Gempa Bumi

Baru Saja Bolmong Sulawesi Utara Diguncang Gempa, BMKG Bocorkan Info Lanjut

Gempa bumi dengan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah tenggara Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, Rabu 21 Mei 2025.

Editor: Wawan Akuba
BMKG
Gempa Mag:3.7, 21-May-2025 12:39:11WIB, Lok:0.56LU, 124.87BT (36 km Tenggara TUTUYAN-BOLTIM-SULUT), Kedlmn:10 Km #BMKG 

TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi dengan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah tenggara Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, Rabu 21 Mei 2025.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa terletak pada koordinat 0,56° Lintang Utara dan 124,87° Bujur Timur, sekitar 36 km tenggara Tutuyan, dengan kedalaman 10 km.

Gempa ini termasuk kategori gempa dangkal dengan kedalaman 10 km. Gempa dangkal biasanya menimbulkan getaran yang lebih terasa di permukaan meskipun magnitudonya ringan hingga sedang.

Dengan magnitudo 3,7, gempa ini termasuk dalam kategori ringan dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan signifikan, tetapi cukup untuk dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.

Aktivitas Seismik di Wilayah Bolaang Mongondow Timur

Wilayah Sulawesi Utara, khususnya Bolaang Mongondow Timur, berada dalam zona seismik aktif yang dipengaruhi oleh interaksi lempeng tektonik Eurasia dan Pasifik.

Dinamika tektonik di kawasan ini menimbulkan sejumlah sesar aktif yang berpotensi memicu gempa bumi.

Gempa-gempa kecil seperti ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik normal yang mencerminkan pelepasan energi secara berkala, sekaligus menjadi peringatan dini bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap memperhatikan mitigasi bencana.

Skala Intensitas Getaran (MMI)

Berdasarkan magnitudo dan kedalaman, tingkat getaran gempa diperkirakan pada level I-II MMI:

MMI I: Gempa hanya dirasakan oleh sebagian kecil orang di dalam ruangan.

MMI II: Guncangan dirasakan oleh beberapa orang, terutama di lantai atas.

Pada level ini, gempa biasanya tidak menimbulkan kerusakan fisik, namun cukup untuk menciptakan kesadaran dan kewaspadaan di masyarakat.

Meskipun gempa ini termasuk ringan, masyarakat dihimbau untuk tidak mengabaikan potensi risiko gempa susulan yang bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Langkah kesiapsiagaan seperti memastikan kekokohan bangunan tempat tinggal, mempersiapkan jalur evakuasi, dan mengetahui titik kumpul aman sangat penting.

Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga diharapkan terus meningkatkan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana untuk mengurangi dampak jika terjadi gempa yang lebih besar.

Konteks lebih luas, gempa yang kerap terjadi di wilayah ini menegaskan perlunya pemahaman mendalam terhadap risiko bencana alam yang melekat di kawasan rawan gempa.

Masyarakat yang hidup berdampingan dengan potensi gempa harus membangun budaya sadar bencana dan adaptasi yang kuat agar ketangguhan komunitas meningkat.

Terakhir, selalu pantau informasi resmi dari BMKG dan lembaga terkait, serta hindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved