Selasa, 24 Maret 2026

Anak Kadisnakertrans Diperas

Kronologi Amel Musa Anak Kadisnakertrans Gorontalo Jadi Korban Penipuan di Bekasi, Handphone Disadap

Amel Musa, anak dari Yakob Musa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, ditipu OTK

Tayang:
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kronologi Amel Musa Anak Kadisnakertrans Gorontalo Jadi Korban Penipuan di Bekasi, Handphone Disadap
Freepik
KORBAN PENIPUAN -- Ilustrasi wanita dihubungi orang tak dikenal. Amel Musa, anak dari Yakob Musa, Kadisnakertrans Boalemo menjadi korban penipuan di Bekasi, Jawa Barat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Amel Musa, anak dari Yakob Musa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, menjadi korban penipuan.

Amel dihubungi oleh orang tak dikenal. Pria itu menuding Amel perihal uang yang belum dibayarkan.

Karena panik, Amel lantas mengikuti semua perkataan pelaku.

Lantas, bagaimana kejadiannya? Berikut kronologi berdasarkan keterangan Yakob Musa kepada TribunGorontalo.com, Selasa (3/6/2025).

Awal kejadian

Amel Musa diketahui tengah menempuh pendidikan tinggi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa ini bermula ketika Amel menerima panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai anggota kepolisian. 

Pelaku menuduh Amel memiliki utang ratusan juta rupiah. Pria itu mengancam akan menyeret Amel ke ranah hukum jika tidak mengikuti arahan.

“Anak saya ditelepon dan diancam akan dibawa ke kantor polisi karena katanya punya utang besar. Pelaku pura-pura jadi polisi. Karena takut, Amel ikuti semua yang diminta,” ungkap Yakob Musa kepada TribunGorontalo.com, Selasa (3/6/2025).

Tak hanya ancaman verbal, pelaku juga berhasil menyadap handphone milik Amel. 

Pelaku yang diduga sindikat ini menginstruksikan agar Amel menjauh dari lingkungan sosialnya, termasuk pergi dari tempat tinggalnya.

Mereka berdalih agar posisi Amel tidak diketahui olehorang lain.

“Amel disuruh menyingkir dulu, jangan tinggal di kos atau ketemu teman. Katanya kalau ketahuan, dia langsung dibawa. Anak saya betul-betul ketakutan dan ikuti semua itu,” kata Yakob.

Pelaku hubungi istri Yakob Musa

Pada Sabtu (31/5) malam, Istri Yakob Musa menerima panggilan telepon dari Amel. 

Istri Yakob tidak menyadari bahwa handphone anaknya itu telah disadap oleh pelaku.

Setelah panggilan dijawab, istri Yakob mendengar suara perempuan. Suara itu terdengar pelan.

Wanita yang sempat disangka Amel itu meminta uang sebesar Rp100 juta kepada istri Yakob. Lalu sambungan telepon terputus.

Tak lama berselang, istri Yakob kembali menerima panggilan dari nomor Amel. 

Kali ini bukan suara Amel yang terdengar, melainkan suara pria yang langsung melontarkan ancaman.

"Pelaku bilang kalau uang tidak segera ditransfer malam itu juga, anak saya akan diperkosa bahkan dimutilasi. Kami panik luar biasa," kenang Yakob dengan nada bergetar.

Baca juga: Kadisnakertrans di Gorontalo Jadi Korban Pemerasan hingga Ancaman Mutilasi, Pelaku Ngaku Polisi

Merasa situasi sudah sangat gawat, Yakob bersama istrinya memutuskan untuk segera berangkat dari Gorontalo ke Jakarta pada malam itu juga. 

Setibanya di Bekasi, mereka langsung menuju Polres Bekasi untuk melaporkan kasus tersebut.

Namun pencarian Amel tak langsung membuahkan hasil. 

Selama dua hari, keluarga tidak menerima kabar apa pun. 

Nomor ponsel Amel juga terus tidak bisa dihubungi, Ketegangan dan kecemasan kian memuncak.

Harapan mulai muncul pada Minggu, 1 Juni. Seorang teman Amel yang sudah berupaya mencari tahu keberadaan sahabatnya, menerima pesan singkat dari akun Amel. 

Diketahui, pesan itu dikirim dari perangkat tablet atau ponsel cadangan yang berhasil digunakan Amel untuk meminta tolong.

"Isi pesannya cuma satu: ‘Tolong saya’. Itu dikirim ke temannya. Kami langsung tahu bahwa Amel masih hidup dan sedang berusaha keluar dari situasi itu," ujar Yakob.

Berbekal pesan tersebut, Yakob segera membawa ponsel teman Amel ke Polres Bekasi

Berkat bantuan dari kepolisian, tim IT berhasil melacak lokasi terakhir Amel.

KORBAN PEMERASAN -- Suasana pertemuan Amel Musa dan ayahnya Yakob Musa. Amel Musa sempat menjadi korban pemerasan hingga ancaman pembunuhan di Kota Bekasi.
KORBAN PEMERASAN -- Suasana pertemuan Amel Musa dan ayahnya Yakob Musa. Amel Musa sempat menjadi korban pemerasan hingga ancaman pembunuhan di Kota Bekasi. (TribunGorontalo.com/Hand Over)

Akhirnya, pada Senin siang, 2 Juni 2025, Amel berhasil ditemukan oleh aparat dalam keadaan selamat. 

Ia segera dipertemukan dengan keluarga. Suasana penuh haru mengiringi pertemuan tersebut. 

Dalam video yang sempat direkam oleh keluarga, terlihat Amel langsung memeluk ayahnya sambil menangis histeris.

“Alhamdulillah, anak saya ditemukan dalam keadaan hidup. Tapi dia sangat trauma. Dia terus menangis dan ketakutan. Kami sangat bersyukur dia selamat,” ucap Yakob.

Saat ini, Amel sedang menjalani pemulihan  psikis akibat tekanan mental yang dialaminya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Bekasi menyatakan telah mengantongi sejumlah petunjuk dan bukti terkait pelaku.

"Polisi masih bekerja. Kami harap pelaku segera ditangkap. Jangan sampai ada anak-anak lain yang jadi korban seperti Amel,” tegas Yakob.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan digital yang semakin canggih dan manipulatif. 

Penipu tak hanya menggunakan teknologi, tapi juga memanipulasi emosi dan ketakutan korban untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

 


(TribunGorontalo.com/Nawir Islim)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved