Berita Nasional
Kampung Haji untuk Negeri: Indonesia Siap Tingkatkan Layanan Jemaah di Arab Saudi
Melalui inisiatif pembangunan “Kampung Haji Indonesia” di Makkah, pemerintah berupaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi jutaan jemaah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-prabowo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah Indonesia tengah menggagas proyek besar yang akan menjadi tonggak baru dalam pelayanan ibadah haji dan umrah bagi warganya.
Melalui inisiatif pembangunan “Kampung Haji Indonesia” di Makkah, pemerintah berupaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi jutaan jemaah asal Indonesia yang setiap tahun berangkat ke Tanah Suci.
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung diplomasi ini dengan melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi pada Selasa (1/7/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden dijadwalkan bertemu dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk membahas berbagai kerja sama strategis, salah satunya rencana pembangunan kawasan permukiman khusus jemaah Indonesia di Makkah.
Setiap tahun selalu ada banyak jemaah calon haji yang berangkat ibadah haji.
Sebab Indonesia juga termasuk negara Islam terbesar.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Hari ini 2 Juli 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
Baca juga: 6 Jam Pemadaman Listrik di Kota Gorontalo dan Bone Bolango, Simak Wilaya Terdampak
Untuk itulah pemerintah serius untuk mendirikan kampung Indonesia di Arab Saudi.
Presiden sendiri yang akan melakukan lobi ke pemerintah Arab Saudi.
Keberangkatan Presiden dilakukan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Presiden tiba di landasan pacu, sekitar pukul 15.14 WIB. Ketibaan Presiden disambut Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Sebelum masuk ke pesawat, Presiden Prabowo didampingi Sjafrie melihat penampilan kontingen TNI yang akan mengikuti defile pada acara Bastile Day di Prancis pada 14 Juli 2025.
Tampak mendampingi Presiden dalam keberangkatan ke Arab Saudi diantaranya yakni: Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya Menteri Agama Nasaruddin Umar bertolak menuju Jeddah, Arab Saudi pada Selasa (1/7/2025) pagi.
Keberangkatan Nasaruddin dalam rangka mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Arab Saudi.
Rencananya Presiden Prabowo akan bertemu dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk membahas tentang penyelenggaraan haji.
Termasuk, salah satunya rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi.
"Insya Allah sebentar lagi kami akan bertolak ke Jeddah mendampingi Bapak Presiden untuk membicarakan persoalan haji. Salah satu agendanya adalah rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Makkah," ujar Nasaruddin melalui keterangan tertulis, Selasa (1/7/2025).
Menurutnya, pembangunan perkampungan haji dan umrah menjadi langkah strategis mengingat besarnya jumlah jemaah Indonesia yang beribadah ke Tanah Suci setiap tahunnya.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Hari ini 2 Juli 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
Baca juga: Nomor Rekening BSU BPJS Ketenagakerjaan Bermasalah? Ini Panduan Lengkap Ubah Data Online
"Kita bisa bayangkan, 1,5 juta orang umrah setiap tahun dan lebih dari 220 ribu orang menunaikan ibadah haji. Sudah saatnya Indonesia memiliki gagasan konstruktif untuk mendukung pelayanan jemaah secara jangka panjang,” katanya.
Pemerintah Arab Saudi, kata Nasaruddin, juga telah memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Misi Haji Indonesia.
Apresiasi ini disampaikan Wakil Menteri Urusan Haji Kerajaan Saudi saat berkunjung ke Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah baru-baru ini.
"Alhamdulillah, pelaksanaan haji Indonesia secara umum dinilai baik dan mendapat apresiasi langsung dari pemerintah Saudi. Bahkan, mereka menilai jemaah haji Indonesia sebagai yang paling tertib," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun pelaksanaan haji tidak sepenuhnya sempurna, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang paling siap menghadapi berbagai perubahan regulasi dalam sistem penyelenggaraan haji yang baru.
"Ini menjadi bukti bahwa sistem dan kesiapan kita sudah berada di jalur yang benar," pungkasnya.
Pemerintah Indonesia berharap kerja sama bilateral khususnya pada penyelenggaraan haji dan umrah akan semakin erat dan memberikan manfaat besar bagi seluruh umat Islam Indonesia di masa yang akan datang.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.