Informasi Kesehatan
Miris! 17 Anak Meninggal Karena Campak, Gegara Belum Pernah Imunisasi, Simak & Kenali Penyakitnya
Sebanyak 17 anak dilaporkan meninggal dunia, dan 16 di antaranya diketahui belum pernah menjalani imunisasi campak,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penyakit-Campak-xmckvs.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Wabah campak yang melanda Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memunculkan fakta tragis yang mengundang keprihatinan.
Sebanyak 17 anak dilaporkan meninggal dunia, dan 16 di antaranya diketahui belum pernah menjalani imunisasi campak, sementara satu anak lainnya tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
Data ini disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep pada 23 Agustus 2025, seiring dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang telah ditetapkan menyusul penyebaran virus campak secara masif di 26 kecamatan, baik wilayah daratan maupun kepulauan.
Kasus campak ini tersebar di 26 kecamatan, baik daratan maupun kepulauan dan telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Bakti BCA 2025 Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar hingga Fasilitas yang Didapat
"Kita semua harus kerja secara terpadu semua elemen, terintegrasi baik sektor fertikal dan horizontal," tegas Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi pasien campak di Ruang Mawar RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep pada Sabtu (23/8/2025).
Agar penanganan KLB Campak di Sumenep ini maksimal, maka harus dilakukan kerja secara terpadu dan terintegrasi oleh semua elemen dengan cepat dan masif.
Secara vertikal lanjutnya, Kemenkes RI dan Pemprov Jatim telah hadir langsung. Bahkan ada institusi Internasional yaitu UNICEF dan WHO.
"Kalau secara horizontal disini ada Bupati, Wakil Bupati dan berbagai institusi lain dan bahkam termasuk jajaran TNI/Polri," paparnya.
Juga dari Dandim 0827/Sumenep, Polres Sumenep sampai dengan Babinsa Bhabinkamtibmas semua itu harus terpadu dan terintegrasi.
Hal itu diperlukan, guna percepatanan penanganan KLB Campak yang melanda di Kabupaten Sumenep.
"Kita harus bisa memberikan percepatan penanganan, besok lusa akan dilakukan vaksinasi secara masif pada 25 Agustus - 14 September 2025 mendatang. Yakni vaksinasi campak rubela," kata Khofifah Indar Parawansa.
Dengan demikian, diharapkan sosialisasi terhadap pentingnya vaksinasi campak rubela tersebut dapat dilakukan secara masif hingga lini terbawah di masyarakat.
Baca juga: 3 Berita Gorontalo Terpopuler : 200 ASN Kredit Macet hingga Lulusan SD Hidupi Puluhan Yatim - Lansia
"Ini bekerjanya di lini paling bawah, oleh karena itu kami mohon semua elemen bersatu padu menyampaikan pesan ini kepada masyarakat," pintanya.
Untuk diketahui sebelumnya, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep hingga Agustus 2025 tercatat 17 kasus meninggal akibat penyakit Campak.
Dari jumlah itu 16 diantaranya terkonfirmasi tidak pernah menjalani imunisasi, sedangkan satu lainnya tidak lengkap imunisasi.