Musim Nike Gorontalo
Perjuangan Nelayan Gorontalo Cari Nike, Berjibaku dengan Cuaca Buruk hingga Tidur di Tepi Laut
Sejumlah nelayan menceritakan perjuangan mereka menangkap nike di lautan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-nelayan-turun-melaut-untuk-mencari-nike.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah nelayan menceritakan perjuangan mereka menangkap nike di lautan.
Bute Abdullah, nelayan asal Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, mengaku tantangan terbesar adalah cuaca buruk.
"Ombak sekarang cukup besar dan angin itu membuat kami harus mengerahkan tenaga lebih ekstra untuk mencari nike," ungkap Bute Abdullah kepada TribunGorontalo.com, Minggu (22/6/2025).
"Kemarin sempat hujan deras kami memang kedinginan di laut, apalagi kalau ditambah angin," jelasnya.
Ia mengatakan sudah empat hari mereka mencari nike di laut.
Berawal dari Blue Marlin, Kota Gorontalo hingga Desa Modelomo Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.
"Malam Jumat itu pertama kali nike di Blue Marlin, sampai mulai bergerak ke Kabila Bone," ujar Bute.
Selama empat hari para nelayan tidak pulang ke rumah demi mengumpulkan hasil tangkapan mereka.
Mereka harus tidur di pesisir pantai. Kendatipun banyak warga setempat menawarkan tempat tinggal.
"Iya, pokoknya kami tidur saja di pinggiran pantai begini, tapi Alhamdulillah masyarakat di sini baik-baik kami sering diberi makan," tuturnya,
Baca juga: Sosok Burhanudin Nihe Kades Modelomo Gorontalo, Dulu Pernah Bermain untuk Persik Kediri hingga PSIS
Bute menyebut dirinya turun melaut dari pukul 05.00 Wita hingga menjelang salat subuh pada hari berikutnya.
"Kami berangkat pagi-pagi buta ke laut dan biasanya berhenti juga di jam yang sama," ungkapnya.
Terkadang mereka akan istirahat siang hari untuk menambah tenaga, beberapa jam kemudian turun ke laut lagi.
"Istirahat sejenak dulu, makan dan tidur lalu lanjut lagi," bebernya.
Setiap kelompok terbagi dalam beberapa orang. Satu perahu dengan ukuran pukat kecil hanya ada sekitar 12 orang. Pukat besar mencapai 20 orang.
"Jadi kami bukan tergantung ukuran perahu tapi ukuran pukat kalau pukatnya besar tentu jumlah dalam perahu bisa capai 20 orang," bebernya.
Sementara itu, Hasan Hamzati menambahkan bahwa kelompoknya sudah mengumpulkan 100 ember nike dengan ukuran 25 kilogram.
Baca juga: Cek Harga Nike Segar di Kota Gorontalo, Mulai dari Rp 10 Ribu
"Sekitar 100 sahara yang kami sudah dapatkan," ucap Hasan menimpali.
Adapun hasil tangkapan langsung dibawa ke tempat pelelangan ikan untuk dijual.
"Dapat hari ini kami bawa juga hari ini ke pelelangan. Tidak bisa lama-lama nike disimpan," jelas Hasan.
Hasan memprediksi kelompoknya akan kembali sekitar 10 hari ke depan.
Mereka akan terus melaut hingga nike tidak lagi ditemukan.
"Paling lambat itu sepuluh hari dan paling cepat itu sembilan hari," tegasnya.
Hasan dan kelompoknya mulai bergeser ke arah Leato untuk mencari nike dan akan beristirahat di sana.
"Jadi ini bergerak terus sampai menuju ke arah sungai karena jalur nike ini dari laut ke sungai," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.