Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026

Kapal Tenggelam

Pengakuan Penumpang Kapal Wisata yang Tenggelam, Kini Korban Tewas Jadi 8 Orang

Daftar nama 8 korban meninggal saat tenggelamnya kapal wisata di Perairan Malabero, Bengkulu pada Minggu11 Mei 2025 sore

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Pengakuan Penumpang Kapal Wisata yang Tenggelam, Kini Korban Tewas Jadi 8 Orang
TribunBengkulu.com/Aghisty Firan Marenza
KAPAL WISATA TENGGELAM - Korban Meninggal Kapal Wisata Pulau Tikus Bengkulu Tenggelam pada Minggu (11/5/2025) sore ada 7 orang. 

TRIBUNMANADO.COM - Daftar nama 8 korban meninggal saat tenggelamnya kapal wisata di Perairan Malabero, Bengkulu pada Minggu11 Mei 2025 sore

Saat kejadian KM 3 Putra mengangkut 104 penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK).Kapal tersebut berangkat dari Pulau Tikus menuju Kota Bengkulu

Kapal tersebut mengalami kecelakaan dan karam di perairan dekat Pantai Malabero.

Korban terakhir bernama Silvia sempat diselamatkan rekan prianya. Dia lalu ke Rumah Sakit Bhayangkara, sayangnya, kondisi kesehatan Silvia tidak menunjukkan perbaikan.
 
Silvia, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin malam, 12 Mei 2025, sekitar pukul 20.00 WIB.

Berikut adalah identitas lengkap delapan korban meninggal dunia akibat insiden kapal wisata tersebut:

1. Riska Nurjanah (28), asal Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

2. Ratna Kurniati (28), warga Jalan Pepabri, Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.

3. Tesya (20), warga Jalan 2 Jalur, Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang.

4. Nesya (27), warga Jalan Suban Air Panas, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong.

5. Arva Richi Dekry (29), warga Kelurahan Awai Parak, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat.

6. Yunita, karyawan Puskeswan Pinang Raya, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara.

7. Iwan Suantra Wijaya, warga asal Provinsi Jambi.

8. Silvia, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong.

Detik-detik Kapal Tenggelam

Jidan Dinil Haq, salah satu penumpang yang selamat mengungkapkan musibah kapal karam terjadi saat kapal dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus.

Di tengah laut, mesin kapal tiba-tiba mati, membuat kapal tak mampu bergerak.

“Awalnya kami pulang dari wisata Pulau Tikus. Tapi di tengah laut, mesin kapal tiba-tiba mati, dan ditambah juga angin kencang yang membuat kapal jadi tergoncang di tengah laut,” kata Jidan.

Tak lama setelah mesin mati, kapal dihantam ombak besar yang datang bertubi-tubi.

Guncangan kuat dari ombak menyebabkan kapal mengalami kebocoran parah dan akhirnya tenggelam.

“Saat itu ombak sedang besar, kapal diguncang ke kiri dan kanan terus-menerus dikarenakan angin kencang sampai akhirnya tenggelam,” ungkap Jidan.

Kejadian kapal karam disebabkan kondisi cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda daerah pantai Malabero, serta kerusakan mesin yang terjadi saat kapal berada di laut.

Pengakuan Korban, Sudah Ada Tanda-tanda Tak Aman Sejak Berangkat

Mutiara Larasati penumpang kapal mengungkapkan, kapal yang mereka tumpangi sudah menunjukan tanda-tanda yang tidak aman sejak keberangkatan dari Pulau Tikus.

"Kapalnya sudah goyang-goyang, dan tetap dipaksakan untuk berangkat," ungkap Mutiara, Senin (12/5/2025).

Lanjut Mutiara, kondisi cuaca saat itu sudah sangat buruk, dan seharusnya perjalanan bisa ditunda. 

"Padahal cuaca sore itu anginnya kencang, kan bisa ditunda besok, tapi tetap harus berangkat pulang sore itu," ucap Mutiara.

Di tengah perjalanan dan sudah hampir tiba di daratan, tiba-tiba mesin kapal mati dan terhantam arus ombak dari sebelah kanan, yang menyebabkan kapal tersebut tenggelam.

 "Kebetulan pada saat itu saya di atas, nah yang di atas itu langsung nyemplung ke laut. Cuman kalau yang di bawah dia nggak bisa keluar karenakan jendelanya kecil, sehingga menyebabkan banyaknya yang meninggal dunia," beber Mutiara. 

Mutiara yang berasal dari Jambi ini sedang berlibur bersama rekan kerjanya berjumlah 32 orang.

"Niatnya memang untuk liburan, kami ada 32 orang termasuk kameramen," tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Ega Yani, wisatawan asal Bengkulu Utara.

