Tarif Impor Trump
Alasan Donald Trump Turunkan Tarif Impor Jadi 19 Persen untuk Indonesia, Terungkap Ada Kesepakatan
Trump mengumumkan tarif impor sebesar 19 persen untuk Indonesia pada Selasa (15/7/2025) waktu setempat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-saat-menerima-telepon-dari-Presiden-Amerika-Serika-ffff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Alasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menurunkan tarif infor jadi 19 persen untuk Indonesia.
Trump mengumumkan tarif impor sebesar 19 persen untuk Indonesia pada Selasa (15/7/2025) waktu setempat
Untuk diketahui, pengumuman kesepakatan tarif ini disampaikan selang sepekan setelah Donald Trump memberikan pengumuman tarif impor untuk 14 negara, termasuk Indonesia pada Senin (7/7/2025) lalu.
Tarif yang dikenakan untuk Indonesia sebesar 32 persen, yang berarti sama dengan ketetapan sebelumnya pada 2 April 2025.
Menurut Presiden Trump, tarif impor yang diumumkan pada 7 Juli itu bakal berlaku mulai 1 Agustus 2025.
Setelah pengumuman, pemerintah Indonesia lewat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berupaya melakukan negosiasi tambahan dengan pemerintah AS.
Airlangga secara langsung menemui sejumlah pejabat AS di Washington DC untuk memaksimalkan tenggat waktu negosiasi sebelum 1 Agustus 2025.
Besaran tarif 19 persen disebut Trump sebagai kesepakatan perdagangan yang telah dicapai antara pemerintah AS dengan Indonesia.
Di sisi lain, menurut Presiden Trump, produk-produk asal AS tidak akan dikenakan tarif apapun atau nol persen saat masuk ke Indonesia.
"Mereka (Indonesia) akan membayar 19 persen dan kami (AS) tidak akan membayar apa pun," ujar Trump dilansir Reuters, Rabu (16/7/2025).
"Kami akan memiliki akses penuh ke Indonesia, dan kami memiliki beberapa kesepakatan yang akan diumumkan," lanjutnya.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyampaikan, Indonesia akan membayar tarif untuk produk-produknya yang masuk ke Amerika.
Akan tetapi untuk barang dari AS yang masuk ke Indonesia tidak dikenai tarif.
"Tidak ada tarif di sana. Mereka membayar tarif di sini, mengubah asimetri ke arah kita. Mari kita bangkitkan kembali industri, dan itu akan membebaskan petani, peternak, nelayan, dan industri kita," kata Lutnick.
Penjelasan Trump soal besaran tarif impor kepada Indonesia ini disampaikan beberapa jam setelah ia mengumumkan bahwa pemerintah AS dan Indonesia sudah menyepakati ketentuan tarif impor baru.
Pengumuman itu disampaikan lewat unggahan di akun media sosial Truth Social miliknya pada Selasa waktu setempat.
Trump bilang, kesepakatan dengan Indonesia merupakan capaian yang hebat. Kesepakatan itu hanya dibuat dengan Indonesia.
Pemimpin Amerika itu pun menyinggung peran dari Presiden RI dalam kesepakatan itu.
Meski demikian, Trump tidak menyebut nama Prabowo Subianto secara langsung.
"Great deal, for everybody, just made with Indonesia. I dealt directly with with their highly respected President. DETAILS TO FOLLOW!!!".
(Terjemahan: Kesepakatan hebat, untuk semua orang, hanya dibuat dengan Indonesia. Saya berhubungan langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. DETAILNYA AKAN DISAMPAIKAN SELANJUTNYA!!!).
Indonesia disebut menjadi negara keempat yang berhasil mencapai kesepakatan negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat (AS).
Dilansir Reuters, Rabu (16/7/2025), sejak pertama kali meluncurkan kebijakan tarif pada April 2025, Presiden AS Donald Trump sudah mencapai kesepakatan dengan China, Inggris dan Vietnam.
Pada Selasa (15/7/2025) waktu setempat, Donald Trump mengumumkan tarif impor sebesar 19 persen untuk Indonesia.
Besaran tarif itu disebut Trump sebagai kesepakatan perdagangan yang telah dicapai antara pemerintah AS dengan Indonesia.
Ada Komitmen Pembelian Energi hingga Boeing
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Indonesia akan dikenakan tarif 19 persen atas barang-barang yang masuk ke AS, berdasarkan kesepakatan dagang terbaru antara kedua negara.
Angka ini lebih rendah dari ancaman tarif Trump sebelumnya yang mencapai 32 persen.
Lewat unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyebut kesepakatan ini menghasilkan komitmen pembelian besar dari Indonesia, termasuk energi dan produk pertanian asal AS.
"Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen membeli energi AS senilai 15 miliar dollar AS, produk pertanian Amerika senilai 4,5 miliar dollar AS, dan 50 pesawat Boeing Jet, banyak di antaranya Boeing 777," tulis Trump, dikutip dari AFP pada Rabu (16/7/2025).
Meski begitu, pengumuman ini tidak langsung berdampak positif pada saham Boeing. Saham pabrikan pesawat itu justru ditutup turun tipis 0,2 persen pada hari yang sama.
Negosiasi untuk hindari tarif tinggi
Pemerintahan Trump sebelumnya mendapat tekanan untuk merampungkan sejumlah perjanjian dagang demi menghindari penerapan tarif tinggi yang telah direncanakan.
Sebelum kesepakatan dengan Indonesia, Trump baru berhasil menyepakati perjanjian dagang dengan Inggris, Vietnam, dan sementara dengan China terkait penurunan tarif balasan.
Pekan lalu, Trump sempat kembali melontarkan ancaman tarif 32 persen untuk barang-barang asal Indonesia. Rencananya, tarif itu akan mulai berlaku per 1 Agustus 2025.
Namun, belum jelas kapan tarif baru sebesar 19 persen yang diumumkan kali ini akan mulai diterapkan. Rincian periode pelaksanaan pembelian dari Indonesia juga belum diungkapkan.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut kesepakatan ini dicapai usai pembicaraan langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia juga menegaskan, barang-barang yang dialihkan jalur pengirimannya demi menghindari bea masuk tinggi tetap akan dikenakan tarif yang lebih tinggi.
Kesepakatan lain masih digodok
Di luar kesepakatan dengan Indonesia, Trump mengungkapkan kepada wartawan bahwa pemerintahannya tengah menyiapkan perjanjian serupa dengan India.
Sementara itu, pembicaraan dagang dengan Uni Eropa disebut masih berlangsung.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal, dalam sebuah acara Foreign Policy pada Selasa mengatakan, pejabat-pejabat dalam negeri menyambut baik kesepakatan baru ini.
Latar belakang tekanan tarif
Pada April lalu, Trump menetapkan tarif sebesar 10 persen untuk hampir semua mitra dagangnya. Ia juga mengumumkan rencana kenaikan tarif yang lebih spesifik untuk puluhan negara, termasuk Uni Eropa dan Indonesia.
Namun, beberapa hari sebelum jadwal penerapan bea masuk yang lebih tinggi, Trump memutuskan menunda penerapan dari 9 Juli menjadi 1 Agustus. Ini merupakan penundaan kedua yang dilakukan.
Sejak awal pekan lalu, Trump telah mengirimkan lebih dari 20 surat kepada para mitra dagang, termasuk Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kanada, dan Meksiko. Dalam surat itu tercantum tingkat tarif yang akan berlaku mulai Agustus.
Meski begitu, pengecualian untuk barang-barang yang masuk lewat pakta dagang Amerika Utara diperkirakan tetap berlaku.
Trump sebelumnya menegaskan, kebijakan tarif ini bertujuan untuk menanggulangi praktik dagang tidak adil yang dianggap merugikan pelaku usaha AS.
Namun, para analis mengingatkan, tanpa adanya perjanjian dagang, publik Amerika bisa menganggap strategi dagang Trump justru gagal.
"Dalam pandangan publik, tarif itu kerugian. Perjanjian dagang akan dilihat sebagai keuntungan. Jika tidak ada perjanjian, orang-orang akan menyimpulkan strateginya bermasalah," kata William Reinsch, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies, kepada AFP.
Respons pemerintah Indonesia
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, pihaknya sedang mempersiapkan pernyataan bersama antara AS dengan Indonesia.
"Kami sedang mempersiapkan pernyataan bersama antara AS dan Indonesia yang akan menjelaskan besaran tarif timbal balik bagi Indonesia, termasuk kesepakatan tarif, non-tarif, dan pengaturan komersial. Kami akan segera menginformasikannya kepada publik," ujar Susiwijono dilansir Reuters, Rabu.
Kesepakatan tarif antara AS dan Indonesia sendiri disampaikan selang sepekan setelah Donald Trump memberikan pengumuman tarif impor untuk 14 negara, termasuk Indonesia pada Senin (7/7/2025) lalu.
Saat itu, tarif yang dikenakan untuk Indonesia sebesar 32 persen, yang berarti sama dengan ketetapan sebelumnya pada 2 April 2025.
Menurut Presiden Trump, tarif impor yang diumumkan pada 7 Juli itu bakal berlaku mulai 1 Agustus 2025.
Setelah pengumuman, pemerintah Indonesia lewat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto langsung berupaya melakukan negosiasi lanjutan dengan pemerintah AS.
Airlangga pada 8 Juli 2025 menemui sejumlah pejabat AS di Washington DC untuk memaksimalkan tenggat waktu negosiasi sebelum 1 Agustus 2025.
Dalam keterangan di Brussels, Belgia, pada 12 Juli 2025, Airlangga bilang sejumlah usulan tawaran negosiasi dari Indonesia sedang diproses oleh pemerintah Amerika.
Ia saat itu juga memastikan Indonesia tidak akan kena tambahan tarif 10 persen karena menjadi negara anggota BRICS.
"Pertama, tambahan itu tidak ada. Yang kedua, waktunya adalah kita sebut pause. Jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada," tutur Airlangga.
"Jadi kemarin dalam pertemuan di Amerika dengan Secretary (Howard) Lutnick maupun ambassador (Jamieson) Greer dari USTR, itu menyepakati bahwa apa yang diusulkan oleh Indonesia masih berproses lanjut," katanya.
Sehingga sisa waktu sebelum 1 Agustus akan dimanfaatkan untuk finalisasi proposal negosiasi dan penyesuaian akhir dari proposal penawaran yang diberikan Indonesia ke AS.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah mengirimkan delegasi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi tarif dengan AS sejak April 2025.
Saat itu pemerintah mengirimkan tiga menteri kabinet Merah Putih sebagai delegasi untuk berangkat ke Washington DC, AS sebagai untuk merundingkan tarif pada 16-23 April 2025.
Ketiga menteri itu ialah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Ketiganya bersama wakil menteri dan pejabat terkait menemui perwakilan dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Kementerian Perdagangan AS, Kementerian Luar Negeri AS, dan Kementerian Keuangan AS.
Sehingga jika dirunut sejak negosiasi awal pasa April 2025, kesepakatan tarif impor dengan AS kali ini bisa ditempuh dalam waktu negosiasi selama sekitar tiga bulan.
Dengan adanya perkembangan terbaru ini, Indonesia menjadi negara keempat yang berhasil menyepakati negosiasi tarif dengan Amerika sejak regulasi tarif diterapkan pada April 2025.
Sebelumnya pada Mei, AS telah menyepakati tarif dengan China dan Inggris.
Lalu pada awal Juli, pemerintah negeri Paman Sam sudah menyetujui ketentuan tarif impor dengan Vietnam. (*/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Resmi: Trump Kenakan Tarif Impor 19 Persen untuk Indonesia, Barang AS Bebas Bea Masuk ke RI
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.