Berita Viral
Viral Wanita Buang Uang ke Driver Ojol Gorontalo, Identitasnya Terungkap
Beberapa waktu lalu beredar video perdebatan antara driver Maxim dan seorang penumpang wanita.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-driver-dan-penumpang-terlibat-adu-mulut.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Beberapa waktu lalu beredar video perdebatan antara driver Maxim dan seorang penumpang wanita.
Video yang diunggah di grup Maxim Gorontalo ini sempat viral di media sosial Facebook pada Minggu (22/6/2025).
Video berdurasi 1 menit 12 detik ini menuai sorotan publik. Hingga saat ini, unggahan ini masih ramai dibagikan di media sosial.
Dalam unggahan yang diterima TribunGorontalo.com, tampak seorang pria merekam wanita berkemeja abu-abu dan rok hitam.
Wanita itu berbicara membelakangi perekam video.
Disclaimer : Artikel ini mengalami perubahan di bagian akhir terkait penjelasan Maxim Indonesia
Wanita diduga penumpang ojol Maxim itu diduga menolak membayar ongkos perjalanan seperti yang tertera dalam aplikasi.
"Ada ba pesan Maxim ada banyak basinggah, dia tidak mau babayar," ujar sopir ojol sembari merekam seorang wanita.
"Tidak babayar lo, kita mo tempeleng ke mari ngana," sahut wanita berjilbab itu.
Pria ojol itu menjelaskan bahwa ongkos perjalanan sebesar Rp107 ribu.
Namun sang penumpang disebut dua kali singgah di tempat berbeda.
"Ada banyak basinggah kan, dua kali basinggah jadi Rp140 ribu," ujarnya.
Akan tetapi penumpangnya hanya mau membayar biaya normal yakni Rp110 ribu.
"Ngana mau ambil ini doi atau tidak? Sudah kasih 110 baru ngana mau bilang begitu," timpal wanita itu lagi.
"Ngana ini memang gila sekali stau," tambahnya.
Tak lama berselang, wanita itu akhirnya bersedia membayar ongkos tambahan.
Ia juga meminta ojol agar menghapus rating buruk pada aplikasi Maxim.
Penumpang wanita itu juga mengancam akan melaporkan si driver ke kantor Maxim.
"Kasih hapus itu, kita mau lapor ngana besok," bebernya.
"Tidak bisa dihapus dia, memang otomatis di aplikasi itu," jawab ojol.
Wanita itu lantas menanyakan sisa uang yang harus dibayarkan kepada driver.
Setelahnya ia melempar uang kertas pecahan Rp10 ribu, Rp5 ribu, dan Rp2 ribu.
Baca juga: Viral Warga Gorontalo Utara Dengar Suara Wanita Minta Tolong di Jembatan GORR, Ada Sosok Misterius
"Astagfirullah," ucap driver menyaksikan kelakuan penumpangnya yang membuang uang ke lantai.
Ia pun memungut uang kertas itu sembari terus merekam hingga wanita itu masuk ke dalam.
Video tersebut ramai dikomentari oleh warganet. Kebanyakan mengecam perbuatan sang penumpang.
"Sombong skli ni ibu, smoga sht sllu om mksim," komentar warganet.
"Sabar bang mancari halal bgt," sambung yang lain.
Baca juga: Polisi Cek Kawasan Jembatan GORR Tempat Warga Gorontalo Dengar Suara Wanita Minta Tolong
Identitas penumpang Maxim
Belakangan terungkap identitas penumpang Maxim itu adalah Indrawaty N Bakari.
Indrawaty merupakan lulusan Sarjana Sosial di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo.
Ia terdaftar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) tahun akademik 2019/2020.
Indrawaty diketahui telah meminta maaf kepada driver bersangkutan melalui aplikasi Maxim.
"Mohon maaf de mohon dihapus postingan itu..Bukan begitu caranya kau..saya kan sudah bayar,"
"Dee..mohon dihapus postingannya,"
"Dan saya tdk melapor kau di Kantor Macime," tulis Indrawaty N Bakari.
Tangkapan layar itu dibagikan oleh akun FB Zulfikar Hidayat Tangio.
"Ini beliau so minta maaf lewat chat aplikasi+ telpon Whatsap. Ad pangge mo baku dpa cmn beliau Masi sibuk, karna ada kegiatan di luar daerah," tulis Zulfikar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui identitas dari driver Maxim dalam video viral itu.
Penjelasan Maxim Indonesia
Yuan Ifdal Khoir, PR Specialist Maxim Indonesia melalui rilis persnya yang diterima TribunGorontalo.com mengakui kejadian pada video yang beredar tersebut benar terjadi dan tercatat di riwayat perjalanan aplikasi Maxim.
"Kami juga mengonfirmasi bahwa jumlah tagihan perjalanan yang diminta pengemudi pada video tersebut telah sesuai dengan tagihan perjalanan di aplikasi," katanya.
Dia menjelaskan kronologi berdasarkan data perjalanan di sistem aplikasi menunjukan, penumpang melakukan pemesanan dengan harga awal Rp107.600 dari titik lokasi penjemputan hingga titik tujuan.
Namun, selama perjalanan penumpang berhenti di beberapa tempat sehingga pengemudi menambahkan titik sesuai dengan perjalanan sebenarnya menjadi Rp140.600.
"Tarif tersebut merupakan harga yang wajib dibayarkan penumpang kepada pengemudi sesuai dengan jarak perjalanan yang ditempuh. Oleh karena itu, kami tidak membenarkan atas tindakan penolakan pembayaran sesuai dengan biaya di aplikasi seperti yang dilakukan penumpang pada video tersebut," jelasnya. (*/TribunGorontalo)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.