"Saat itu, seingat saya melihat ada anak kecil yang mau lewat jendela kecil itu, tapi jendela itu sudah tidak kelihatan lagi, karena sudah terendam air," jelasnya.

Ega sendiri pada saat kejadian sudah tidak sadarkan diri karena berada di dalam air.

"Airnya sudah dalam, terus ketika sadar tiba-tiba sudah di rumah sakit," ungkap Ega.

Saat ini Ega tengah mendapatkan perawatan medis akibat terlalu banyak menelan air pantai.

Muncul Dugaan Kapal Over Kapasitas

Tragedi maut kapal Wisata  KM Tiga Putera di Bengkulu karam mengakibatkan 7 orang meninggal, kini muncul dugaan over kapasitas?

Diketahui, tragedi kapal wisata yang mengangkut 104 penumpang tersebut tenggelam, pada Minggu (11/5/2025) sore.

Usai memeriksa kapten dan 5 Anak Buah Kapal (ABK) wisata Pulau Tikus Bengkulu karam tewaskan 7 penumpang, polisi lakukan olah TKP.

Olah TKP dilaksanakan Tim Inafis Polresta Bengkulu pada Senin (12/5/2025) sekitar pukul 12.00 WIB, sekaligus pemasangan garis polisi pada puing kapal KM Tiga Putera.

Tampak tim juga melakukan pengukuran terhadap kapal KM Tiga Putera, untuk memastikan berapa panjang dan lebar kapal.

Mengingat kapal KM Tiga Putera tersebut sebelumnya dinaiki oleh 98 penumpang, 1 kapten kapal, dan 5 orang ABK.

Pasalnya sempat muncul dugaan jika KM Tiga Putera yang dinaiki oleh para wisatawan tersebut over kapasitas.

Namun saat dikonfirmasi petugas yang melakukan oleh TKP menyatakan belum bisa memberikan keterangan terkait olah TKP yang mereka laksanakan pada hari ini, Senin (12/5/2025).

"Sabar ya, nanti sama Kapolres," ungkap Kasubnit Pidum Satreskrim Polresta Bengkulu Ipda Revi Harisona, Senin (12/5/2025).

Sebelum pelaksanaan olah TKP sebelumnya anggota Satreskrim Polresta Bengkulu yang dipimpin Kasubnit Tipidter Satreskrim Polresta Ipda Muhammad Ego Fermana, sempat mengamankan 6 orang.

Keenam orang tersebut yaitu kapten sekaligus pemilik kapal bernama Edi Susanto sementara 6 ABK yakni bernama Rahmad, Andri, Yandi, Dedek dan Fandi.

Mereka dibawa ke Polresta Bengkulu untuk dimintai keterangan terkait dengan penyebab karamnya kapal hingga penyebab meninggalnya 7 penumpang kapal, pada insiden yang terjadi pada Minggu (11/5/2025) kemarin.

"Mereka dibawa untuk kita mintai keterangan," ungkap Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno.

Selain mengamankan pemilik kapal dan ABK Polresta Bengkulu untuk sementara juga masih menutup akses untuk perjalanan ke Pulau Tikus, menggunakan jasa perjalanan 3 Putra.

Penutupan terkait perjalanan 3 putra akan dilakukan sampai dengan batas waktu yang masih belum ditentukan sampai kasus selesai diusut.

Ketegangan Para Penumpang

Beredar rekaman video memperlihatkan momen detik-detik ketegangan para penumpang sebelum tragedi kapal wisata di Bengkulu karam diterjang badai, pada Minggu (11/5/2025) sore.

Jidan Dinil Haq, salah satu penumpang yang selamat mengungkapkan musibah kapal karam terjadi saat kapal dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus.

Di tengah laut, mesin kapal tiba-tiba mati, membuat kapal tak mampu bergerak.

“Awalnya kami pulang dari wisata Pulau Tikus. Tapi di tengah laut, mesin kapal tiba-tiba mati, dan ditambah juga angin kencang yang membuat kapal jadi tergoncang di tengah laut,” kata Jidan.

Tak lama setelah mesin mati, kapal dihantam ombak besar yang datang bertubi-tubi.

Guncangan kuat dari ombak menyebabkan kapal mengalami kebocoran parah dan akhirnya tenggelam.

“Saat itu ombak sedang besar, kapal diguncang ke kiri dan kanan terus-menerus dikarenakan angin kencang sampai akhirnya tenggelam,” ungkap Jidan.

Kejadian kapal karam disebabkan kondisi cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda daerah pantai Malabero, serta kerusakan mesin yang terjadi saat kapal berada di laut. (*/TribunBengkulu)

Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Pengakuan Korban Selamat Kapal Karam di Bengkulu, Sudah Ada Tanda-tanda Tak Aman Sejak Berangkat

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved