Program Nikah Massal
Nikah Massal Diminati! Kemenag Siap Gelar di Seluruh Indonesia dengan Biaya Ditanggung Negara
Program nikah massal yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Program nikah massal yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Setelah sukses menggelar pernikahan massal bagi 100 pasangan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kemenag kini bersiap memperluas program ini ke seluruh pelosok Tanah Air.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa antusiasme warga untuk mengikuti program nikah massal sangat tinggi, terutama dari kalangan kurang mampu.
Melihat dampak sosial positif dan kebutuhan yang besar, Kemenag berencana menjadikan program ini sebagai agenda nasional berkelanjutan.
Baca juga: 2 Keberangkatan Kapal Pelni KM Nggapulu Rute Ternate - Jakarta Juli 2025
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Filosofi Logo Gorontalo Half Marathon - Operasi Patuh 2025
Setelah sukses menggelar nikah massal bagi 100 pasangan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 28 Juni 2025, Kemenag akan kembali memfasilitasi pernikahan serupa dengan pembiayaan penuh, mulai dari biaya administrasi, mas kawin, rias pengantin, hingga penginapan di hotel.
Program ini tidak hanya membantu pasangan dari kalangan kurang mampu, tetapi juga menjadi bagian dari kampanye pentingnya pencatatan pernikahan dan upaya mencegah praktik kumpul kebo atau perzinahan.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Kemenag optimistis nikah massal akan menjadi program berkelanjutan yang berdampak sosial luas di seluruh Indonesia.
"Luar biasa peminatnya nikah massal, dalam waktu dekat kita lakukan di seluruh Indonesia," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (4/7/2025).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Nasaruddin mengatakan banyak pasangan yang tertolong lewat program nikah massal.
Pasangan ini, kata Nasaruddin, rata-rata dari golongan kurang mampu.
Lewat program nikah massal ini, para pasangan tak perlu mengeluarkan uang yang biasanya untuk menggelar resepsi sederhana butuh biaya hingga Rp 5 juta.
Sementara lewat program tersebut, seluruh kebutuhan biaya dan lain-lainnya ditanggung Kementerian Agama.
"Kalau ada nikah massal semua keuangan ditanggung, make up, mas kawin, bahkan hotel, ditanggung Kemenag," kata Nasaruddin.
Menurutnya, lewat program nikah massal ini bagian dari upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya pencatatan pernikahan.
Selain itu, Nasaruddin mengatakan nikah massal ini untuk menghindari kumpul kebo dan perzinahan.
"Dengan ada nikah massal banyak yang tidak punya finansial tertolong. Daripada kumpul kebo perzinahan. Ini (pernikahan massal) luar biasa yang akan dilanjutkan ke depan," pungkasnya.
Baca juga: Jadwal kapal Pelni Baubau - Ternate Juli 2025: KM Nggapulu dan KM Sinabung
Baca juga: Pria Serang Polisi di Bengkulu saat Operasi Patuh, Ternyata Positif Sabu dan Naik Motor Bodong
Seperti diketahui, sebanyak 100 pasangan dari wilayah Jabodetabek menjalani prosesi akad nikah massal di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Kementerian Agama memfasilitasi semua biaya nikah massal ini, termasuk administrasi, penghulu, kosmetik, mahar hingga penginapan di hotel usai akad. (*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.