PEMROV GORONTALO
Pemprov Gorontalo Bakal Perketat Syarat Bantuan UMKM, Perokok Jadi Prioritas Evaluasi
Idah menjelaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap para penerima bantuan UMKM
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-Gorontalo-Idah-Syahidah-bersama-para-pelaku-UMKM.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, menyampaikan pesan khusus saat menyerahkan bantuan bahan produksi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Kota Utara, Kamis (28/8/2025).
Di hadapan ratusan penerima, ia menyinggung soal kebiasaan merokok.
"Yang hari ini masih merokok dimaafkan, tetapi tahun depan kami akan ketat memberikan penilaian," tegas Idah.
Peringatan itu muncul setelah Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, meminta para peserta untuk tidak merokok saat acara berlangsung.
"Ada yang suaminya merokok? Kalau ada yang merokok diam dulu sementara," ujar Risjon yang disambut tawa warga.
Baca juga: Wakil Gubernur Gorontalo Salurkan Ribuan Bantuan untuk Pelaku UMKM
Evaluasi dan Peningkatan Bantuan
Idah menjelaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap para penerima bantuan, tidak hanya pada perkembangan usaha, tetapi juga kedisiplinan dalam menciptakan lingkungan sehat.
Hal ini untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Idah juga meminta penerima untuk tidak menyia-nyiakan bantuan senilai Rp1 juta dalam bentuk bahan pokok seperti beras, tepung, minyak goreng, dan gula.
Ia menyebut bantuan ini akan dinaikkan menjadi Rp2,5 juta tahun depan.
"Agar kesejahteraan rakyat meningkat, kesejahteraan keluarga meningkat, untuk itu harus berjuang," pesannya
Dalam tahap kedua ini, sebanyak 1.645 pelaku UMKM di Kota Gorontalo menerima bantuan.
Bantuan diberikan kepada empat kategori usaha, yakni pedagang warungan, pedagang gorengan, pedagang minuman, dan pedagang kue.
Idah memastikan bantuan yang diberikan berkualitas, bukan "abal-abal".
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat menjaga kualitas dan higienitas dagangan.
"Kalau flu pakai masker, kalau kue pengolahannya pakai sarung tangan," pungkas Idah. (*)