Sabtu, 21 Maret 2026

Perempuan Inspiratif Gorontalo

Cerita Alya Marwa Kobandaha, Mahasiswi Gorontalo Juara Lomba Cerpen Nasional Berawal dari Iseng

Alya Marwa Kobandaha, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, meraih juara lomba cerita pendek (cerpen)

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Alya Marwa Kobandaha, Mahasiswi Gorontalo Juara Lomba Cerpen Nasional Berawal dari Iseng
TribunGorontalo.com/Hand Over
PEREMPUAN INSPIRATIF -- Alya Marwa Kobandaha, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya. Alya bercerita ketika dirinya meraih juara lomba cerpen tingkat nasional. 

(Penulis: Yolanda Tangahu, Peserta Magang dari Universitas Negeri Gorontalo)

TRIBUNGORONTALO.COM – Alya Marwa Kobandaha, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, meraih juara lomba cerita pendek (cerpen) tingkat nasional.

Remaja kelahiran 13 Juni 2005 ini berasal Desa Sangkub 2, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.

Ia mengaku keikutsertaannya bermula dari iseng. Kala itu, ia ditandai oleh seorang teman di kolom komentar Instagram.

“Awalnya cuma iseng ikut karena lombanya gratis dan terbuka untuk umum. Niatnya cuma cari e-sertifikat karena pernah juga bilang ke teman mau kumpulin sertifikat. Tapi sekalian juga untuk mengasah kemampuan menulis,” ujar Alya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (17/6/2025).

Baca juga: Nurlin Amelia Mahasiswi Gorontalo Belajar Bahasa Isyarat demi Perjuangkan Hak Disabilitas

Alya memang memiliki minat besar di dunia tulis-menulis. Ia bahkan memiliki akun Wattpad pribadi tempat ia menyalurkan berbagai ide ceritanya.

Ketika mengikuti lomba ini, Alya mengangkat judul cerpen “Janji Tanpa Tanda Tangan” yang ia tulis sebagai bentuk refleksi dari tema lomba Janji, Bukti, dan Setia.

“Cerpen ini ingin menyampaikan bahwa tidak semua janji harus secara resmi atau ditandatangani. Janji tanpa tanda tangan pun bisa menjadi bukti kesetiaan yang paling kuat,” jelasnya.

Dari lomba tersebut, Alya berhasil menyabet penghargaan berupa uang tunai, piala, satu antologi cerpen, sertifikat juara, serta sertifikat penulis terpilih yang karyanya dibukukan.

Meskipun kini berhasil meraih juara nasional, Alya mengaku tidak menyangka akan menang karena merasa tidak percaya diri dengan karyanya sendiri.

“Sebenarnya tidak ada ekspektasi menang. Saya ikut hanya untuk e-sertifikat. Jadi waktu diumumkan menang, rasanya campur aduk antara senang dan bingung,” ungkapnya.

Baca juga: Mutmainah Huntala Remaja Gorontalo Jabat Wasekjen Ikatan Mahasiswa Bastrasia Se-Indonesia

Perempuan 20 tahun ini mengaku bahwa pencapaiannya tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat.

Menurutnya, Westin sosok pertama kali membagikan info lomba tersebut.

Alya juga berterima kasih kepada Gusman, seorang dosen yang pernah memuji karyanya saat di kelas. Juga dukungan dari orang tua dan kerabat.

Namun, bakat menulis sudah dimiliki Alya saat dirinya masih duduk di bangku sekolah (SMK).

Alya mengaku sempat mengikuti lomba menulis ketika melihat informasi dari Facebook penulis profesional. 

Kisah Alya menjadi bukti bahwa bakat perlu diasah dalam kompetisi, sekalipun berawal dari coba-coba.

 

 

(TribunGorontalo.com/*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved