Jumat, 13 Maret 2026

Prakiraan Cuaca Gorontalo

Prakiraan Cuaca Gorontalo Tiga Harian 19-21 Juni 2025, Waspadai Gelombang hingga 1,25 Meter

Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ferry Gorontalo diprediksi akan terdampak cuaca kurang bersahabat hingga Sabtu, 21 Juni 2025.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Prakiraan Cuaca Gorontalo Tiga Harian 19-21 Juni 2025, Waspadai Gelombang hingga 1,25 Meter
BMKG
PELABUHAN GORONTALO -- Berikut adalah gambaran cuaca di Pelabuhan Feri Gorontalo tiga harian 19-21 Juni 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ferry Gorontalo diprediksi akan terdampak cuaca kurang bersahabat hingga Sabtu, 21 Juni 2025.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo memperingatkan adanya hujan ringan disertai angin kencang dan gelombang laut yang berpotensi membesar.

Kamis 19 Juni: Berawan dan Angin Kencang

Prakiraan cuaca Kamis (19/6/2025) menunjukkan langit cenderung berawan sepanjang hari dengan kecepatan angin mencapai 9 knot pada siang hari.

Meskipun tinggi gelombang masih tergolong rendah, yakni antara 0,1 – 0,5 meter, kecepatan angin dan perubahan arah arus laut perlu diwaspadai.

Suhu udara tercatat cukup hangat, berkisar antara 27 – 32 °C, dengan kelembapan mencapai 94 persen pada malam hari.

Suhu permukaan laut terpantau stabil di kisaran 29 – 30 °C.

Jumat 20 Juni: Gelombang Naik dan Hujan Ringan

Kondisi cuaca diprediksi memburuk pada Jumat (20/6). Hujan ringan diperkirakan turun, disertai angin dari arah tenggara (SE) dengan kecepatan hingga 14 knot.

Kecepatan arus laut mencapai 35 cm/detik, dan gelombang laut naik signifikan ke kisaran 0,5 – 1,25 meter.

Ini menjadi perhatian khusus bagi kapal feri dan nelayan yang beraktivitas di jalur Gorontalo–Luwuk dan sekitarnya.

Potensi gangguan pelayaran cukup besar jika kondisi ini berlanjut tanpa mitigasi.

Sabtu 21 Juni: Masih Hujan, Tapi Gelombang Mulai Mereda

Meski cuaca masih diliputi hujan ringan pada Sabtu (21/6), tinggi gelombang diperkirakan mulai menurun menjadi 0,1 – 0,5 meter.

Namun, kecepatan arus tetap tinggi, mencapai 40 cm/detik, dan angin dari arah timur laut masih bisa mencapai 4 knot.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal ferry untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca sebelum berlayar.

Terutama pada puncak gelombang hari Jumat yang dapat memengaruhi jadwal keberangkatan maupun kenyamanan pelayaran.

Pastikan alat keselamatan laut tersedia dan berfungsi, hindari pelayaran saat cuaca ekstrem, perhatikan informasi resmi dari pelabuhan dan BMKG, serta jangan memaksakan berlayar jika peringatan cuaca dikeluarkan.

Pelabuhan Ferry Gorontalo merupakan titik vital penghubung antarpulau, terutama menuju kawasan Sulawesi Tengah.

Gangguan di pelabuhan ini bukan hanya berdampak pada penumpang, tetapi juga logistik dan distribusi barang antarwilayah. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved