Breaking News
Selasa, 17 Maret 2026

Berita Nasional

Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Kunci Kasus Diplomat Arya Daru, Polisi Diminta Dalami Peran Istri

Depan kamar kos Arya beredar di media sosial, muncul berbagai spekulasi yang mengarah pada sosok penjaga kos yang terlihat beberapa kali mondar-mandir

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Kunci Kasus Diplomat Arya Daru, Polisi Diminta Dalami Peran Istri
Dok. Pribadi Arya Daru/Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
BERITA VIRAL -- rekaman CCTV di depan kamar kos Arya beredar di media sosial, muncul berbagai spekulasi yang mengarah pada sosok penjaga kos yang terlihat beberapa kali mondar-mandir dan mengintip ke dalam kamar korban. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Misteri kematian diplomat muda Arya Daru makin menyita perhatian publik.

Setelah rekaman CCTV di depan kamar kos Arya beredar di media sosial, muncul berbagai spekulasi yang mengarah pada sosok penjaga kos yang terlihat beberapa kali mondar-mandir dan mengintip ke dalam kamar korban.

Yang mengejutkan, sang penjaga kos mengaku hanya menjalankan perintah dari istri Arya Daru.

Klaim ini sontak memantik tanda tanya besar: apakah istri korban mengetahui lebih banyak dari yang ia sampaikan ke publik?

Rekaman CCTV yang memperlihatkan penjaga kos depan kamar Diplomat Arya Daru menimbulkan kecurigaan. 

Jika benar, maka harus didalami, namun jika tidak benar maka apa yang ditunjukan di CCTV memang adalah suatu kejanggalan.

Baca juga: 4 Keberangkatan Kapal Pelni Nabire - Sorong Juli 2025: KM Ciremai Tanpa Transit

Baca juga: Gagal Haji Furoda, Ruben Onsu Pilih Fokus Umrah dan Belajar Al-Quran

Hal ini dikatakan oleh Mantan Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Purn Anton Charliyan.

Dalam hasil analisanya terkait kasus ini, Anton juga menyebut-nyebut soal kasus subang.

Kasus Kematian Diploma Arya Daru xcbd
BERITA VIRAL -- Fakta baru diungkap oleh polisi terkait kasus tewasnya diplomat muda kemlu, Arya Daru Pangayunan, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terlilit lakban kuning di kamar kosnya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025). Foto tangkapan layar CCTV yang merekam gerak-gerik diplomat Kemlu di kos sebelum ditemukan tewas. (Istimewa)

"Saya kira kalau tidak ada latar belakang itu sesuatu yang janggal, tetapi ketika ada latar belakang misalkan seperti yang dikatakan bahwa itu diminta oleh istrinya, kalau diminta oleh istrinya itu juga harus didalami lagi," kata Anton, Minggu (13/7/2025), dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Seperti, mohon maaf, tidak menuduh, masalah pembunuhan Subang kan ternyata (pelaku) adalah dari keluarganya sendiri," imbuhnya.

Menurut Anton, polisi harus mengumpulkan seluruh bukti-bukti dalam kasus diplomat muda tewas ini.

"Makanya ini di samping physical evidence, bukti-bukti mati, bukti-bukti hidup, latar belakang ini harus saling berkelindan erat karena untuk mengungkap satu masalah tidak bisa dari satu sisi," katanya.

"Apalagi ini dikatakan apakah sidik jari itu hanya di lakban saja atau ada di tempat lain kan ini perlu terus-terusan dikumpulkan antara satu bukti dengan satu yang lain," imbuhnya.

Anton sependapat dengan pernyataan eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno yang menyabut bahwa kasus diplomat muda tewas ini kemungkinan 50 persen bunuh diri dan 50 persen pembunuhan.

"Tapi apabila dilihat dari tutupan lakban itu apakah tutupan lakban itu di hidung kan kita juga tidak tahu," ujar Anton.

"Yang jelas itu ada orang lain kemungkinan yang melakukannya, sehingga bisa saja terjadi ini adalah pembunuhan," tuturnya.

Anton menilai, jejak digital, sidik jari, hingga telapak kaki korban juga harus diperiksa oleh polisi

"Makanya ini untuk mengungkap satu pembunuhan itu memang betul tidak boleh dipotong berpuzzle-puzzle," kata dia.

"Jejak digital misalkan, baik handphone, sidik jari, telapak kaki, seperti di Subang kan ini bisa dilihat ternyata ada beberapa telapak kaki yang berbeda," lanjutnya.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Owin Bobihu Ditemukan Tewas - Botu Motolioluwo Sita Perhatian Bule

Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Sebut Organisasi Adat Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Anton Charliyan meminta penyidik tidak terganggu oleh opini-opini yang beredar di masyarakat luas terkait dengan kasus diplomat muda tewas ini.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar menanti terungkapnya kasus tersebut.

"Ini perlu kecermatan jangan sampai nanti malah karena desakan opini, salah tangkap orang sehingga menjadikan simalakama bagi Polri bukan mendapatkan satu prestasi malah mendapatkan caci maki," ujar Anton.

"Mohon bersabar dulu saja. Kasus pembunuhan ini selalu terungkap, apalagi sekarang dengan teknologi yang canggih tentu saja akan sangat membantu."

"Karena di dalam kasus pembunuhan ini, selalu ada yang seolah-olah ada yang menuntun baik dari batin atau apa gitu, pada akhirnya ya bisa ketemu, yang penting ulet," ucapnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved