Video Tribun Gorontalo
VIDEO Terakhir WN Brasil Juliana Marins sebelum Jatuh di Gunung Rinjani, Sempat Bercanda
Keindahan Gunung Rinjani kembali menarik perhatian dunia, kali ini dalam suasana duka.
VIDEO, TRIBUNGORONTALO.COM -- Keindahan Gunung Rinjani kembali menarik perhatian dunia, kali ini dalam suasana duka.
Seorang perempuan asal Brasil, Juliana de Souza Peiera Marins, dinyatakan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang saat melakukan pendakian menuju puncak gunung berapi tersebut.
Juliana, yang dikenal luas sebagai travel influencer, dikabarkan terjatuh di tepi jurang Cemara Nungal, sebuah titik jalur pendakian yang cukup menantang dan berada tidak jauh dari puncak Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Kabar duka ini menjadi viral setelah akun Instagram @resgate_julianamarins_ mengunggah video terakhir kebersamaan Juliana dan rekannya sesama pendaki, Federica, pada Rabu (25/6/2025).
Video Terakhir yang Menggetarkan
Dalam video berdurasi pendek tersebut, Juliana tampak tersenyum lepas bersama Federica saat mereka berada di base camp Gunung Rinjani.
Keduanya terlihat bahagia dan takjub dengan keindahan alam yang tersaji di hadapan mereka.
“Pemandangannya menakjubkan, kau tahu itu sepadan,” ucap Federica dalam video itu.
Juliana pun membalas dengan penuh semangat, “Ya, kami melakukannya demi pemandangan, jadi saya senang, luar biasa!”
Namun, momen kebahagiaan itu menjadi kenangan terakhir.
Tak lama setelah video tersebut direkam, Juliana mengalami kecelakaan tragis saat melewati medan curam di kawasan Cemara Nungal.
Ia diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke jurang yang dalam.
Juliana, Pengembara Dunia Maya yang Menginspirasi
Juliana Marins bukanlah sosok asing di dunia media sosial. Melalui akun Instagram-nya, ia kerap membagikan petualangan dan pemandangan eksotis dari berbagai negara yang ia kunjungi.
Catatan perjalanannya mencakup destinasi-destinasi populer di Asia Tenggara, seperti Filipina, Vietnam, Thailand, hingga akhirnya tiba di Indonesia.
Ia dikenal sebagai sosok yang berani, eksploratif, dan penuh semangat hidup.
Bagi banyak pengikutnya, Juliana adalah inspirasi—seorang perempuan yang mengejar mimpi dan kebebasan melalui petualangan ke tempat-tempat yang jarang dijangkau.
Upaya Evakuasi dan Respons Pihak Berwenang
Setelah kejadian tragis itu, tim penyelamat gabungan segera dikerahkan ke lokasi.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi jurang yang terjal dan berbahaya.
Jenazah Juliana akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa turun ke posko terdekat untuk proses identifikasi dan pemulangan.
Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan rekan-rekan korban.
Mereka juga mengingatkan kembali soal pentingnya kewaspadaan dalam pendakian, terutama saat melewati titik-titik rawan yang sudah diberi tanda peringatan.
Kepergian Juliana menambah daftar pendaki yang kehilangan nyawa di jalur ekstrem Rinjani.
Namun dalam kasus ini, duka terasa lebih luas karena menyentuh komunitas global yang mengenal Juliana sebagai simbol semangat petualang muda.
Ribuan pesan duka dan doa membanjiri akun Instagram miliknya, banyak dari mereka yang menuliskan, “Terima kasih sudah berbagi dunia dengan kami. Sekarang, kau telah menjadi bagian dari langit yang sering kau kagumi.”
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.