Kamis, 12 Maret 2026

Musim Nike Gorontalo

Perjuangan Nelayan Gorontalo Cari Nike, Berjibaku dengan Cuaca Buruk hingga Tidur di Tepi Laut

Sejumlah nelayan menceritakan perjuangan mereka menangkap nike di lautan.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Perjuangan Nelayan Gorontalo Cari Nike, Berjibaku dengan Cuaca Buruk hingga Tidur di Tepi Laut
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
MUSIM NIKE – Potret nelayan turun melaut untuk mencari nike. Sejumlah nelayan tidak pulang berhari-hari pada musim nike. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah nelayan menceritakan perjuangan mereka menangkap nike di lautan.

Bute Abdullah, nelayan asal Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, mengaku tantangan terbesar adalah cuaca buruk.

"Ombak sekarang cukup besar dan angin itu membuat kami harus mengerahkan tenaga lebih ekstra untuk mencari nike," ungkap Bute Abdullah kepada TribunGorontalo.com, Minggu (22/6/2025).

"Kemarin sempat hujan deras kami memang kedinginan di laut, apalagi kalau ditambah angin," jelasnya.

Ia mengatakan sudah empat hari mereka mencari nike di laut.

Berawal dari Blue Marlin, Kota Gorontalo hingga Desa Modelomo Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.

"Malam Jumat itu pertama kali nike di Blue Marlin, sampai mulai bergerak ke Kabila Bone," ujar Bute.

Selama empat hari para nelayan tidak pulang ke rumah demi mengumpulkan hasil tangkapan mereka.

Mereka harus tidur di pesisir pantai. Kendatipun banyak warga setempat menawarkan tempat tinggal.

"Iya, pokoknya kami tidur saja di pinggiran pantai begini, tapi Alhamdulillah masyarakat di sini baik-baik kami sering diberi makan," tuturnya,

Baca juga: Sosok Burhanudin Nihe Kades Modelomo Gorontalo, Dulu Pernah Bermain untuk Persik Kediri hingga PSIS

Bute menyebut dirinya turun melaut dari pukul 05.00 Wita hingga menjelang salat subuh pada hari berikutnya.

"Kami berangkat pagi-pagi buta ke laut dan biasanya berhenti juga di jam yang sama," ungkapnya.

Terkadang mereka akan istirahat siang hari untuk menambah tenaga, beberapa jam kemudian turun ke laut lagi.

"Istirahat sejenak dulu, makan dan tidur lalu lanjut lagi," bebernya.

Setiap kelompok terbagi dalam beberapa orang. Satu perahu dengan ukuran pukat kecil hanya ada sekitar 12 orang. Pukat besar mencapai 20 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved