Senin, 23 Maret 2026

Petugas Sampah Kecelakaan

Inilah Lokasi Ois Nusi Petugas DLH Gorontalo Tersangkut Kabel hingga Kritis

Pengamatan TribunGorontalo di lokasi, Selasa (8/9/2025), menunjukkan kabel-kabel ini berada di jalur dengan mobilisasi yang cukup tinggi.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Inilah Lokasi Ois Nusi Petugas DLH Gorontalo Tersangkut Kabel hingga Kritis
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
LOKASI KECELAKAAN -- Potret kondisi kabel-kabel di Jalan Kalimantan, Kota Gorontalo. Lokasi ini merupakan tempat di mana leher Ois Nusi petugas DLH Kota Gorontalo tersangkut kabel hingga kritis. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kondisi kabel-kabel di Jalan Kalimantan, Kota Gorontalo, terlihat semrawut. Kabel-kabel ini membujur dan melintang rendah sekitar 3 hingga 4 meter dari permukaan jalan.

Pengamatan TribunGorontalo.com di lokasi, Selasa (8/9/2025), menunjukkan kabel-kabel ini berada di jalur dengan mobilisasi yang cukup tinggi.

Kondisi ini menjadi pemicu kecelakaan yang menimpa Ois Nusi (24), seorang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo.

Ois terjatuh saat sedang bertugas mengangkut sampah pada Minggu (14/9/2025).

Menurut kesaksian Nindi, warga setempat, Ois terkena kabel yang melintang rendah saat akan mengambil sampah di area penjual buah. 

"Teman-temannya baru sadar kalau Ois terjatuh setelah mobil berjarak sekitar 10 meter," ujar Nindi.

Saat terjatuh, Ois langsung mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.

"Kami lihat dia kejang-kejang, tidak lama kemudian ambulans datang dan membawanya," lanjut Nindi.

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 11.00 Wita ini membuat Ois dilarikan ke RSUD Aloe Saboe Kota Gorontalo dan kini masih dalam penanganan intensif.

Kondisi Korban

Menurut Indah Nusi, kakak korban, kondisi Ois masih belum stabil. Ois telah menjalani operasi akibat benturan keras di kepala bagian depan kiri.

"Dia merespons, tetapi belum bisa membuka mata. Sudah dioperasi, tapi HB-nya turun," ungkap Indah kepada TribunGorontalo.com, Senin (15/9/2025).

Benturan yang dialami Ois cukup serius. "Kepala depan bagian samping yang terbentur, itu yang dioperasi," tambahnya.

Pihak keluarga mengaku telah mendapat jaminan dari DLH Kota Gorontalo bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh dinas. "Dari dinas siap bertanggung jawab, mereka saat ini katanya masih mengurus berkas. Namun, kalau ada pembayaran, diminta untuk ditalangi dulu nanti akan diganti," jelas Indah.

Kronologi Lengkap

KORBAN KECELAKAAN--Kondisi Ois Nusi, pekerja DLH Kota Gorontalo, yang mengalami kecelakaan saat mengangkut sampah, kini kritis di RSUD Aloe Saboe, Minggu (14/9/2025). Begini kronologi kecelakaannya
KORBAN KECELAKAAN-- Ois Nusi, pekerja DLH Kota Gorontalo, mengalami kecelakaan saat mengangkut sampah. Ia kini dalam kondisi kritis di RSUD Aloe Saboe, Minggu (14/9/2025). (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Pada Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 11.00 Wita, Ois bersama tim DLH sedang mengangkut sampah di Kecamatan Kota Tengah.

Setelah selesai bertugas di Jalan Madura, mereka melanjutkan perjalanan ke Jalan Kalimantan.

Saat melewati area lapak buah, Ois yang berdiri di bagian belakang mobil pengangkut sampah tidak menyadari adanya kabel yang membujur rendah.

"Korban ini berdiri di bagian belakang mobil. Sempat diingatkan ada kabel, tapi dia tidak sempat dengar," kata Karim Usman, rekan kerja Ois.

Nahas, leher Ois tersangkut kabel hingga membuatnya terpental. Ia terjatuh tengkurap dengan kepala membentur keras ke aspal, tepat di pertigaan masuk Perumahan Awara. Kabel tersebut diduga merupakan kabel WiFi.

"Dia kena kabel sampai jatuh dan salto ke belakang," ungkap Karim.

Akibat insiden itu, Ois mengalami luka parah di kepala dan leher. Hingga kini, ia masih berada di ruang ICU RSUD Aloe Saboe dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Sosok Ois Nusi

Ois merupakan warga Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. 

Ia adalah anak kelima dari tujuh bersaudara dan diketahui belum menikah.

Saat ini, Ois tinggal bersama ayahnya, Misi Nusi, dan salah satu saudaranya.

Ayah Ois, Misi Nusi, mengaku sangat terkejut saat mendengar kabar buruk itu. 

Misi yang saat itu sedang mengambil air nira pun langsung bergegas ke RSUD Aloei Saboe. 

"Air nira hanya saya taruh begitu di ember, saya biarkan saja. Anak saya lebih penting," kata Misi sambil menatap putranya dengan mata berkaca-kaca.

Misi mengungkapkan, ia dan Ois berencana menghadiri tahlilan saudaranya di Dulamayo usai salat magrib. 

Sambil menahan tangis, Misi mengungkapkan perasaannya kepada sang anak. 

"Saya sayang sekali dia, Pak. Dia tinggal dengan saya, penurut, dan tidak pernah membantah. Saya kaget kenapa ini harus terjadi sama anak saya," tuturnya.

 

(tribungorontalo.com/jp)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved