Sabtu, 18 April 2026

Pemkab Boalemo

Wabup Boalemo Gorontalo Lahmudin Hambali Buka Pengukuhan Senopati Tigadara

Pemerintah Kabupaten Boalemo terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wabup Boalemo Gorontalo Lahmudin Hambali Buka Pengukuhan Senopati Tigadara
TribunGorontalo.com
PENGUKUHAN -- Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, secara resmi membuka kegiatan pengukuhan dan pengkaderan Organisasi Senopati Tigadara yang dilaksanakan di Pantai Bolihutuo, Sabtu (18/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Boalemo terus mendorong pengembangan kawasan Piloliyanga sebagai pusat ekonomi baru melalui berbagai program strategis. 
  • Kehadiran batalyon dan pembangunan infrastruktur diproyeksikan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. 
  • Organisasi Senopati Tigadara diharapkan turut berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan tersebut.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo — Pemerintah Kabupaten Boalemo terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan kawasan strategis, salah satunya di Desa Piloliyanga.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, saat membuka secara resmi kegiatan pengukuhan dan pengkaderan Organisasi Senopati Tigadara yang berlangsung di Pantai Bolihutuo, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Lahmuddin menegaskan bahwa Piloliyanga kini mulai diarahkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Boalemo.

Baca juga: Keluarga Korban Ungkap Detik-detik Sebelum Dua Bocah Hanyut di Sungai Gorontalo

Hal ini ditopang oleh masuknya sejumlah program strategis, termasuk pembangunan batalyon yang diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Saat ini jumlah prajurit di batalyon telah bertambah sebanyak 70 orang sehingga total menjadi 605 personel. Dengan pembangunan batalyon yang menelan anggaran sekitar Rp80–90 miliar, kita optimistis akan terjadi peningkatan perputaran ekonomi, khususnya di tiga desa sekitar,” ujar Lahmuddin.

Ia menjelaskan, dengan potensi jumlah personel yang dapat mencapai lebih dari 1.000 orang serta rata-rata penghasilan sekitar Rp 5 juta per bulan, maka dampak ekonomi yang ditimbulkan akan cukup besar bagi masyarakat.

Diperkirakan, jika setiap personel membelanjakan minimal Rp1 juta per bulan di wilayah sekitar, maka perputaran uang di masyarakat dapat mencapai sekitar Rp1 miliar setiap bulan.

Selain itu, Pemkab Boalemo juga tengah mengupayakan berbagai program pendukung guna memperkuat konektivitas dan infrastruktur di kawasan tersebut.

Di antaranya pengajuan pembangunan Sekolah Garuda ke pemerintah pusat, penyusunan Detail Engineering Design (DED) jembatan di Piloliyanga dengan nilai sekitar Rp1 miliar, serta rencana pembangunan jalan lingkar dengan estimasi anggaran mencapai Rp90 miliar.

Wabup Lahmuddin juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka, seiring meningkatnya minat pelaku usaha dari luar daerah untuk berinvestasi di wilayah tersebut.

“Beberapa pelaku usaha sudah mulai menghubungi kami untuk membuka usaha di wilayah ini. Kami persilakan, karena lahan adalah milik masyarakat. silahkan bekerjasama, Namun,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat lokal dalam menghadapi persaingan agar mampu menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi di daerahnya sendiri.

Lebih lanjut, Wabup Lahmuddin berharap Organisasi Senopati Tigadara dapat mengambil peran strategis sebagai motor penggerak di tengah perubahan yang terjadi, serta mampu mendorong anggotanya untuk berpikir visioner dan adaptif.

“Organisasi harus mampu menjadi motor penggerak, bukan hanya penonton. Anggota harus berpikir ke depan agar dapat mengambil peluang dari perkembangan yang ada,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved