Selasa, 10 Maret 2026

Meninggal di Rinjani

Tragedi Rinjani, Pemandu Juliana Marins Kena Blacklist TNGR

Pemandu yang mendampingi Juliana Marins, turis Brasil yang tewas setelah jatuh ke jurang di Gunung Rinjani, kini resmi masuk daftar hitam (blacklist)

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tragedi Rinjani, Pemandu Juliana Marins Kena Blacklist TNGR
TribunNews
JATUH DI GN RINJANI - Juliana Marins jatuh di Gunung Rinjani, NTB, pada Sabtu (21/6/2025) 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemandu yang mendampingi Juliana Marins, turis Brasil yang tewas setelah jatuh ke jurang di Gunung Rinjani, kini resmi masuk daftar hitam (blacklist) sementara.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, mengumumkan keputusan ini pada Kamis (3/7/2025) setelah acara Bincang Kamisan di Kantor Pemprov NTB.

Sanksi ini diberlakukan sambil menunggu proses investigasi lebih lanjut, dan durasi blacklist belum ditentukan.

Pemandu Tanpa Lisensi dan Tantangan Evakuasi

Insiden tragis ini menyoroti isu lisensi pemandu di Rinjani. Dari 661 pemandu yang terdaftar, hanya setengahnya yang memiliki lisensi resmi.

Yarman belum bisa memastikan apakah pemandu Juliana termasuk yang berlisensi, namun BTNGR dan Dinas Pariwisata sedang berupaya mempercepat proses lisensi untuk semua pemandu.

Juliana Marins dilaporkan terjatuh ke jurang Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani, pada Sabtu (21/6/2025).

Ia mendaki bersama enam rekannya, seorang pemandu, dan dua hingga tiga porter.

Tim SAR gabungan membutuhkan lima hari untuk mengevakuasi jenazah Juliana dari kedalaman jurang 600 meter, menghadapi rintangan topografi ekstrem dan cuaca yang tidak menentu. 

Jenazah Juliana berhasil dievakuasi pada Rabu (25/6/2025), dibawa ke Bali untuk otopsi, dan tiba di Brasil pada 1 Juli 2025.

Reaksi Warga Brasil

Kematian Juliana Marins, selebgram asal Brasil yang terjatuh di Gunung Rinjani, memicu reaksi keras dari warga negaranya.

Indonesia kini menghadapi laporan di pengadilan internasional terkait dugaan lambatnya proses evakuasi.

Jenazah Juliana Marins (26) tiba di Rio de Janeiro, Brasil, pada Selasa (1/7/2025) malam pukul 19.30 waktu setempat.

Jenazah diterbangkan dengan pesawat militer Angkatan Udara Brasil (FAB) dari Bandara Internasional Guarulhos (SP), setelah sebelumnya tiba di Pulau Governador, Rio, dengan penerbangan Emirates dari Dubai.

Setibanya di Rio, jenazah langsung dibawa ke Institut Medis Hukum Afrânio Peixoto (IML dengan pengawalan polisi dan pemadam kebakaran.

Juliana meninggal setelah jatuh ke jurang di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada akhir pekan sebelumnya.

Kematiannya menyulut simpati mendalam dari masyarakat Brasil.

Menurut media Brasil, Globo, autopsi kedua akan dilakukan di Brasil pada hari ini atas permintaan keluarga.

Hal ini dilakukan karena keluarga merasa kurangnya kejelasan mengenai penyebab dan waktu pasti kematian Juliana, meskipun autopsi pertama sudah dilakukan di Bali pada Kamis (26/6/2025) setelah jenazah dievakuasi dari Taman Nasional Gunung Rinjani.

Hasil autopsi pertama di Bali menunjukkan bahwa Juliana meninggal akibat beberapa patah tulang dan luka dalam, tidak mengalami hipotermia, dan diperkirakan bertahan hidup selama 20 menit setelah trauma. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved