Kabar Artis
Perang Skincare! Doktif vs Fitri Salhuteru Makin Panas, Laporan Polisi & Sindiran Pedas Bersautan
Perseteruan bermula dari kritik Fitri Salhuteru terhadap brand skincare milik Doktif, Amiraderm, yang disebut-sebut sempat mendapat teguran dari BPOM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dokter-Samira-alias-Doktif-nxcnvf.jpg)
TRIBUNGORONTAO.COM -- Konflik panas antara dua nama besar di dunia skincare Tanah Air, Dokter Samira Farahnaz alias Doktif dan pengusaha properti Fitri Salhuteru, makin memanas.
Bukan sekadar adu sindiran di media sosial, perseteruan ini kini telah menyeret keduanya ke ranah hukum.
Perseteruan bermula dari kritik Fitri Salhuteru terhadap brand skincare milik Doktif, Amiraderm, yang disebut-sebut sempat mendapat teguran dari BPOM karena dugaan overclaim.
Fitri menyindir Doktif sebagai sosok yang sering menyerang brand lain, padahal produk miliknya sendiri bermasalah.
Doktif telah melaporkan pengusaha properti Fitri Salhuteru atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial ke Polda Metro Jaya.
Langkah itu ditempuh Doktif sebab Fitri Salhuteru diduga menjatuhkan kredibilitasnya sebagai dokter dan pengusaha skincare lewat pernyataan-pernyataan Fitri di media sosial.
Belum lama ini akun Instagram atau IG Fitri Salhuteru mendadak hilang.
Lewat akun keduanya, @fs.salhuteru, Fitri mengatakan akun utamanya mendadak hilang diduga karena diretas.
Alih-alih percaya pada ucapan Fitri Salhuteru, Doktif justru memiliki dugaan lain.
Baca juga: BPOM Cabut Izin Edar 14 Merek Kewanitaan Gara-gara Sebarkan Informasi yang Sesatkan Konsumen
Wanita kelahiran Bondowoso, Jawa Timur, 12 Januari 1981 itu menduga akun Instagram tersebut bukan hilang karena diretas atau di-hack melainkan sengaja dinonaktifkan.
"Yang doktif soroti itu tentang akun, akun IG-nya yang saat ini nonaktif," ujar Doktif dikutip dari YouTube Cumi-cumi, Selasa (12/8/2025).
"Dugaannya Doktif itu bukan hilang, tapi sengaja dinonaktifkan," lanjutnya.
Lebih lanjut ia memiliki prasangka, akun tersebut sengaja dinonaktifkan lantaran akan dijadikan barang bukti dalam proses hukum yang kini bergulir.
"Karena kemungkinan akun IG FS (Fitri Salhuteru) itu akan dijadikan barang bukti, jadi akan di sita."
"Yang Doktif khawatirkan pada saat akun itu akan disita oleh pihak (Polres Jaksel) Jakarta Selatan dia akan bilang 'lho akun saya sudah di hack'," bebernya.