Berita Viral
Kecewa Istri Berstatus Janda 3 Kali, Rodi Handika Tuntut Ganti Rugi ke Pengantin Wanita
Pernikahan keduanya berlangsung di Desa Bakan, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (23/6/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/nyongkolan_ricuh_janda_mengaku_gadisjpg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga", peribahasa ini mungkin cocok disematkan pada mempelai pria di NTB berikut.
Rodi Handika, kecewa berat setelah mengetahui status istrinya sudah menjanda sebanyak tiga kali.
Merasa dibohongi, Rodi lantas meninggalkan acara pernikahannya itu.
Lantas, bagaimana kisahnya?
Kisah berawal dari keputusan Rodi Handika menikahi pujaan hatinya, Nurdiana.
Pernikahan keduanya berlangsung di Desa Bakan, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (23/6/2025).
Namun niat baik Rodi ini akhirnya berakhir dengan kekacauan.
Pasalnya, Rodi tiba-tiba membatalkan pernikahannya.
Usut punya usut, ternyata Rodi baru mengetahui bahwa Nurdiana adalah seorang janda.
Padahal, Nurdiana mengaku dirinya masih gadis. Pengakuan itu diutarakan Nurdiana kepada Rodi dan keluarga.
Terbongkarnya status Nurdiana ini sontak membuat pihak keluarga mempelai pria kecewa.
Pesta pernikahan yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Rodi dan Nurdiana pun berujung ricuh.
Kericuhan terjadi saat adat Nyongkolan. Sempat terjadi adu mulut antara Rodi dan Nurdiana.
Tak kuasa melihat hari bahagianya berubah menjadi kacau, Nurdiana pun pingsan.
Sementara, Rudi memilih pergi meninggalkan istrinya begitu saja.
Baca juga: Nama-nama 8 Perwira Polisi Gorontalo Dimutasi Kapolri, Intip Jabatan Baru Mereka
Nurdiana merupakan warga Dusun Sangkor, Desa Bakan, Kecamatan Janapria, sedangkan Rodi berasal dari Dusun Batu Sambak, Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur.
Saat mempersunting Nurdiana, Rodi memberikan mahar berupa emas seberat 20 gram dan uang pisuke Rp60 juta.
Terkait status Nurdiana yang sudah menjada tiga kali dibenarkan oleh Kepala Desa Bakan, Jefry.
"Benar memang si perempuan ini sudah menikah. Bahkan dari informasinya dari Bhabinkamtibmas, perempuan ini (Nurdiana) sudah menikah tiga kali. Ini pernikahannya yang keempat," jelas Jefry kepada TribunLombok.com, Selasa (24/6/2025).
Atas ketidakjujuran Nurdiana itu, keluarga mempelai pria menuntut ganti rugi berupa uang kepada Nurdiana.
Nurdiana diminta mengganti biaya akad nikah, resepsi, adat Nyongkolan, mahar, hingga uang pisuke.
"Terkait solusi atau langkahnya perlu mediasi. Mungkin bisa dikembalikan mungkin uangnya setengahnya atau separuhnya."
"Kalau memang hubungan (pernikahan) ini tidak bisa dilanjutkan. Kalau memang dipisah bagaimana penyelesaian baiknya. Itu saja harapan kami," ungkapnya.
Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Pria di Kota Gorontalo, Berawal dari Kecurigaan Rekan Kerja
Keluarga mempelai pria merasa ditipu oleh pihak mempelai wanita, termasuk oleh Kepala Dusun Sangkor.
Sebab, di antara mereka tak ada satupun yang memberitahukan soal status Nurdiana yang pernah menikah tiga kali.
Padahal, seharusnya Kepala Dusun memberitahu status pernikahan pengantin wanita.
Selain itu, menurut Jefry, status pernikahan juga bisa diketahui dari proses pembuatan surat pengantar menikah atau NA.
"NA itu syarat untuk pernikahan yang dibuat di desa itu. Tapi saya tidak tandatangan itu."
"Yang tandatangan itu adalah Sekdes. Dan Pak Sekdes tidak pernah memberitahu ke saya kalau terkait dengan NA itu," jelas Jefry.
(TribunGorontalo.com/Tribunlampung.co.id/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Pengantin Wanita Pingsan Status Menjanda 3 Kali Terbongkar Kini Dituntut Ganti Rugi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.