Human Interest Story
Cerita Yusran Mulanji, Penjual Sapi di Pasar Hewan Boalemo Gorontalo
Cerita Yusran Mulanji, warga Desa Wonggahu,Kabupaten Boalemo yang menjadi penjual sapi di Pasar Hewan Paguyaman
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yusran-Mulanji-42-warga-Desa-Wonggahu-ddddd.jpg)
Ringkasan Berita:
- Cerita Yusran Mulanji, warga Desa Wonggahu,Kabupaten Boalemo yang menjadi penjual sapi di Pasar Hewan Paguyaman
- Seorang penjual sapi membutuhkan modal yang besar, jika harga sapinya Rp 25 juta per ekor
TRIBUNGORONTALO.COM - Cerita Yusran Mulanji, warga Desa Wonggahu,Kabupaten Boalemo yang menjadi penjual sapi di Pasar Hewan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Pria berusia 42 tahun ini hampir setiap hari berjualan sapi di berbagai pasar hewan.
"Hari Senin, saya jualan di pasar ini, Selasa di Kecamatan Sidomulyo, Rabu di Kecamatan Pulubala, Sabtu di Kecamatan Bongomeme, dan juga Kecamatan Sidomulyo," Jelasnya.
Menurutnya, menjadi pedagang sapi tidak begitu susah karena hanya membeli dari peternak.
"Saya hanya membeli dari petani, kemudian saya jual kembali di pasar hewan," ujarnya
Ia menambahkan, menjadi seorang penjual sapi membutuhkan modal yang besar, jika harga sapinya Rp 25 juta per ekor, maka Rp 50 juta hanya dapat membeli 2 ekor.
Menurutnya, modal menjadi pedagang sapi seharusnya kurang lebih Rp 200juta. Dia mengatakan para petani mengeluhkan harga yang dijual pedagang sapi karena sudah mahal.
Ia menceritakan seorang pedagang sapi di pasar hewan tidak selalu mendapatkan keuntungan, terkadang sapi yang dibeli di petani Rp 20jt, di pasar hewan sering ditawar Rp 18 juta.
"Jika membawa sapi 5 ekor, apabila 3 ekor rugi, namun masih ada 2 ekor yang menutupi kerugian tersebut. Artinya tidak semua yang dijual 5 untung," ujarnya.
Dia harus sewa mobil Rp 100 ribu ongkos antar
Katanya, keuntungan menjadi pedagang sapi belum bisa dinikmati saat baru pertama jualan.
"Nanti sudah lunas bank, maka untungnya sudah bisa dirasakan", Ujar Yusran.
Ia mengungkapkan sapi miliknya sebanyak 8 ekor habis terjual.
"Saya memiliki beberapa jaringan di berbagai tempat sehingga apabila ada yang menjual sapi maka akan menelpon saya", ungkapnya.
Dia membeli sapi dari berbagai wilayah Paguyaman, Wonosari, Tilamuta, hingga Marisa.
Pasar Hewan Paguyaman Boalemo Ramai, Harga Sapi Rp8 Juta- Rp 60Juta
Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pasar hewan di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo ramai dikunjungi masyarakat pada Senin (25/05/2026).
Amatan wartawan TribunGorontalo.com, ratusan sapi yang siap untuk dijual di pasar hewan Paguyaman tersebut.
Ada sapi terikat di mobil, ada yang terikat di batang kelapa, ada juga hanya terikat di kayu kecil.
Sapi berbagai jenis tersedia di Pasar tersebut mulai dari sapi Bali, hingga sapi Limosin.
Hujan deras membuat para pedagang maupun pembeli meneduh, namun aktivitas hanya terhenti sementara.
Saat hujan redah terlihat para pedagang terlihat sibuk menata ulang sapi-sapi mereka. Sapi ditawarkan mulai Rp 8 juta hingga Rp 60 juta
Ada 2 pasang sapi Limosin yang dijual dengan harga Rp 50-60 Juta per ekor
"Sapi yang saya jual jumlahnya 8 ekor, alhamdulillah sudah laku semua," Ujar Yusran Mulanji (42) Penjual sapi asal Desa Wonggahu, Boalemo kepada TribunGorontalo.com.
Ia menambahkan, harga sapi tahun ini jauh lebih meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Harganya perkiraan naik Rp 2 juta per ekor, harga sebelumnya Rp 12 juta, saat ini sudah menjadi 14 juta, dan harga yang Rp 15 juta menjadi Rp 17 juta", Tuturnya.
Katanya, harga sapi miliknya paling mahal Rp 25 juta, dan paling murah Rp 8 juta.
Waeis Ismail (33) warga Wonosari mengatakan harga sapi mengalami kenaikan jelang Hari Raya IdulAdha
Menurutnya, harga sapi yang paling mahal Rp 60 Juta dan paling murah Rp 7,5 juta
Ia menambahkan, stok sapi di pasar ini, masih aman karena ia melihat terdapat ratusan sapi yang sering ditawarkan kepada pembeli.
"Saat ini saya mencari sapi laki-laki, yang harganya di bawah Rp 10 juta," tambahnya. (*/Rahmat)
| Cerita Yusuf Abas, Peternak Sapi Limosin yang Dibeli Presiden untuk Kurban di Gorontalo |
|
|---|
| Tak Lagi Bergantung Jala, Olis Latif Kini Mendayung Rezeki dari Wisata Hiu Paus Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Pedagang Pisang di Kota Tua Gorontalo, 20 Tahun Berjualan hingga Kini Masih Eksis |
|
|---|
| Kisah Santi Yusuf, Peternak Ayam Petelur di Gorontalo yang Bertahan 20 Tahun |
|
|---|
| Sosok Safrin Amir Dau, Jawara Qira’at Murattal Remaja MTQ Kabupaten Boalemo Gorontalo |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.