Minggu, 8 Maret 2026

Peringatan Tsunami Gorontalo

FOTO Suasana Warga Pesisir Pantai Kota Gorontalo Saat Peringatan Dini Tsunami, Ada Pengungsian

- Berikut foto-foto suasana warga di pesisir Kelurahan Leato dan Kelurahan Pohe Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto FOTO Suasana Warga Pesisir Pantai Kota Gorontalo Saat Peringatan Dini Tsunami, Ada Pengungsian
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO/TANGAHU
SUASANA PANTAI - Suasana pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami pada Rabu (30/07/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut foto-foto suasana warga di pesisir Kelurahan Leato dan Kelurahan Pohe Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami pada Rabu (30/07/2025).

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat dampak dari gempa bumi magnituso 8,7 di dekat pesisir timur Kamchatka, Rusia.

Tsunami diperkirakan akan tiba di Gorontalo pada Rabu pukui 16:39:54 Wita.

Berikut Foto-Foto Warga Mengungsi: 

Foto suasana warga pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo ddeferff
PENGUNGSI TSUNAMI - Foto suasana warga pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami mengungsi ke Lanal Gorontalo pada Rabu (30/07/2025).
Foto suasana warga pesisir Kelurahan Leato dan Kelurahan Pohe dddddd
PENGUNGSI TSUNAMI - Foto suasana warga pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami mengungsi ke Lanal Gorontalo pada Rabu (30/07/2025).
warga pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo, dddd
PENGUNGSI TSUNAMI - Foto suasana warga pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami mengungsi ke Lanal Gorontalo pada Rabu (30/07/2025).
suasana pengungsi dari peringatan dini tsunami di pesisir Kelurahan Leato  dddd
PENGUNGSI TSUNAMI - Foto suasana warga pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami mengungsi ke Lanal Gorontalo pada Rabu (30/07/2025).
TSUNAMI GORONTALO - Beberapa warga Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo bergerak cepat mencari tempat perlindungan atau pengungsian setelah mendengar kabar tsunami pada Rabu (2025/07/30).
PENGUNGSI TSUNAMI - Foto suasana warga pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami mengungsi ke Lanal Gorontalo pada Rabu (30/07/2025).
MENGUNGSI -- Sejumlah warga Kelurahan Leato, Kota Gorontalo, mengungsi pasca peringatan Tsunami, Rabu (30/7/2025).
MENGUNGSI -- Sejumlah warga Kelurahan Leato, Kota Gorontalo, mengungsi pasca peringatan Tsunami, Rabu (30/7/2025). (TribunGorontalo.com)

Foto Suasana Pantai Pesisir Kota Gorontalo

Pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo 78889999
SUASANA PANTAI - Suasana pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami pada Rabu (30/07/2025).
Suasana pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo  88899888
SUASANA PANTAI - Suasana pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami pada Rabu (30/07/2025).
peringatan dini tsunami Gorontalo 8880000
SUASANA PANTAI - Suasana pesisir Kelurahan Leato Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo saat ada peringatan dini tsunami pada Rabu (30/07/2025).
TSUNAMI GORONTALOI-- Kondisi di Pantai Pohe Kecamatan Hulothalangi, Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo terpantau normal, Rabu (30/7/2025).
TSUNAMI GORONTALOI-- Kondisi di Pantai Pohe Kecamatan Hulothalangi, Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo terpantau normal, Rabu (30/7/2025). (TRIBUNGORONTALO/JEFRI POTABUGA)
TSUNAMI -- Peringatan Tsunami di pesisir Kota Gorontalo sore ini Rabu 30 Juli 2025. BMKG minta warga tak panik dan tetap tenang.
TSUNAMI -- Peringatan Tsunami di pesisir Kota Gorontalo sore ini Rabu 30 Juli 2025. BMKG minta warga tak panik dan tetap tenang. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
PERINGATAN TSUNAMI - Pesisir Pantai Ilodulunga, Gorontalo Utara, warga mulai panik adanya peringatan tsunami dari BMKG, berencana mengungsi, Rabu (30/7/2025)
PERINGATAN TSUNAMI - Pesisir Pantai Ilodulunga, Gorontalo Utara, warga mulai panik adanya peringatan tsunami dari BMKG, berencana mengungsi, Rabu (30/7/2025) (TRIBUNGORONTALO/EFRIET MUKMIN)

Puluhan Pesisir Pantai Kota Gorontalo Mengungsi Karena Takut Tsunami

Puluhan warga Pesisir Pantai Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo memilih mengungsi ke tempat lebih tinggi.

lya Hamzah, warga Kota mengaku mendapatkan kabar tersebut dari BMKG Provinsi Gorontalo dan langsung mengambil langkah cepat.

Alya tak sendiri, Ia datang bersama sejumlah warga lainnya untuk mengungsi ke tempat yang dianggap aman.

"Kami sekitar 20-an orang yang ke sini," kata Alya, Rabu (30/2025).

Saat tiba di Mako Pangkalan TNI AL Gorontalo sekitar pukul 13.00 Wita, jumlah warga yang datang terus bertambah. 

Diperkirakan sudah sekitar 30 orang yang berkumpul di lokasi tersebut. 

Mereka akhirnya diperkenankan masuk ke dalam kawasan Mako.

Meski sudah ada sebagian yang mengungsi, tidak semua warga memilih langkah serupa. 

Alya menyebut, masih banyak masyarakat yang bertahan di rumah. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran tersendiri. 

Iyun Yunus, warga lainnya yang juga turut mengungsi, menyampaikan bahwa ini bukan kali pertama mereka mengalami kondisi serupa.

"Pernah tapi sudah lama sekali sebelum Lanal ini seperti ini," imbuhnya.

Ia berharap situasi ini tidak benar-benar berujung pada bencana tsunami. 

Warga Leato Gorontalo Mengungsi di Lanal Gorontalo Saat Peringatan Dini Tsunami

Beberapa warga Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo mencari tempat perlindungan atau pengungsian setelah mendengar kabar tsunami pada Rabu (2025/07/30).

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat dampak dari gempa bumi magnituso 8,7 di dekat pesisir timur Kamchatka, Rusia

Warga Leato memilih sejulmah tempat mengungsi di kawasan Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AL atau Lanal Gorontalo

Sejak informasi itu tersebar, sejumlah warga mulai terlihat berdatangan ke markas militer tersebut. 

Wajah-wajah cemas menghiasi suasana di Mako Pangkalan TNI AL, salah satu yang terlihat adalah Enti Biki, warga setempat yang datang bersama seorang anaknya.

Enti duduk dengan gelisah di depan markas TNI, sambil membawa tas kuning berisi barang-barang penting. 

Ia tampak panik, terutama karena memikirkan keselamatan anak-anaknya.

"Panik pak masalahnya ada anak-anak, kalau kita orang tua kan cepat sekali mengungsi," ujar Enti dengan napas tersengal

Ia menyebut bahwa baru sekitar lima kepala keluarga yang mengungsi ke lokasi tersebut, meski sebagian dari mereka masih bolak-balik ke rumah. 

Markas TNI itu seakan menjadi titik yang dianggap cukup aman oleh masyarakat, khususnya yang tinggal dekat pesisir.

"Kalau saat ini, mungkin baru lima kepala keluarga yang mengungsi ke sini, tapi mereka masih balik ke rumahnya," katanya.

Situasi serupa juga diungkapkan warga lainnya, Ismail Ulyasi.  Ia membenarkan bahwa sebagian masyarakat mulai panik dan memilih untuk menjauh dari bibir pantai.

"Memang masyarakat ada yang sudah panik dan mengungsi," ujar Ismail, yang juga berasal dari Kelurahan Leato Selatan.

Pantauan lebih luas menunjukkan bahwa bukan hanya warga di Leato Selatan yang bersiaga. 

Di Kelurahan Leato Utara, kondisi yang sama terjadi,  kepanikan juga dialami warga  lanjut usia. 

Para lansia menjadi kelompok rentan yang paling merasakan dampak psikologis dari peringatan tsunami ini. 

Beberapa dari mereka bahkan kesulitan bergerak dan membutuhkan bantuan keluarga untuk mengungsi.

Warga Ilodulunga Gorontalo Utara Sempat Panik Usai Peringatan Tsunami

Warga  Desa Ilodulunga Kecamatan Anggrek, pesisir Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo sempat panik adanya informasi peringatan dini tsunami dari BMKG.

Peringatan tsunami ini muncul akibat dampak dari gempa bumi magnituso 8,7 di dekat pesisir timur Kamchatka, Rusia

Amatan TribunGorontalo.com warga mulai panik bahkan mulai menghubungi keluarga untuk bersiap-siap pergi mengungsi.

Sementara itu, air laut dalam kondisi tenang dan surut, sementara angin mulai berhembus.

Utun Dai Warga Desa Ilodulunga mengatakan bahwa warga yang berada di pesisir pantai sudah mengetahui adanya informasi peringatan tsunami.

"Saat ini kami waspada, saya juga baru dari melaut, sementara warga yang lain masih berada di laut," ujar Utun kepada TribunGorontalo.com, Rabu (30/7/2025).

 Sejumlah Warga lain sudah mulai berencana untuk mengungsi mencari tempat-tempat yang aman.

Anak-anak yang yang baru pulang dari sekolah pun terasa panik, bertanya ke para orangtuan soal rencana akan datang tsunami.

"Kami tadi sekolah, guru sudah infokan adanya peringatan tsunami, sehingga yang berada di pesisir pantai untuk berhati-hati," ucap Arianti Dai siswa SD.

Sejumlah warga mengaku sangat khawatir mendengar adanya potensi tsunami.

Namun ada juga warga mengaku belum mendengar informasi peringatan dini tsunami

Utun mengatakan sudah ada nelayan kembali ke darat tapi masih ada yan melaut. 

Anisa Abdul warga lainnya mengaku telah menghubungi suaminya berada di pulau untuk segera pulang karena adanya peringatan tsunami.

Jemi Rajak mengaku meski cemas dia masih akan memantau kondisi ait laut di bibir pantai kondisi.

Silva Tomanto warga lainnya mengungkapkan bahwa dulu pernah ada peringatan tsunami seperti saat ini.

"Waktu beberapa tahun lalu ada juga peringatan tsunami, kami sampai mengungsi, alhamdulillah tidak terjadi," ucapnya.

Warga pun berharap tidak terjadi gempa dan tsunami di pesisir pantai Gorontalo Utara. 

Warga Pantai Pohe Gorontalo Tak Panik Meski Ada Informasi Tsunami, Aktivitas Berjalan Normal

Warga di Kelurahan Pohe Kecamatan Hulothalangi Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo tak panik meski adanya informasi tsunami.

Amatan Tribun Gorontalo, Rabu (30/7/2025) suasana aktivitas warga di sekitar kelurahan terpantau normal.

Terlihat masyarakat juga masih melakukan aktivitas seperti biasa.

Ada yang membakar rumput, mengatur warung makan dan aktivitas lainnya.

Ombak di Pantai Pohe pun masih normal. Hanya saja angin berhembus kencang'

Di sekitar Objek Wisata Tangga 2000 juga ada banyak warga yang sedang memantau kondisi air laut.

Beberapa di antaranya ada yang memotret melalui telepon dan ada yang sedang berbincang-bincang.

 Sejauh ini suasana di pesisir Pantai Pohe berjalan normal.

Roman Ali Warga Kelurahan Pohe mengungkapkan dirinya tidak panik dengan adanya informasi tersebut.

"Aktivitas warga biasa saja, belum ada yang panik. Hanya yang di dalam kota saja yang sudah panik," ungkapnya saat diwawancarai.

Namun ia mengaku tetap harus waspada apa bila terjadi tsunami.

"Kalau waspada itu harus, hanya saja jangan panik," bebernya.

Ia berencana apa bila memang terjadi tsunami mereka akan lari ke area atas Tanjung Kramat.

"Ini kan ada bukit, kita bisa lari ke situ. Cuman saya rasa ini masih aman-aman," bebernya.

Adi, pemuda Kelurahan Pohe menyatakan hingga dengan saat ini masyarakat belum melakukan evakuasi barang-barang.

"Belum ada ini sampai dengan siang ini, tapi kita tetap pantauan informasi," bebernya

BMKG Imbau Warga Gorontalo untuk Tetap Tenang dan Jauhi Pantai Imbas Status Waspada Tsunami

Andri Wijaya Bidang, Kepala Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Gorontalo mengatakan untuk warga Gorontalo tidak perlu panik dengan adanya informasi tsunami.

"Tidak perlu panik, Tenang," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (30/7/2025).

Tsunami yang diperkirakan akan terjadi pada pukul 16.39 Wita ini diprediksi dengan ketinggian air 0 - 0,5 meter.

Ketinggian tsunami dengan status waspada diperkirakan kurang dari 0,5 meter saat tiba dipantai dan biasanya hanya berdampak di pesisir tidak sampai ke daratan jauh.

Meskipun begitu, Andi meminta kepada seluruh warga Gorontalo untuk membatasi aktivitas di wilayah pesisir.

"Kuncinya itu tetap tenang, Jangan dulu beraktivitas di pesisir, jangan dulu mandi di pantai," imbuhnya.

Wilayah yang menjadi fokus utama tsunami ini adalah pantai bagian Selatan Gorontalo yakni Pantai Leato Selatan,Talumolo, Tenda, Pohe dan Tanjung Kramat.

Namun, Andri menegaskan ini bukanlah tsunami besar seperti yang terjadi di Provinsi lain.

"Jangan berpikir ini kayak tsunami di Aceh, itu nggak," tandasnya.

Andri berharap warga dapat tenang dengan pemberitaan tsunami yang ada dan tetap memantau informasi selengkapnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Gorontalo merilis tsunami ini diprediksi akan menerjang wilayah Kota Gorontalo dengan estimasi waktu di pukul 16.39 Wita pada 30 Juli 2025.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m),  di wilayah : 

  • Talaud (ETA 14:52:24 WITA)
  • Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA)
  • Halmahera Utara (ETA  16:04:24 WIT)
  • Manokwari (ETA 16:08:54 WIT)
  • Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT)
  • Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT)
  • Supiori (ETA 16:21:54 WIT)
  • Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT)
  • Jayapura (ETA 16:30:24 WIT)
  • Sarmi (ETA 16:30:24 WIT)

Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai. 

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

Tsunami ini merupakan imbas dari gempa berkekuatan 8,7 magnitudo yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia pada Rabu, (30/7/2025) pukul 06.24 WIB.

Gempa tektonik ini juga mengakibatkan tsunami di beberapa negara yakni Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. 

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas  subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka ( Kurile-Kamchatka Trench ). Gempabumi ini memiliki mekanisme naik ( thrust fault ). (*/Jian/Efrit/Jefri/Praila)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved