Calon Kapolri
Sosok Komjen Rudy Heriyanto Kandidat Kuat Kapolri, Jenderal Non-Akpol Jadi Sorotan
Menjelang masa pensiun Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, nama Komjen Rudy Heriyanto menjadi salah satu kandidat kuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CALON-KAPOLRI-Siapa-sangka-jenderal-non-Akpol.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Menjelang masa pensiun Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, nama Komjen Rudy Heriyanto menjadi salah satu kandidat kuat.
Namanya kini ramai diperbincangkan sebagai calon pengganti Listyo Sigit Prabowo.
Pengusaha sekaligus pentolan partai di Jawa Tengah ini menarik perhatian publik berkat pengalaman luas dan rekam jejak gemilang dalam menangani berbagai kasus besar.
Komjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho, yang lahir di Jakarta pada 17 Maret 1968, memiliki latar belakang yang unik di jajaran perwira tinggi Polri.
Ia bukan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), melainkan dari Sekolah Perwira Polri pada tahun 1993.
Saat ini, Komjen Rudy menjabat sebagai Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak dilantik oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pada 11 Desember 2023.
Rekam Jejak Gemilang dalam Penanganan Kasus Kriminal
Penelusuran menunjukkan sederet kasus besar yang pernah ditangani oleh Komjen Rudy Heriyanto, membuktikan profesionalisme dan integritasnya:
Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan (2017–2020)
Saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir. Reskrimum) Polda Metro Jaya pada tahun 2017, Rudy adalah bagian penting dari tim penyidik utama dalam kasus ini.
Kemudian, ketika menjabat Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri dari 2019 hingga 2020, ia memimpin tim kuasa hukum untuk dua terdakwa, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.
Timnya berhasil meyakinkan hakim sehingga kedua terdakwa divonis jauh lebih ringan, yaitu 1,5 tahun dan 2 tahun penjara.
Skandal Penipuan dan Penggelapan Bank Senilai Rp 14 Triliun
Pada periode 2017–2018, saat menjabat Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir. Tipideksus) Bareskrim Polri, Rudy sukses membongkar jaringan penipuan yang merugikan 14 bank dengan total kerugian mencapai Rp 14 triliun.
Pembongkaran Mafia Beras SPHP/Bulog (2023)