Harga Bahan Pokok
Harga Cabai Rawit dan Tomat di Pasar Rakyat Hulawa Gorontalo Anjlok Drastis
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, mengalami penurunan tajam
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sarton-Taib-pedagang-di-Pasar-Rakyat-Hulawa-Kecamatan-Telaga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, mengalami penurunan tajam dalam sebulan terakhir.
Penurunan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit dan tomat, dua bahan dapur yang biasanya menjadi penyumbang inflasi.
Kini, keduanya dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga normal.
Sarton Taib, salah satu pedagang di Pasar Hulawa, mengungkapkan kondisi tersebut saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Minggu (26/10/2025).
“Beberapa komoditas sudah turun harga, Pak,” ujarnya sambil menata dagangannya.
Ia menyebut bahwa cabai rawit dan tomat menjadi dua komoditas yang paling terdampak penurunan harga.
“Rica (cabe rawit) lokal paling tinggi sekarang hanya Rp 20 ribu per kilogram,” bebernya.
Untuk cabai rawit yang berasal dari luar daerah seperti Sulawesi Tengah, harganya bahkan sedikit lebih murah.
“Varietas dari luar daerah seperti Sulawesi Tengah harganya Rp 15 ribu per kilogram,” tambahnya.
Menurut Sarton, cabai rawit lokal Gorontalo biasanya dijual hingga Rp 80 ribu per kilogram. Namun, dalam sebulan terakhir, harganya turun drastis hingga hanya Rp 20 ribu.
Ia menilai anjloknya harga terjadi karena pasokan dari petani lokal tidak terserap ke luar daerah dan menumpuk di Gorontalo.
“Tidak ada pengeluaran, tidak ada yang keluar,” ungkapnya.
Kondisi serupa juga dialami oleh komoditas tomat. Harga eceran tomat kini berada di kisaran Rp 6–7 ribu per kilogram, padahal sebelumnya sempat menyentuh Rp 40 ribu.
“Paling tinggi eceran tomat sekarang Rp 6–7 ribu per kilogram,” tutur Sarton.
Selain cabe rawit dan tomat, beberapa komoditas lain juga mengalami penurunan harga. Bawang merah kini dijual Rp 30 ribu per kilogram, bawang putih Rp 32–34 ribu, dan kemiri di kisaran Rp 30 ribu per kilogram.
Meski penurunan harga ini disambut baik oleh pembeli, bagi pedagang seperti Sarton, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri.
Ia berharap harga segera stabil agar aktivitas perdagangan kembali normal.
“Semoga harganya segera normal kembali,” harapnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)