Human Interest Story
Produktif! Mahasiswi IAIN Gorontalo Rizky Nia Meylani Sudah Terbitkan 6 Buku di Usia 21 Tahun
Nama Rizky Nia Meylani, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KARYA-Rizky-Nia-Meylani-seorang-mahasiswi-Program-Studi-Komunikasi-d.jpg)
Reporter: Aprilia Tiara Putri, Mahasiswa
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Usia muda bukan halangan untuk berkarya. Hal itu dibuktikan oleh Rizky Nia Meylani, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo.
Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, Nia sudah berhasil menerbitkan enam buku yang meneguhkan kiprahnya di dunia literasi nasional.
Lahir di Sulawesi Tengah pada 3 Mei 2004, Nia sejak kecil dikenal aktif dan berprestasi. Ia menempuh pendidikan di SD Inpres Dwipakarya, SMP Negeri 2 Bunta, hingga MA Ibnu Khaldun sebelum melanjutkan studi di Gorontalo.
Selama sekolah, ia aktif dalam organisasi OSIS hingga Palang Merah Remaja (PMR), sekaligus meraih sejumlah prestasi akademik maupun non-akademik.
Kecintaan Nia pada dunia menulis muncul saat duduk di bangku Madrasah Aliyah pada 2023.
Ia berawal dari menulis cerita pendek di buku catatan pribadi, kemudian mempublikasikan karya-karyanya di platform Wattpad. Dari sanalah, pintu menuju dunia penerbitan nasional terbuka.
Hingga September 2025, total sudah enam karya yang berhasil diterbitkan. Buku solo perdananya berjudul “Bumi Santri” terbit pada Desember 2024 lewat Chars Publisher.
Disusul buku “Behind The Smile” yang terbit Juli 2025 melalui Lintang Semesta Publisher.
Nia juga aktif berkontribusi dalam buku antologi, mulai dari “Cerita dalam Sastra” (Mei 2025), “Cerita Aksara” (Juli 2025), hingga “Mencintai Diri Sendiri” (Juli 2025).
Tak hanya produktif menulis, Nia juga berprestasi di ajang kepenulisan.
Ia meraih Juara Umum 2 dalam event antologi cerpen Cerita Aksara pada Mei 2025, serta Juara 1 Tingkat Nasional dalam Event Menulis Nasional yang digelar Penerbit Antero Literasi Indonesia pada 18 Juli 2025.
Bagi Nia, menulis bukan sekadar hobi, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan.
“Jangan tunggu inspirasi datang, tapi paksakan diri untuk tetap menulis. Karena dari tulisan-tulisan kecil itu, akan lahir karya besar,” ucapnya.
Dengan konsistensi dan semangat yang ia tunjukkan, Rizky Nia Meylani menjadi bukti bahwa generasi muda mampu bersaing di kancah literasi nasional.
Enam buku yang sudah lahir hanyalah awal dari perjalanan panjangnya sebagai penulis muda yang penuh potensi. (*)
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|