Pemkab Gorontalo Utara
Paripurna HUT ke-19 Gorontalo Utara, Bupati Thariq Modanggu Paparkan Capaian 12 Program Unggulan
Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Gorontalo Utara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 berlangsung khidmat, Minggu (26/4/2026).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
"Mulai dari gerakan dua kambing 10 ayam (G210), Gerakan Agro Mopomulo (GAM), Penguatan kelembagaan Kopdes, Bumses dan UMKM Bercahaya, hingga program sosial seperti Gerakan Surga Kasih Sayang," jelasnya.
Untuk program G2-10, saat ini telah berjalan dengan dukungan masyarakat dan pemerintah melalui pembangunan kandang ternak.
Ia menyebut program tersebut terintegrasi dengan hilirisasi ternak ayam dengan total investasi sekitar Rp1,4 triliun di Provinsi Gorontalo.
"Empat unit dari 12 pabrik tersebut berada di Gorontalo Utara," katanya.
Salah satu pabrik bahkan telah melalui tahap groundbreaking dan menjalin kerja sama untuk pembangunan pabrik pakan.
Selain itu, program Agro Mopomulo juga mulai terkoneksi dengan skema ekonomi global dari perusahaan di India melalui kerja sama kredit karbon.
"Melalui kerjasama ini kita bukan hanya akan mendapat bantuan bibit buah, pupuk, dan pendampingan secara gratis, tetapi juga ke depan akan beroleh bagi hasil dari penjualan karbon kredit di dunia internasional," jelasnya.
Di akhir pemaparan, Thariq menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Gubernur Gorontalo, atas dukungan terhadap pembangunan Gorontalo Utara.
Baca juga: Bupati Gorut Thariq Modanggu Temui Gubernur Gorontalo, Percepat Proyek Strategis Nasional
Refleksi Sejarah Pemekaran Daerah
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan panjang pembentukan daerah tersebut.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengajak seluruh hadirin mengenang sejarah perjuangan pemekaran daerah.
Ia menuturkan, perjuangan pembentukan Gorontalo Utara dimulai dari deklarasi tokoh-tokoh daerah pada 23 Januari 2004.
Namun, perjuangan tersebut sempat terhenti akibat kebijakan moratorium pemekaran daerah yang dikeluarkan pemerintah pusat.
"Dua bulan kemudian Menteri Dalam Negeri mengeluarkan moratorium menghentikan proses pemekaran di seluruh tanah air," ungkapnya.
Kondisi itu membuat puluhan daerah, termasuk Gorontalo Utara, harus menghentikan sementara upaya pemekaran.
Meski demikian, para tokoh daerah tidak menyerah. Mereka tetap mencari strategi agar perjuangan dapat dilanjutkan.