Sabtu, 14 Maret 2026

UMKM Gorontalo

Nasib Agus Saidi, Pedagang Pisang di Kota Gorontalo Terancam Kehilangan Tempat Berjualan

Agus Saidi, penjual pisang dan kacang di Kota Gorontalo, menggantungkan hidupnya pada sebuah lapak kecil di tepi Jalan KH Adam Zakaria

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Nasib Agus Saidi, Pedagang Pisang di Kota Gorontalo Terancam Kehilangan Tempat Berjualan
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
UMKM GORONTALO -- Agus Saidi, penjual pisang di Jl KH Adam Zakaria, Kota Gorontalo. Agus terancam kehilangan tempat berjualan karena biaya lahan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Di balik kesibukan Jalan KH Adam Zakaria, Kota Gorontalo, tersimpan kisah inspiratif seorang ayah bernama Agus Saidi.

Dari lapak kecilnya, penjual pisang dan kacang ini tak hanya mencari nafkah, tetapi juga merajut masa depan ketiga anaknya.

Meski hasil jualannya pas-pasan, Agus membuktikan bahwa kerja keras dan ketulusan bisa mengantarkan anak-anaknya ke bangku kuliah.

Dua tahun terakhir, lapak Agus telah menjadi tujuan favorit warga Gorontalo. Pisang dan kacang yang ia jual didatangkan langsung dari Bolaang Mongondow Selatan.

Namun, tidak semua dagangannya laku. Daripada merugi, Agus memilih untuk membagikan sisa dagangannya kepada orang lain, sebuah tindakan yang mencerminkan ketulusannya.

Pilihan Agus untuk berjualan pisang datang setelah ia meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai tukang bangunan, sebuah keputusan yang kini membuahkan hasil luar biasa bagi keluarganya.

"Saya jualan pisang karena sudah capek kerja bangunan, sudah tidak mampu mengangkat barang yang berat," tuturnya.

Lapak yang ia tempati saat ini berdiri di atas lahan milik orang lain. Namun, Agus mengaku telah mendapat izin dari pemerintah untuk berjualan di sana.

Masalah baru muncul beberapa hari terakhir, ketika pemilik lahan datang dan meminta mereka membayar sewa.

"Lahan ini awalnya tidak bayar, tetapi beberapa hari ini pemiliknya datang meminta bayaran," ujar Agus.

Agus dan sekitar tiga pedagang lain memilih diam saat pemilik tanah datang. Alasannya, mereka ingin persoalan ini dibicarakan langsung oleh pihak yang memberikan izin awal.

"Karena Bapak sendiri yang mengizinkan kami di sini," tambahnya.

Kini, Agus berharap masalah ini bisa segera dibicarakan antara pihak yang memberi izin dan pemilik lahan. 

Baginya, keberlangsungan tempat berjualan berarti juga mempertahankan sumber penghidupan keluarganya.

 


(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved