Kamis, 5 Maret 2026

Gempa Bumi

Gempa Bumi M5,4 Guncang Barat Laut Banten, Getaran Dirasakan hingga Lampung dan Jawa Barat

Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah barat laut Sumur, Banten, Selasa pagi (9/7/2025) pukul 06.50 WIB.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Bumi M5,4 Guncang Barat Laut Banten, Getaran Dirasakan hingga Lampung dan Jawa Barat
BMKG
GEMPA BUMI -- Titik gempa Magnitudo 5,4 di barat laut Sumur, Banten, pada 9 Juli 2025 pukul 06.50 WIB. Guncangan dirasakan dengan intensitas beragam dari skala II hingga III MMI di sejumlah wilayah Banten, Lampung, dan Jawa Barat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah barat laut Sumur, Banten, Selasa pagi (9/7/2025) pukul 06.50 WIB.

Guncangan cukup luas, dirasakan oleh warga di Provinsi Banten, Lampung, hingga sebagian Jawa Barat.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 6,52 Lintang Selatan dan 104,73 Bujur Timur.

Lokasi ini sekitar 95 km barat laut Sumur, Banten. Gempa terjadi pada kedalaman dangkal 24 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Getaran gempa dirasakan dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) sebagai berikut:

Skala III MMI: Cibeber, Bayah (Banten), dan Pringsewu (Lampung).

Getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan truk besar sedang melintas.

Skala II–III MMI: Malingping (Lebak), Banjarsari (Ciamis).

Getaran dirasakan oleh sebagian orang dan benda ringan bergoyang.

Skala II MMI: Semaka, Pematang Sawah, Kota Agung, Bandar Lampung, dan Sumberjo.

Getaran ringan hanya dirasakan beberapa orang di dalam bangunan.

Gempa ini menambah deretan aktivitas seismik di zona megathrust Selat Sunda, wilayah yang dikenal aktif secara tektonik akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Meskipun tidak merusak, wilayah-wilayah yang merasakan getaran berada cukup jauh dari pusat gempa, menunjukkan luasnya cakupan energi yang dirilis.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG dan instansi terkait.

Apa Itu Skala MMI?

MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan guncangan gempa bumi berdasarkan dampaknya yang dirasakan oleh manusia, bangunan, dan lingkungan.

Berbeda dengan magnitudo (seperti Magnitudo 5,4), yang mengukur energi gempa di sumbernya, MMI menggambarkan intensitas guncangan di permukaan bumi, dan bisa berbeda-beda di tiap lokasi tergantung jarak dari pusat gempa, kedalaman, dan kondisi geologi lokal.

Skala MMI terdiri dari 12 tingkatan (I sampai XII). Berikut ringkasan beberapa tingkatan yang sering dilaporkan oleh BMKG:

MMI II: Getaran lemah, hanya dirasakan oleh beberapa orang, terutama di lantai atas gedung. Tidak ada kerusakan. Benda-benda ringan bisa bergoyang sangat sedikit.

MMI III: Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk melintas. Benda-benda ringan tergoyang, tapi umumnya tidak menimbulkan kerusakan.

MMI IV: Getaran dirasakan banyak orang dalam ruangan. Pintu dan jendela berderak, dinding bisa berbunyi. Tidak ada kerusakan.

MMI V: Getaran dirasakan hampir semua orang, benda tergantung seperti lampu bergoyang, peralatan rumah bisa berpindah posisi. Mungkin ada retakan kecil di bangunan tua.

MMI VI ke atas: Getaran lebih kuat, bisa menyebabkan kerusakan ringan hingga berat tergantung tingkatannya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved