Rabu, 25 Maret 2026

Berita Viral

Tertipu Janji Mutasi, Anggota Polres Probolingo Rugi Belasan Juta Gegara Ditipu Polisi Gadungan

Seorang anggota Polres Probolinggo, Jawa Timur, menjadi korban penipuan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai polisi.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Tertipu Janji Mutasi, Anggota Polres Probolingo Rugi Belasan Juta Gegara Ditipu Polisi Gadungan
Kolase Tribunnews.com
POLISI GADUNGAN TIPU POLISI ASLI-Tertipu Janji Mutasi, Anggota Polres Probolingo Rugi Belasan Juta Gegara Ditipu Polisi Gadungan. MS (22), pemuda asal Tangerang diringkus jajaran Polsek Tegalsari, Surabaya, Jatim, usai menipu anggota polisi. Berbekal seragam polisi berpangkat AKP, MS menipu anggota polisi asli dengan modus bantuan mengurus proses mutasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM-Seorang anggota Polres Probolinggo, Jawa Timur, menjadi korban penipuan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai polisi.

Korban dirugikan sebesar belasan juta rupiah setelah dijanjikan mutasi jabatan.

Diketahui anggota Polres Probolinggo hanya ingin pindah agar lebih dekat dengan anggota keluarga.

MS (22), pemuda asal Tangerang diringkus jajaran Polsek Tegalsari, Surabaya, Jatim, usai menipu anggota polisi.

Berbekal seragam polisi berpangkat AKP, MS menipu anggota polisi asli dengan modus bantuan mengurus proses mutasi.

Baca juga: Eks Dirut Sritex Iwan Setiawan Lukminto Salahgunakan Kredit Bank, Perusahaan Berutang Rp3,5 Triliun

Mengutip Surya.co.id, ternyata MS menawarkan bantuan tersebut sambil meminta imbalan belasan juta rupiah.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizki Santoso mengatakan, kecurigaan korban mulai muncul ketika Surat Telegram Rahasia (STR) untuk kepindahan tak kunjung turun.

Polisi Gadungan Tipu Polisi Asli x x
POLISI GADUNGAN - Tersangka MS saat diinterogasi Kapolsek Tegalsari Polrestabes Surabaya, Kompol Rizki Santoso, Rabu (21/5/2025). Pria asal Tangerang, Banten ini jadi polisi gadungan untuk tipu polisi asli. Modusnya dengan menawari bantuan mutasi. Yang belasan juta melayang.

"Pelaku berjanji bisa memindahkan korban dari Polres Probolinggo ke Polres Lamongan,"

"Namun, setelah uang diberikan, korban tak kunjung memperoleh mutasi sesuai keinginan," ujar Kompol Rizki, Rabu (21/5/2025).

Ia menuturkan, MS ternyata kerap mengaku sebagai polisi yang berdinas di Mabes Polri, Polda Metro Jaya, hingga Ditreskrimsus Polda Jatim.

Tak hanya dari kalangan polisi saja, korbannya juga ada yang dari masyarakat sipil.

Salah satunya ED (28), warga Surabaya.

ED yang merupakan teman satu komunitas pelaku ini mengaku bisa menukarkan uang Rp 135 juta menjadi pecahan uang bernominal kecil.

Baca juga: Tiket EURO 2028 Tak Gratis! Tuan Rumah pun Wajib Berjuang di Kualifikasi

Kepada ED, MS mengaku mempunyai kenalan di kantor perbankan.

Namun, setelah ditransfer, MS tiba-tiba menghilang.

Kompol Rizki menuturkan, MS juga sempat menukarkan uang sejumlah Rp40 juta ke nominal yang lebih kecil dan menyerahkannya ke korban.

Namun, saat diminta sisanya, MS selalu berkelit dan sempat berpindah kos untuk menghilangkan jejak.

"Ternyata, setelah kami interogasi, uang tersebut sudah dihabiskan pelaku dan dipakai kebutuhan pribadi," jelas Rizki. 

Ia menuturkan, MS mendapatkan pakaian dinas Polri dengan cara membelinya secara online.

"Bajunya banyak macam, ada yang baju Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polda Jatim," jelasnya. 

MS juga paham soal kepangkatan hingga serba-serbi mutasi Polri karena kerap ngobrol dan berteman dengan beberapa anggota polisi di tempat asalnya.

"Dia sengaja mencari teman polisi untuk membaca situasi, aturan dan hal-hal yang berkaitan dengan kepolisian. Bekal dari pertemanan itu, sehingga dia berani mencoba menjadi polisi gadungan dan menipu para korbannya," pungkasnya. 

Anggota Polisi Gadungan Aniaya Warga Banyuwangi

Sementara itu, di Banyuwangi, seorang warga dianiaya dan hartanya dirampas oleh komplotan polisi gadungan.

Salah satu pelaku bernama Hairul Anwar pun telah diringkus jajaran Polresta Banyuwangi.

Mengutip TribunJatim.com, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Samtama Putra mengatakan, kasus ini bermotifkan pelaku yang jengkel perkara kripto.

Ia menuturkan, satu komplotan ini beranggotakan enam orang.

Pihak kepolisian saat ini telah menangkap pria bernama Hairul Anwar.

Sementara lima tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Hari ini Kamis 22 Mei 2025: Cinta, Karier hingga Keuangan

Anwar sendiri merupakan otak dari aksi ini.

Anwar sendiri mengaku sebagai polisi dengan pangkat kompol dari Mabes Polri.

Aksi Anwar cs dilakukan pada 11 April 2025 lalu.

Saat itu, Anwar bersama lima tersangka lainnya datang ke Banyuwangi dengan menarget korban yang berinisial CH.

"Kejadian pada 11 April di rumah korban," ujar Rama.

Setibanya di rumah tersangka, Anwar cs mengaku sebagai anggota Mabes Polri.

Di rumah tersangka, mereka bertemu dengan suami korban karena korban masih tidur siang.

Setelah mengenalkan diri sebagai polisi yang menangani sebuah perkara, para tersangka langsung mendatangi tempat tidur korban.

"Korban yang sedang tidur ditarik, dipaksa ke ruang kerja, diborgol, diintimidasi, dan dirampas barang-barangnya," katanya.

Tersangka juga sempat menyengat korban dengan aliran listrik saat kejadian.

Setelah menyiksa korbannya, para tersangka kabur dengan membawa barang berharga korban.

Seperti empat laptop, sembilan HP, hingga motor dan surat-suratnya.

Tersangka juga menguras rekening korban senilai Rp16 juta.

 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved