Minggu, 22 Maret 2026

Ijazah Palsu Jokowi

Polemik Ijazah Jokowi Tuai Komentar Megawati: Menunjukkan Ijazah ke Publik Saja Susah

Polemik tudingan ijazah palsu milik Jokowi Dodo seperti angka delapan yang tak ada habisnya. Satu persatu orang mengomentari dugaan ijazah S1 milik P

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Polemik Ijazah Jokowi Tuai Komentar Megawati: Menunjukkan Ijazah ke Publik Saja Susah
KOMPAS.COM
POLEMIK IJAZAH PALSU - Megawati Soekarnoputri ia menyinggung soal polemik ijazah palsu milik Jokowi 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Polemik tudingan ijazah palsu milik Joko Widodo seperti angka delapan yang tak ada habisnya.

Satu persatu orang mengomentari dugaan ijazah S1 milik Presiden ke-7 RI ini.

Salah satunya Megawati Soekarnoputri.

Megawati saja sampai dibuat heran dengan ijazah milik Jokowi.

Baca juga: Kisah Perjuangan Irwan Hunawa, Ketua DPRD Kota Gorontalo: Dulu Pernah Makan Batang Pisang

Dilansir dari TribunMedan.com, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri turut mengomentari soal isu ijazah palsu yang makin 'panas.'

Isu Ijazah palsu ini bahkan sudah masuk ke ranah hukum.

Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri mengatakan seharusnya tidak lah sulit menunjukkan ijazah ke publik jika ijazahnya benar-benar ada.

Baca juga: Punya Layar AMOLED dan Ruang Penyimpanan Besar, Berikut Harga HP Oppo A3i Plus Lengkap Spesifikasi

Menurutnya jika memang ijazah ada, persoalan tak perlu diperpanjang.

Hal itu dikatakan Megawati dalam acara peluncuran buku Bambang Kesowo bersama BRIN pada Rabu (14/5/2025).

"Yo orang banyak toh sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah bener opo enggak. Lah kok susah amat ya, kan kalau ada ijazah yaudah kasih aja 'Ini ijazah saya' gitu loh," ujar Megawati dilansir tayangan Kompas Tv.

Baca juga: Diklaim Punya Spek Gaming Paling Gahar, Begini Harga HP Realme 14 5G di Indonesia Pada Mei 2025

Sebelum menyinggung soal ijazah itu, Megawati menyoroti soal pentingnya intelligence quotient (IQ) dan emotional quotient (EQ).

Menurutnya, seseorang dikatakan pintar apabila memiliki hal itu.

"Nah dengan demikian, kan saya pusing ya ngurusin orang pinter-pinter yo, terus waktu saya pertama kali bertemu, supaya pastikan pikiran orang pinter kan wah suka menuju ke mana lah, kadang melayang-layang," ujar Megawati.

Polemik Ijazah Palsu

Seperti diketahui, belakangan ramai persoalan ijazah palsu yang dituduhkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Sejumlah pihak yang diduga menyebarkan berita ini pun dilaporkan kepada Polda Metro Jaya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio dan Sagitarius Hari Ini Kamis 15 Mei 2025: Cinta hingga Keuangan

Mereka adalah Roy Suryo dan empat orang lainnya, Rismon Sianipar, Tifauziah Tyassuma, Rizal Fadilah, dan satu orang lainnya berinisial K.

Laporan itu dibuat di Jokowi bersama para kuasa hukumnya pada Rabu (30/4/2025).

Saat merespons hal itu, Roy Suryo justru menanggapinya dengan santai.

Roy Suryo mengaku siap beradu data dengan kubu Jokowi tentang keyakinannya bahwa ijazah Jokowi memang palsu.

"Jadi menurut saya bagus dan kita tunggu ya. Kalau kemarin kan (Roy Suryo Cs dilaporkan) pasalnya adalah 160 kita dianggap untuk menghasut."

Baca juga: Stadion Pemuda di Tilamuta Gorontalo Bakal Dipugar, Pemkab Boalemo Siapkan Anggaran Rp1 M

"Nah kabarnya hari ini yang dilaporkan adalah pencemaran nama baik. Gak apa-apa, kita lihat nanti apa yang dilaporkan dan bukti-buktinya apa," kata Roy kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, dikutip dari Tribun Jakarta.

Menurut Roy Suryo, tuduhan pencemaran nama baik itu tidak akan pernah ada jika memang ijazah Jokowi tak palsu.

Hal itu juga berlaku untuk skripsi Jokowi.

"Tapi sekali lagi semua tidak akan terjadi. Tidak akan terjadi apa yang dilaporkan sebagai pencemaran nama baik itu kalau tidak dikaitkan dengan dugaan adanya ijazah yang tidak benar atau palsu."

Baca juga: Janji Kawal Nasib Penambang Rakyat, DPRD Provinsi Gorontalo Bentuk Pansus Pertambangan

"Termasuk juga dari skripsi yang sudah kita periksa sebagai bukti primer di Universitas Gadjah Mada tanggal 15 April kemarin, yang jelas-jelas itu skripsinya palsu atau tidak memenuhi syarat untuk sebuah kampus besar seperti Universitas Gadjah Mada," kata Roy Suryo.

Meski demikian, Roy Suryo tetap menghormati pelaporan yang dilakukan Jokowi kepadanya dan empat orang lainnya tersebut.

"Jadi teruskan saja dan kami menyatakan ya kita taat pada hukum. Kita nanti akan lihat," ujar Roy Suryo. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved