Liga Jerman
Xabi Alonso ke Real Madrid, Bayer Leverkusen Incar Eks Gelandang Barcelona sebagai Pengganti
Bayer Leverkusen mulai mengincar suksesor Xabi Alonso yang selangkah lagi bergabung ke Real Madrid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Xabi-Alons-Leverkusen.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Bayer Leverkusen mulai mengincar suksesor Xabi Alonso yang selangkah lagi bergabung ke Real Madrid.
Xabi Alonso diketahui telah mencapai kesepakatan verbal dengan Real Madrid.
Ia akan menggantikan posisi Carlo Ancelotti yang digadang-gadang akan segera melatih timnas Brazil.
Alonso bahkan telah mengumumkan perpisahannya dengan Bayer Leverkusen beberapa waktu lalu.
"Pekan ini, klub dan saya telah sepakat bahwa ini akan menjadi dua partai terakhir saya sebagai pelatih Bayer Leverkusen," ucap Alonso dilansir BolaSport.com dari laman resmi klub.
Bayer Leverkusen di sisi lain mulai mencari pengganti Xabi Alonso.
Menurut laporan dari jurnalis kenamaan asal Italia, Gianluca Di Marzio, sang kampiun Bundesliga 2023-2024 diklaim menginginkan Cesc Fabregas sebagai suksesornya.
Saat ini Fabregas masih terikat kontrak sebagai pelatih klub Liga Italia, Como 1907.
Legenda Arsenal itu secara resmi menduduki posisi tersebut pada 19 Juli 2024 dengan kontrak berdurasi empat tahun hingga Juni 2028.
Penunjukan ini terjadi setelah keberhasilannya sebagai pelatih interim dan asisten pelatih, yang berpuncak pada promosinya Como ke Serie A.
Baca juga: Profil Trent Alexander-Arnold, Bek Kanan Liverpool Hijrah ke Real Madrid
Fakta menariknya adalah Fabregas juga merupakan pemilik Como ketika bergabung sebagai pemain pada 2022 meskipun dia hanya memegang saham minoritas.
Adapun pemilik saham mayoritas Como adalah SENT Entertaiment, yang merupakan anak perusahaan Djarum Group.
Djarum Group adalah perusahaan yang dimiliki oleh dua bersaudara asal Indonesia, yaitu Robert dan Michael Hartono.
Pada musim ini, Fabregas membawa Como mampu berbuat banyak di Serie A.
I Lariani berada di posisi ke-10 klasemen sementara dengan 45 poin hingga memasuki giornata 36.
Perolehan poin tersebut berasal dari 12 kemenangan dan 9 hasil imbang dari 35 pertandingan.
Berbagai pencapaian tersebut membuat Leverkusen kepincut dengan Fabregas.
Namun Bayer bukan satu-satunya peminata Fabregas.
Banyak klub yang dikaitkan dengan pelatih asal Spanyol itu, termasuk AC Milan, Juventus dan RB Leipzig.
Terbaru, dinukil BolaSport.com dari Sky Sport Italia, Fabregas masuk dalam kandidat pelatih anyar AS Roma. Roma telah bekerja selama berbulan-bulan untuk menemukan juru taktik anyar musim depan.
Claudio Ranieri diketahui bakal meninggalkan Stadion Olimpico akhir musim ini. Pelatih asal Italia berusia 73 tahun ini mantap untuk menyudahi petualangannya dalam dunia kepelatihan dan benar-benar pensiun.
Banyak nama telah dikaitkan dengan Il Lupi. Salah satunya adalah Cesc Fabregas yang masuk dalam radar mereka. Ranieri sendiri bahkan sudah memberikan restu dan pujian untuk mantan gelandang Chelsea dan Barcelona tersebut.
Fabregas diketahui ingin seperti dirinya, tetapi pelatih kawakan asal Italia tersebut berharap juniornya bisa lebih baik dan menjadi diri sendiri.
Hasrat Roma untuk mengamankan jasa Fabregas diyakini bakal menemui jalan terjal. Pasalnya, Como 1907 menginginkannya bertahan lebih lama untuk mewujudkan proyek jangka panjang mereka.
Fabregas juga dikabarkan bersedia melanjutkan perkembangannya bersama I Lariani. Ia juga sudah mendiskusikan strategi bursa transfer dengan direktur klub serta yakin bahwa daya beli Como akan memungkinkan mereka untuk lebih meningkatkan standar klub musim depan.
Setelah beredar kabar yang mengaitkan gelandang Spanyol itu dengan kepindahan ke AS Roma, Direktur Olahraga Como, Carlalberto Ludi, memberikan klarifikasi melalui wawancara dengan Radio Anch’io Sport di Rai Radio 1. "Nama Fabregas dikaitkan dengan Roma? Saya tidak bisa membahas proses seleksi Roma," kata Ludi.
"Fabregas adalah sosok yang sangat berkomitmen pada proyek Como. Kami sudah menandatangani kontrak empat tahun beberapa waktu lalu, dan masih tersisa tiga tahun lagi," katanya.
Dia memberi penekanan bahwa timnya pun punya rencana jangka panjang dengan sang pelatih. "Kami sedang merencanakan masa depan: ini tidak menutup kemungkinan apa pun, tapi tentu memberi saya harapan," kata Ludi.
Artikel ini telah tayang di Bolasport.com dan Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.