Selasa, 24 Maret 2026

Berita Viral

Grup Facebook Fantasi Sedarah Viral, Sudah Punya 32 Anggota Penyuka Hubungan Inses

Baru-baru ini viral di media sosial khususnya X grup facebook Fantasi Sedarah. Fantasi Sedarah ini anggotanya merupakan penyuka hubungan sedarah

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Grup Facebook Fantasi Sedarah Viral, Sudah Punya 32 Anggota Penyuka Hubungan Inses
Tangkapan Layar Facebook
DISOROT - Sebuah grup Facebook bernama Fantasi Sedarah, yang membagikan konten fantasi pelecehan seksual terhadap anggota keluarga sendiri atau inses tengah jadi sorotan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Baru-baru ini viral di media sosial khususnya X grup facebook Fantasi Sedarah.

Fantasi Sedarah ini anggotanya merupakan penyuka hubungan sedarah atau inses.

Dalam grup tersebut anggotanya sering membuat status mengenai pengalamannya berhubungan badan dengan keluarganya baik orang tua maupun anak.

Warga Indonesia ini pun ramai-ramai meminta grup ini segera dihapus.

Akun ini mengalami beberapa pergantian nama demi rekam jejaknya tidak ketahuan.

Dilansir dari pemberitaan TribunTimur.com, Salah satu yang membahas terkait grup penyuka hubungan sedarah atau inses itu yakni Sadam Permana di akun Instagram pribadinya @sadampermana.w, Kamis (15/5/2025).

"Usut tuntas akun group ini dan proses hukum pelaku!!!," tulis Sadam Permana pada caption postingannya, dikutip Tribun-Timur.com, Jumat (16/5/2025).

"Ada grup komunitas di Facebook yang namanya Fantasi Sedarah," kata Sadam dalam videonya.

Lanjut Sadam, isi dari grup ini adalah orang-orang yang membagikan pengalaman melakukan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap para korban yang merupakan anggota keluarganya sendiri. 

"Ada ayah terhadap anaknya. Ada anak terhadap orang tuanya. Ada kakak terhadap adiknya," ujar Sadam.

"Dan isinya adalah orang-orang yang saling membagikan cerita, membagikan foto, dan jadinya barter. Mereka ingin barter cerita," imbuhnya.

Dalam video yang dipostingnya, Sadam menyertakan capture atau tangkap layar status yang dibuat para anggota Grup Facebook Fantasi Sedarah.

"Anggota dari grup ini sudah lebih dari 30 ribu orang (tepatnya 32 ribu)," ujar Sadam.

Sadam mengatakan kasus tersebut sudah ramai di X.

"Dan sudah mendapatkan respon juga dari Divisi Humas Polri yang menyatakan bahwa sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap akun ini," imbuhnya.

"Bejat, sakit, dan tentu ini sangat merugikan korban," kata Sadam lagi.

Sadam menambahkan, korban harus mendapatkan bantuan pemulihan dan hukuman untuk pelaku.

"Kita butuh segera. Kita butuh tindakan segera. Butuh bantuan terhadap korban yang sudah disebarkan identitasnya, ceritanya , di grup ini untuk mendapatkan pemulihan, baik secara fisik dan juga mental," kata Sadam berkaca-kaca.

"Dan proses hukum para pelaku yang ada di dalam grup ini," tegasnya.

Postingan Sadam Permana langsung mendapat respon dari netizen.

Sudah lebih dari 19 ribu orang berkomentar.

Berikut Tribun-Timur.com rangkum beberapa komentar netizen:

"Makasih Sadam, suara-suara waras kayak kamu penting banget di tengah realita sosial kita yang makin mengkhawatirkan," tulis pemilik akun @alfinaaadwi.

"Katanya perempuan harus dilindungi, tapi sampai kapan harus terus bersembunyi? Rumah bukan lagi tempat aman, bahkan keluarga bisa jadi pemangsa. Dunia sibuk menyuruh perempuan jaga diri, tapi kapan mereka mulai jaga niat dan akal sehatnya?," tulis pemilik akun @r.e___01.

"ka sadam sampe nangis i feel u kak ketika ka berbicara yg bisa bikin kita emosional sedii nya kerasa bgt:((," tulis pemilik akun @dinerssly.

"Astaghfirullah ga ngerti lagi, Kita nih hidup di zaman apa sih? (emoji)," tulis pemilik akun @you.n.me______.
 
"This is sick !!!!!! Naudzubillaah tsumma naudzubillaah lindungi kami dan keluarga kami ya Allaah (emoji)," tulis pemilik akun @_arielestari.

"kesian bgt para korban nya, yang dikiranya rumah adalah tempat paling aman malah berbalik faktanya (emoji),"tulis pemilik akun @wiraaadna_.

"Perempuan dan anak⊃2; bahkan ga aman di rumah mereka sendiri. lantas ke mana lagi mencari tempat aman?," tulis pemilik akun @vdynsnh.

"Buat yang punya fb atau yang jarang aktif disana, coba sesekali dicek takutnya ada oknum tidak bertanggung jawab yang invite kita atau bahkan ganti nama grup yang sebelumnya lurus" Aja jadi belok (emoji). Semoga kita dihindarkan dari marabahaya (emoji)," tulis pemilik akun @zakkiah27.

Penelusuran Tribun-Timur.com, setelah viral, Grup Facebook Fantasi Sedarah berganti nama jadi Grup Facebook Suka Duka.

Syahroni: Menjijikkan

Kasus ini turut menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

"Ini sangat menjijikkan," kata Sahroni Kamis (15/5/2025) dilansir dari laman Nasdem RI.

"Karenanya saya minta Polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut," tegasnya.

Sahroni mendesak aktivitas grup tersebut segera dihentikan.

"Kalau tidak kita hentikan dan sampai fantasinya jadi kenyataan, ini akan menyebabkan pidana kekerasan seksual yang luar biasa menghancurkan korban," kata Sekretaris Fraksi Partai NasDem.

"Jadi mereka harus dicari, dan dibina secara psikologis, dan kita hentikan mereka sebelum kejadian,” imbuhnya.

Sahroni menambahkan, jika warga mengetahui ada perilaku menyimpang seperti itu di sekitarnya, wajib laporkan.

"Dengan maraknya kasus kekerasan seksual belakangan ini, saya yakin sudah waktunya kita juga melakukan tindakan pencegahan yang lebih ganas,” tegasnya. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved