Sabtu, 14 Maret 2026

Berita Populer

GORONTALO TERPOPULER: Aksi Licik 6 Kades Tersangka Kasus Money Politic - Banjir Terjang 2 Desa

Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Senin (26/5/2025).

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto GORONTALO TERPOPULER: Aksi Licik 6 Kades Tersangka Kasus Money Politic - Banjir Terjang 2 Desa
TribunGorontalo.com
BERITA POPULER - Kolase foto Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, banjir bandang, dan Ciputra. Simak berita lokal terpopuler yang telah tayang di TribunGorontalo.com pada 25 Mei 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Senin (26/5/2025).

Gorontalo populer ini merupakan berita lokal yang paling banyak dibaca sejak hari Minggu (25/5) kemarin.

Berita pertama aksi licik enam kepala desa tersangka kasus money politic PSU Pilkda Kabupaten Gorontalo Utara.

Selanjutnya, jejak 10 tahun Ciputra di Gorontalo.

Ada pula bencana banjir terjang dua desa di Kabupaten Gorontalo Utara.

Aksi Licik 6 Kades Tersangka Kasus Money Politic PSU Gorontalo Utara Melarikan Diri, Kini Masuk DPO

KADES POLITIK UANG -- Kades tersangka kasus PSU Gorontalo Utara terpaksa harus mempertanggungjawabkan perubatannya.
KADES POLITIK UANG -- Kades tersangka kasus PSU Gorontalo Utara terpaksa harus mempertanggungjawabkan perubatannya. (AI Generated)

Polres Gorontalo Kota merilis daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus money politic (money politic) pada pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Gorontalo Utara.

Para tersangka berstatus sebagai kepala desa. Mereka melarikan diri usai masa penahanan berakhir.

Lantas, siapa saja mereka? 

Berikut nama-nama kades buronan polisi saat ini.

1. Anton Puabengga, Kepala Desa Bintana

2. Hamran Ahaya, Kepala Desa Oluhuta

3. Hartono Datau, Kepala Desa Buata

4. Isnain Talaban, Kepala Desa Imana

5. Kusno van Gobel, Kepala Desa Sigaso

6. Rahman Dese, Kepala Desa Pinontoyonga

BACA SELENGKAPNYA

Jejak 10 Tahun Ciputra di Gorontalo, Masa Kecil di Pesisir Paguat sampai Berburu di Dengilo

FOTO STOK - Founder Ciputra Group, Ir. Ciputra memberi sambutan saat peluncuran buku sekaligus merayakan Ulang Tahun berdirinya Ciputra Grup yang ke 36 Tahun, di Jakarta. Ciputra meninggal pada Rabu (27/11/2019).
FOTO STOK - Founder Ciputra Group, Ir. Ciputra memberi sambutan saat peluncuran buku sekaligus merayakan Ulang Tahun berdirinya Ciputra Grup yang ke 36 Tahun, di Jakarta. Ciputra meninggal pada Rabu (27/11/2019). (FOTO STOK)

Gorontalo tidak pernah menjadi latar belakang yang sekadar lewat dalam perjalanan hidup Ciputra.

Tempat ini justru menjadi ruang pertama yang mempertemukannya dengan luka, kesederhanaan, dan pilihan-pilihan yang kelak menjadikannya sosok besar bernama Dr. (H.C.) Ir. Ciputra.

Sebelum dikenal sebagai maestro properti Indonesia, anak bernama Tjie Tjin Hoan lebih dulu menjadi "Nyong", bocah kecil yang belajar hidup dari kegagalan dan kehilangan.

Rumah Kayu di Siendeng, Awal Sebuah Kenangan

Segalanya bermula dari keputusan sang kakek untuk meninggalkan kampung halamannya di Fujian, China.

Bersama keluarga, ia menempuh pelayaran panjang menuju Gorontalo sekitar awal tahun 1900-an.

Tjie Siem Po, ayah Ciputra, masih berusia sekitar sepuluh tahun saat itu.

BACA SELENGKAPNYA

BREAKING NEWS: Banjir Terjang Desa Di Gorontalo Utara, Akses Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Total

BANJIR BANDANG - Banjir di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Minggu (24/5/2025). Rumah warga yang sekitaran bantaran sungai terendam. (Sumber Foto: Efriet Mukmin/TribunGorontalo.com)
BANJIR BANDANG - Banjir di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Minggu (24/5/2025). Rumah warga yang sekitaran bantaran sungai terendam. (Sumber Foto: Efriet Mukmin/TribunGorontalo.com) (TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin)

Banjir melanda Desa Tolongio dan Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, pada Minggu siang (24/5/25).

Hujan deras sejak pagi pukul 11:00 Wita memicu kenaikan debit air sungai hingga meluap ke pemukiman warga.

Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan, air dari pegunungan membawa material seperti ranting pohon, pelepah kelapa, dan batang pisang. 

Saluran air tidak mampu menampung genangan air hujan. Rumah-rumah warga yang berada di dataran rendah terkena imbasnya.

Lebih dari 10 rumah warga yag ada di bantaran sungai direndam banjir.

Banjir juga menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi macet.

Para pengendara terpaksa berhenti atau mencari jalur alternatif untuk menghindari area banjir.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai bergegas menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

BACA SELENGKAPNYA

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved