PEMPROV GORONTALO
Musrenbang Regional Sulawesi 2025 Digelar di Gorontalo, Fokus Sinergi Antarwilaya
Upaya untuk semakin memperkuat sinergitas pembangunan antarwilayah di seluruh Pulau Sulawesi kembali menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan Musyawa
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MUSRENBANG-Jajaran-Pemda-Gorontalo-dan-Pemda-Se-Sulawesi-pada-Pelaksanaan-Musrembang-Regional.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Upaya untuk semakin memperkuat sinergitas pembangunan antarwilayah di seluruh Pulau Sulawesi kembali menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Sulawesi tahun 2025.
Acara penting ini digelar di Hotel Aston Gorontalo pada Senin (19/5/2025).
Kegiatan strategis ini mengusung tema sentral: “Melalui Musrenbang Sulawesi Kita Wujudkan Sinergitas Tematik dan Konektivitas Antarwilayah Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif serta Berkelanjutan.”
Pelaksanaan Musrenbang Regional Sulawesi ini juga dirangkaikan secara bersamaan dengan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo Tahun 2025–2029.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam sambutannya di acara pembukaan menyampaikan betapa krusialnya mempererat kerja sama regional di seluruh kawasan Sulawesi.
Ia mengidentifikasi dua institusi utama yang memegang peranan sangat penting dalam pengembangan wilayah di pulau ini.
“Pertama, kita perlu memperkuat Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) sebagai wadah koordinasi internal antarprovinsi di Sulawesi. Kedua, peran vital Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harus lebih dimaksimalkan,” tegas Gusnar.
Gubernur Gusnar berharap agar Kemendagri dapat membentuk satuan kerja (satker) khusus yang secara fokus menangani koordinasi lanjutan dari hasil Musrenbang ini.
Koordinasi ini diharapkan mencakup berbagai aspek, termasuk penyerahan piagam perencanaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi kinerja pembangunan di tingkat daerah.
Lebih lanjut, Gusnar Ismail menyoroti salah satu kelemahan yang masih menghantui upaya pembangunan di Sulawesi, yaitu belum adanya kesamaan langkah dan visi antarwilayah.
“Masih jalan sendiri-sendiri, karena setiap wilayah memiliki karakter dan potensi yang berbeda-beda,” ujarnya.
Oleh karena itu, Gusnar menekankan perlunya pendekatan pembangunan yang lebih tematik dan saling terhubung antar wilayah, sehingga potensi masing-masing daerah dapat saling melengkapi dan memperkuat.
Selain mendorong implementasi program pembangunan di tingkat provinsi dan regional, Gubernur Gusnar juga menyatakan dukungan penuh terhadap program-program prioritas nasional, salah satunya adalah program makan bergizi gratis (MBG).
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Restuardy Daud, turut hadir secara langsung dalam acara Musrenbang tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan data terkini yang menggambarkan kondisi ekonomi di seluruh wilayah Sulawesi.
Restuardy mengungkapkan bahwa beberapa indikator ekonomi utama menunjukkan tren yang positif, termasuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat inflasi di sejumlah daerah.
“Kami terus membangun kemitraan dan kerja sama, khususnya dalam konteks pembangunan kawasan regional Sulawesi," kata Restuardy.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai program strategis.
Tujuan program ini untuk mendukung penguatan daerah, termasuk melalui kebijakan fiskal yang mendukung pembangunan serta stimulus untuk pembangunan infrastruktur strategis yang memiliki dampak regional.
Musrenbang Regional Sulawesi tahun 2025 ini dihadiri oleh seluruh perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, serta delegasi yang mewakili masing-masing provinsi di seluruh Pulau Sulawesi.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan adanya komitmen bersama untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan di tingkat daerah dengan arah dan prioritas kebijakan pembangunan nasional.
Momentum pelaksanaan Musrenbang Regional Sulawesi tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan berdiskusi, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk melakukan evaluasi terhadap capaian pembangunan yang telah diraih serta melakukan konsolidasi langkah-langkah pembangunan yang lebih terarah dan sinergis di masa depan. (* / ADV *)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.