Jalan Rusak Gorontalo
Hati-Hati! Jalan Brigjen Piola Isa Kota Gorontalo Dipenuhi Lubang dan Genangan Air
Kondisi jalan berlubang dan bergelombang kembali ditemukan di Kota Gorontalo, tepatnya di ruas Jalan Brigjen Piola Isa, Kelurahan Dulomo Selatan, Kec
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JALAN-RUSAK-Kondisi-jalan-rusak-di-Jalan-Brigjen-Piola-Isa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kondisi jalan berlubang dan bergelombang kembali ditemukan di Kota Gorontalo, tepatnya di ruas Jalan Brigjen Piola Isa, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara.
Pantauan TribunGorontalo.com, badan jalan di titik ini tampak dipenuhi lubang berukuran sedang hingga besar.
Beberapa lubang tergenang air terutama usai hujan turun, membuat pengendara perlu ekstra hati-hati saat melintas.
Permukaan aspal terlihat mengelupas, dengan batu kerikil berserakan di beberapa sisi jalan.
Genangan air menutup lubang sehingga kerap mengecoh pengendara roda dua maupun bentor.
"Kalau hujan, air menutupi lubang. Kadang pengendara kaget dan terjatuh karena tidak sempat menghindar," kata Arif Karim, pengemudi bentor yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Menurut warga, kerusakan jalan di lokasi ini sudah berlangsung cukup lama.
Ruas ini juga menjadi jalur penghubung permukiman penduduk dengan pusat aktivitas warga.
Pada jam sibuk, lubang-lubang di badan jalan memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan, sehingga arus lalu lintas kerap tersendat.
Beberapa kendaraan bahkan harus saling berhimpitan saat menghindari titik jalan yang rusak.
"Kalau jam berangkat atau pulang kerja biasanya macet karena kendaraan antre memilih jalur yang lebih aman," ujar Martanti, seorang guru yang kerap melewati ruas tersebut.
Jalan Brigjen Piola Isa tercatat sebagai salah satu jalur ramai di Kota Gorontalo, yang dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum hingga layanan transportasi daring.
Warga berharap kondisi jalan ini bisa segera mendapat perhatian, mengingat perbaikan permanen dinilai dapat meminimalkan risiko kecelakaan.
"Kami hanya berharap jalannya bisa diperbaiki, supaya pengendara lebih aman," tutup Martanti. (*)