untuk menyerahkan barang kiriman.
“Setelah menyerahkan paket saya langsung pulang,” ujar RP kepada polisi.
Sekitar pukul 06.15 Wita, RP kembali melintas di lokasi untuk mengantar anak ke sekolah. Saat itu ia melihat kerumunan warga.
Di tengah kerumunan, RP mendapati korban sudah tergeletak dan tidak bernyawa.
Kasi Humas Polres Gorontalo, Iptu Wawan Suryawan, menjelaskan hasil identifikasi awal yang dilakukan Tim Inafis Polres Gorontalo bersama personel Polsek Limboto.
Menurut Wawan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata Wawan.
Keterangan serupa juga diperkuat oleh saksi kedua, yakni istri korban.
Sang istri menyebut, korban keluar rumah sekitar pukul 04.00 Wita dalam keadaan sehat dan tidak pernah mengeluh sakit sebelumnya.
Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo - Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Resmi Dibuka, Daftar Sekarang!
Sekitar pukul 07.20 Wita, pihak keluarga menerima informasi bahwa jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis juga tidak menemukan adanya unsur kekerasan.
Keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Sekitar pukul 08.00 Wita, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, menggunakan ambulans Rumah Sakit Bhayangkara.
Jenazah kemudian disemayamkan di rumah keluarga sebelum dikebumikan.
Polisi memastikan penanganan peristiwa ini dilakukan sesuai prosedur, melibatkan Tim Inafis Polres Gorontalo, personel Polres Gorontalo, serta Polsek Limboto.
Peristiwa meninggalnya kepala agen bus ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat korban dikenal sebagai sosok yang aktif dan sehari-hari berhubungan dengan banyak orang di terminal.
Dengan hasil pemeriksaan yang menegaskan tidak ada tanda kekerasan, polisi menutup kemungkinan adanya tindak pidana dalam kasus ini.
Keluarga berharap proses pemakaman berjalan lancar dan masyarakat diminta tetap tenang serta tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.