Pemkab Gorontalo Utara
Pemkab Gorontalo Utara Gelar FGD, Bahas Cara Selamatkan Warisan Kota Jin
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) menggelar Forum Group Discussion (FGD) khusus untuk membahas langkah penyelamatan warisan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FGD-Pembahasan-terkait-Kota-Jin-sebagai-warisan-budaya-Gorontalo-Utara.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) menggelar Forum Group Discussion (FGD) khusus untuk membahas langkah penyelamatan warisan budaya Desa Kota Jin.
Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Pantai Minangga, Desa Kota Jin, Kecamatan Atinggola, Selasa (25/11/2025), dan menghadirkan berbagai elemen masyarakat serta perangkat pemerintah.
FGD tersebut menjadi ruang temu antara pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Atinggola, para kepala desa se-Atinggola, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga kelompok sadar wisata Desa Kota Jin.
Pertemuan ini dirancang untuk menggali pandangan lintas sektor terkait pelestarian budaya leluhur yang telah hidup di daerah itu sejak ratusan tahun lalu.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang hadir langsung dalam diskusi, menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni belaka.
“Budaya leluhur adalah identitas kita. Melalui FGD ini, kita berharap muncul langkah strategis agar warisan ini tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” ujar Thariq.
Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh peserta, bukan sekadar hadir secara formal.
Menurutnya, ide-ide kreatif, saran kritis, serta kolaborasi pemerintah–masyarakat menjadi kunci memastikan budaya lokal tetap bertahan di tengah derasnya arus modernisasi.
“Partisipasi aktif dari seluruh pihak sangat dibutuhkan. Mari jadikan FGD ini sebagai wadah bersama untuk menghasilkan solusi terbaik,” tambahnya.
Pemkab Gorut menilai FGD ini penting untuk melahirkan pendekatan baru dalam merawat nilai-nilai lokal yang tumbuh di Kota Jin.
Penguatan identitas budaya menjadi fokus utama agar masyarakat tidak kehilangan jati diri, terutama di era perubahan yang berlangsung cepat.
Selain aspek budaya, kegiatan ini juga menyoroti potensi wisata Kota Jin. Gua Otajin, ikon desa yang dipenuhi formasi batu unik, cerita sejarah, hingga kisah mistis, dinilai memiliki kekuatan budaya sekaligus daya tarik wisata.
Warisan ini dianggap perlu dikelola dengan bijak, baik sebagai situs alam maupun simbol ingatan kolektif masyarakat.
Kota Jin sendiri dikenal sebagai desa pesisir yang dikelilingi perbukitan karst dan memiliki jejak sejarah panjang.
Cerita turun-temurun tentang keberadaan “penguasa gaib” hingga keunikan batuan di dalam Gua Otajin menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.
Melalui FGD ini, Pemkab Gorut berharap lahir rumusan bersama yang tidak hanya menjaga warisan tersebut, tetapi juga mengangkatnya sebagai kekuatan budaya dan pariwisata Gorontalo Utara.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berkolaborasi menjaga budaya leluhur sebagai bagian dari karakter Gorut hari ini dan di masa mendatang.
(*)