Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Sepak Bola

Gol Kontroversial Johnson Bungkam Manchester United! Tottenham Akhiri Puasa 17 Tahun Trofi Eropa

Stadion San Mames di Bilbao dini hari tadi, Kamis (22/5/2025) menjadi saksi luapan kegembiraan para pendukung Tottenham Hotspur.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Wawan Akuba | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gol Kontroversial Johnson Bungkam Manchester United! Tottenham Akhiri Puasa 17 Tahun Trofi Eropa
Phot By Wales
LIGA EROPA - Brennan Johnson menjadi pemain Wales pertama yang mencetak gol di final Liga Europa sejak Simon Davies dari Fulham pada tahun 2010. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Stadion San Mames di Bilbao dini hari tadi, Kamis (22/5/2025) menjadi saksi luapan kegembiraan para pendukung Tottenham Hotspur.

Penantian panjang selama 17 tahun untuk mengangkat trofi bergengsi akhirnya usai sudah.

Gol semata wayang Brennan Johnson di babak pertama memastikan kemenangan dramatis The Lilywhites atas Manchester United di final Liga Europa yang penuh tensi.

Kemenangan ini menjadi jawaban telak bagi sang arsitek Tottenham, Ange Postecoglou, yang sempat berada di bawah sorotan.

Pelatih asal Australia itu berhasil menunaikan janjinya untuk mempersembahkan gelar juara di musim keduanya menukangi klub London Utara tersebut.

Postecoglou, yang sebelumnya dengan tegas menyatakan dirinya "bukan badut" jelang laga, kini memanen senyum lebar dan sorak sorai dari sekitar 15.000 suporter Spurs yang memadati stadion, serta jutaan penggemar lainnya di seluruh penjuru dunia.

Meskipun spekulasi mengenai masa depannya di Tottenham masih berhembus kencang, pria Australia ini kini akan meninggalkan London Utara sebagai pahlawan sejati.

Namanya kini sejajar dengan legenda-legenda klub seperti Bill Nicholson dan Keith Burkinshaw yang juga pernah mempersembahkan trofi Eropa untuk Tottenham.

Selain mengikuti jejak Newcastle dan Crystal Palace yang juga merasakan manisnya gelar musim ini setelah lama puasa, Tottenham juga dipastikan akan mendapatkan suntikan dana segar sebesar 100 juta poundsterling berkat keberhasilan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

Malam Kelam bagi Setan Merah dan Tekanan untuk Amorim

Di sisi lain, kekalahan di final Liga Europa menjadi pil pahit yang harus ditelan Manchester United.

Pelatih kepala mereka, Ruben Amorim, kini berada di bawah tekanan besar menjelang laga penutup Liga Primer Inggris melawan Aston Villa pada Minggu mendatang.

Pertanyaan besar pun mencuat mengenai kemampuannya untuk membangun kembali United menjadi tim yang kompetitif setelah menjalani musim terburuk mereka sejak degradasi pada musim 1973-74.

Meskipun masih mendapat dukungan dari pemilik klub, keputusan Amorim untuk menurunkan Mason Mount sejak awal ketimbang Alejandro Garnacho di lini serang terbukti kurang efektif.

Selain itu, penampilan sang kapten, Bruno Fernandes, yang tampak di bawah performa terbaiknya, membuat United kesulitan untuk bangkit setelah tertinggal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved