Penganiyaan di Gorontalo
Sudah Sepekan, Polres Gorontalo Belum Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan di GORR
Sudah sepekan berlalu sejak kasus pengeroyokan brutal terhadap anggota LSM Amin Suleman terjadi di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), namun hingg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POTRET-POLRES-GORONTALO-Pihak-Polres-Gorontalo-belum-berhasil.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sudah sepekan berlalu sejak kasus pengeroyokan brutal terhadap anggota LSM Amin Suleman terjadi di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), namun hingga kini pelaku masih belum berhasil diungkap pihak kepolisian.
Polres Gorontalo mengaku masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas dan motif para pelaku yang diduga berjumlah empat orang dan kabur menggunakan dua sepeda motor.
“Kami masih dalam tahap penyelidikan, pengumpulan bukti terus dilakukan,” kata Kasi Humas Polres Gorontalo, Iptu Wawan Suryawan saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (12/5/2025).
Wawan menegaskan, meski belum ada penetapan tersangka, kasus ini tetap menjadi atensi khusus dari jajaran kepolisian, termasuk Kapolres Gorontalo AKBP Ki Ide Bagus Tri.
Menurutnya, pihak kepolisian tidak mengalami kendala berarti, hanya saja proses pembuktian dan identifikasi para pelaku membutuhkan waktu.
“Tidak ada kesulitan signifikan, hanya butuh waktu agar semua terang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejak kejadian tersebut, patroli dan pengawasan di jalur GORR telah ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami melakukan patroli rutin siang dan malam di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Kronologi
Amin Suleman, pria 39 tahun, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh empat orang tak dikenal di ruas Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), Senin (5/5/2025) siang.
Belakangan diketahui jika Amin adalah Ketua Umum Gerakan Aktivis Milenial Provinsi Gorontalo.
Kronologi digali dari keterangan Amin, rupanya pengeroyokan itu berawal dari ia membuntuti sebuah truk kontainer diduga bermuatan batu hitam ilegal.
Peristiwa ini bermula pada pagi hari sekitar pukul 09.45 Wita, ketika Amin melihat truk kontainer mencurigakan hendak masuk ke Pelabuhan Anggrek, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Amin mendekati sopir dan menanyakan tujuan muatan. Sopir mengaku hanya menjalankan perintah dari pihak ekspedisi.
Mencurigai adanya pengangkutan batu hitam ilegal, Amin meminta truk tidak masuk ke area pelabuhan.
Ia juga menghubungi aparat setempat hingga didatangi, namun kemudian dibujuk untuk membiarkan truk masuk.
Karena tetap bersikukuh, Amin menyarankan truk dibawa ke kantor polisi.
Namun, sopir malah melajukan truk ke arah Kota Gorontalo.
Amin mencoba menghadang kendaraan itu di beberapa titik, termasuk di depan SPBU Pertamina dan Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, namun tidak berhasil.
Amin terus membuntuti truk dengan jarak sekitar 200 meter sambil mengirim video ke pimpinan kepolisian.
Saat melintasi kawasan GORR, dua sepeda motor tiba-tiba menghadang Amin.
Masing-masing motor ditumpangi dua orang. Tanpa basa-basi, keempatnya langsung menyerang Amin menggunakan balok kayu.
“Saya dihadang, balok sudah dibawa mereka. Saya sempat tangkis-tangkis dan turun dari motor, tapi mereka empat orang. Saya cuma bisa bertahan sebisa mungkin,” ungkap Amin.
Akibat serangan itu, Amin mengalami luka memar di sekujur tubuh, pembengkakan di kepala, dan luka di jari-jarinya.
Ia mengaku mengenali salah satu pelaku dari pertemuan sebelumnya di sebuah warung kopi.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke SPKT Polres Gorontalo.
Amin juga menjalani visum di RS Bhayangkara dan kini tengah diperiksa oleh tim Reskrim.
Sebelumnya, peristiwa penganiayaan ini sempat terekam dalam sebuah video amatir berdurasi 38 detik yang diterima redaksi TribunGorontalo.com.
Dalam video tersebut tampak Amin menjadi sasaran pemukulan empat pemuda.
Keempat pelaku tampak menggunakan benda tumpul berupa kayu, dan tak hanya tangan kosong dalam melakukan aksinya.
Video memperlihatkan korban yang sudah lemah berusaha melawan dengan kayu, namun akhirnya tersungkur di pinggir jalan setelah menerima pukulan bertubi-tubi.
Para pelaku kemudian melarikan diri dengan dua sepeda motor, yakni Yamaha N Max warna abu-abu dan Honda Genio.
Ironisnya, aksi keji tersebut disaksikan oleh sejumlah pengendara lain yang melintas, namun tak ada satu pun yang turun tangan menolong korban.
Diduga karena takut, mereka memilih hanya menonton dari kejauhan.
Polisi masih mendalami laporan dan memeriksa bukti-bukti yang ada, termasuk rekaman video dari warga. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.