Demo Mahasiswa Gorontalo
Ketua IMM Gorontalo Diamankan Polisi, Arif Bina Sempat Sembunyi di Kebun
Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo, Arif Bina, diamankan oleh Polda Gorontalo saat unjuk rasa di perlimaan Telaga
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Arif-Bina-saat-digandeng-oleh-aparat-kepolisian.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo, Arif Bina, diamankan oleh Polda Gorontalo saat unjuk rasa di perlimaan Telaga, Kabupaten Gorontalo, berakhir ricuh, pada Senin (1/9/2025).
Arif diamankan sekitar pukul 19.17 Wita. Ia sempat melakukan orasi ilmiah sebelum akhirnya berusaha mengamankan diri di sebuah kebun.
Namun, upayanya gagal dan ia berhasil diringkus oleh aparat kepolisian.
Tidak hanya Arif, beberapa mahasiswa lain juga dikabarkan telah diamankan aparat kepolisian.
Hingga saat ini, alasan penahanan Arif Bina masih belum diketahui secara pasti.
Kronologi Aksi hingga berakhir ricuh
Aksi unjuk rasa ini dimulai oleh ratusan mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus Gorontalo.
Mereka berkumpul sejak pukul 13.00 Wita di depan kantor DPRD Kota Gorontalo, sebelum akhirnya bergerak menuju titik konsentrasi utama, yaitu perlimaan Telaga.
Gelombang massa semakin membesar ketika mahasiswa dari Kampus 3 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ikut bergabung.
Saat tiba di perlimaan Telaga, massa langsung menduduki ruas jalan utama, menyebabkan Poros Jalan John Ario Katili lumpuh total. Kendaraan terpaksa berhenti karena jalanan dikuasai mahasiswa.
Baca juga: Warganet Soroti Kericuhan Demo di Perlimaan Gorontalo So Bukan Mahasiswa Lagi
Meskipun jumlah massa semakin banyak, situasi awalnya terpantau kondusif.
Para mahasiswa fokus menyampaikan aspirasi dari atas jalan menggunakan pengeras suara. Perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa tampil bergantian menyampaikan tuntutan.
Hingga sore tadi, orasi terus bergema, dan massa aksi semakin solid.
Di sisi lain, aparat kepolisian tampak bersiaga sejak pagi untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah demonstran dan menjaga ketertiban.
Kehadiran ratusan mahasiswa di Simpang Lima Telaga menandai eskalasi baru dari gerakan Cipayung Plus Gorontalo.
Titik ini menjadi simbol tekanan mahasiswa terhadap pemerintah daerah agar segera merespons tuntutan mereka.
Awalnya, unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus Gorontalo di Perlimaan Telaga berlangsung damai.
Namun, situasi berubah tegang saat hari mulai gelap. Massa aksi menolak membubarkan diri dan terlibat bentrok dengan aparat.
Kericuhan terjadi ketika sejumlah pengunjuk rasa mulai melempar batu ke arah barikade polisi.
Aparat pun merespons dengan mengerahkan kendaraan water canon untuk memukul mundur massa.
Aksi saling kejar pun tak terhindarkan, polisi sontak mengejar mahasiswa yang diduga menjadi biang kerok kericuhan.
Beberapa mahasiswa berhasil diamankan dan langsung dibawa ke kantor polisi.
(Tribungorontalo.com/jp)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.