Sabtu, 21 Maret 2026

Perayaan Idulfitri

Suasana Salat Idulfitri di Bone Bolango Gorontalo, Momen Perantau Pulang Kampung

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa saat salat Idulfitri di Masjid Al Mutawaqqillin, Desa Kopi,

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Suasana Salat Idulfitri di Bone Bolango Gorontalo, Momen Perantau Pulang Kampung
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
SALAT ID-- Suasana salat Idulfitri di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provisi Gorontalo, Sabtu (21/3/2026). 

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa saat salat Idulfitri di Masjid Al Mutawaqqillin, Desa Kopi,

 TRIBUNGORONTALO.COM - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa saat salat Idulfitri di Masjid Al Mutawaqqillin, Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Sabtu (21/3/2026) pagi

Sejak pagi hari, sekitar pukul 06.00 Wita, warga mulai berdatangan ke masjid. 

Jalanan desa yang biasanya lengang mendadak ramai oleh langkah kaki jamaah yang datang berkelompok, mulai dari orang tua hingga anak-anak.

Pelaksanaan salat Id dimulai sekitar pukul 07.00 Wita. 

Sejak sebelum waktu pelaksanaan, gema takbir dan bunyi beduk sudah terdengar bersahutan, menambah suasana khidmat khas pagi Idulfitri di pedesaan.

Pantauan di lapangan, area masjid tidak mampu lagi menampung seluruh jamaah. 

Saf salat meluas hingga ke halaman, teras, bahkan badan jalan di depan masjid.

Panitia terlihat sigap mengarahkan jamaah agar tetap tertib. 

Tenda berukuran besar dipasang di sisi luar masjid, dihiasi kain bernuansa hijau dan kuning yang melambai tertiup angin pagi.

Di bawah tenda tersebut, jamaah perempuan duduk rapi di atas sajadah dan karpet. 

Beberapa ibu tampak menggendong anak, sementara anak-anak lainnya duduk bersisian, sebagian masih terlihat mengantuk namun tetap mengikuti suasana.

Tumpukan sandal dan sepatu menggunung di pintu masuk masjid hingga sepanjang pagar, menandakan membludaknya jamaah.

Sementara itu, di dalam masjid, jamaah laki-laki memenuhi setiap saf hingga ke bagian belakang. 

Tiang-tiang besar berwarna emas dengan ornamen kaligrafi menambah kesan khusyuk di dalam ruangan.

Suasana salat Idulfitri di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara ffff
SALAT ID-- Suasana salat Idulfitri di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provisi Gorontalo, Sabtu (21/3/2026).

Banyak Perantau Pulang Kampung

Kepala dusun, Parman S. Giu, mengatakan jumlah jamaah tahun ini meningkat karena banyaknya warga yang pulang dari perantauan.

“Banyak yang pulang kampung dari Manado dan daerah lain. Jadi setiap Idulfitri masjid selalu penuh,” ujarnya.

Ia menyebutkan kapasitas masjid sekitar 500 jamaah, namun pada momen hari raya jumlah tersebut meningkat signifikan.

“Makanya kita siapkan tambahan di luar, termasuk sampai ke badan jalan dan sekitar tempat wudhu,” tambahnya.

Persiapan pelaksanaan salat Id telah dilakukan sejak sehari sebelumnya.

Warga bersama panitia bergotong royong memasang tenda, membentangkan karpet, hingga membersihkan area sekitar masjid.

“Sejak sore sampai malam kami sudah siapkan semua, supaya pagi hari jamaah tinggal datang dan bisa langsung beribadah dengan nyaman,” jelas Parman.

Masjid Al Mutawaqqillin yang dibangun sekitar tahun 2007 menjadi pusat kegiatan keagamaan warga Desa Kopi. 

Meski beberapa bagian masih dalam tahap renovasi, hal itu tidak mengurangi kekhusyukan jamaah dalam beribadah.

Usai pelaksanaan salat dan khutbah, suasana berubah menjadi penuh haru. 

Jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Tidak sedikit yang terlihat berpelukan erat, melepas rindu setelah lama terpisah.

Beberapa di antaranya bahkan tampak menitikkan air mata. 

Tangis haru pecah di tengah kerumunan, terutama saat anggota keluarga yang lama merantau akhirnya kembali dan bertemu di momen Idulfitri.

Di sudut lain, terdengar sapaan hangat dan tawa kecil, menandai kebahagiaan sederhana warga yang kembali berkumpul.

Anak-anak mulai berlarian di halaman, sementara orang dewasa masih larut dalam suasana silaturahmi.

Nuansa pedesaan yang asri, ditambah kehadiran para perantau, menjadikan Idulfitri di Desa Kopi terasa lebih hidup dan penuh makna.

Kesederhanaan tempat, keterbatasan ruang, hingga tenda darurat justru memperkuat rasa kebersamaan. 

Momen ini menjadi pengingat bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga tentang kembali pada keluarga, pada kampung halaman, dan pada hati yang saling memaafkan.(*/Jefri)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved