Berita Nasional

Pasokan Gas Dibatasi 48 Persen, Industri Gelas Kaca Terancam Mati

Industri gelas kaca di Indonesia kini berada di ujung tanduk setelah Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI) menerima surat

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
PASOKAN GAS TERBATAS - Jaringan pipa gas. Pasokan gas kini dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia menerima surat untuk membatasi pemakaian gas sebesar 48 persen atau dikenai penalty 120 persen dari harga gas regasifikasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Industri gelas kaca di Indonesia kini berada di ujung tanduk setelah Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI) menerima surat pembatasan pasokan gas.

Ketatnya pembatasan ini memaksa industri menurunkan kapasitas produksi, bahkan beberapa di antaranya terpaksa berhenti beroperasi.

Ketua APGI, Henry Susanto, mengatakan bahwa pihaknya menerima surat dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pada 13 Agustus 2025.

Surat tersebut menginstruksikan pembatasan pemakaian gas hingga 48 persen, dengan sisa penggunaan akan dikenakan penalti besar.

Harga Melambung, Produksi Terhenti

Henry menjelaskan, para anggota asosiasi harus membayar gas seharga 7 dolar AS (sekitar Rp 113.039) per million British thermal units (mmbtu) untuk kuota 48 persen.

Namun, untuk sisa 52 persen penggunaan gas, harganya melonjak drastis menjadi 17,82 dolar AS (sekitar Rp 287.913).

"Ini sangat memberatkan anggota kami," ucap Henry, Senin (18/8/2025).

Menurutnya, sejak surat pembatasan diterima, anggota APGI mengalami penurunan pasokan gas yang sangat terasa.

Dampaknya, beberapa pabrik harus menurunkan utilitas produksi dan sebagian lainnya terpaksa beralih ke bahan bakar alternatif yang harganya lebih mahal.

“Ini sama saja dengan mematikan industri gelas dan industri yang memakai gas,” tegas Henry.

PGN Klaim Pasokan Stabil, Industri Tetap Menderita

Sebelumnya, PGN didukung oleh Kementerian ESDM dan SKK Migas mengklaim telah mengambil langkah intensif untuk menjaga stabilitas pasokan gas di Jawa Barat dan sebagian Sumatera.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan pasokan gas berangsur stabil dengan adanya tambahan alokasi gas.

“Hal ini merupakan bentuk sinergi PGN dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengupayakan stabilisasi dan penguatan pasokan gas, untuk memastikan keberlanjungan layanan kepada pelanggan,” ujar Fajriyah, Minggu (17/8/2025).

Namun, klaim tersebut tidak sejalan dengan kenyataan yang dihadapi APGI.

Bagi para produsen gelas kaca, kelangkaan gas dan harga yang mencekik tetap menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan bisnis mereka. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved